Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan gangguan proses pikir, persepsi, emosi, dan perilaku. Penderita skizofrenia sering mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi sosial, aktivitas sehari-hari, serta mempertahankan peran produktif dalam kehidupan. Oleh karena itu, penanganan skizofrenia tidak hanya berfokus pada pengobatan farmakologis, tetapi juga membutuhkan pendekatan rehabilitatif yang berkelanjutan, salah satunya melalui terapi kerja.bTerapi kerja berperan penting dalam membantu penderita skizofrenia mencapai pemulihan fungsional dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui aktivitas yang terstruktur dan bermakna, terapi kerja mendukung proses penyembuhan secara holistik.
Terapi kerja merupakan intervensi rehabilitasi yang menggunakan aktivitas sebagai sarana terapi untuk meningkatkan kemampuan individu dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari, fungsi sosial, dan keterampilan kerja. Pada penderita skizofrenia, terapi kerja disesuaikan dengan kondisi klinis, kemampuan kognitif, serta tingkat fungsi pasien. Aktivitas yang diberikan bertujuan untuk melatih konsentrasi, ketekunan, tanggung jawab, serta kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Terapi kerja juga menjadi media bagi pasien untuk mengekspresikan diri secara positif dan produktif.
Terapi kerja berperan dalam meningkatkan kemampuan fungsional penderita skizofrenia, terutama dalam aktivitas kehidupan sehari-hari seperti perawatan diri, manajemen waktu, dan keterampilan sosial. Melalui latihan yang terstruktur dan berulang, pasien dibantu untuk mengembangkan perilaku adaptif dan kemandirian. Selain itu, terapi kerja efektif dalam mengurangi gejala negatif skizofrenia, seperti apatis, penarikan diri sosial, dan kurangnya motivasi. Kegiatan yang bermakna dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri pasien, serta memberikan struktur dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Terapi kerja juga berperan sebagai bagian dari rehabilitasi psikososial dengan mempersiapkan pasien untuk kembali ke keluarga dan masyarakat. Aktivitas kelompok dalam terapi kerja membantu pasien belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Dalam pelayanan kesehatan jiwa, terapi kerja biasanya dilaksanakan sebagai bagian dari program rehabilitasi terpadu. Kegiatan terapi kerja dapat berupa keterampilan dasar, kerajinan tangan, pelatihan vokasional sederhana, serta simulasi aktivitas kerja sesuai dengan kemampuan pasien.
Pelaksanaan terapi kerja memerlukan kolaborasi tim multidisiplin yang melibatkan dokter, perawat jiwa, pekerja sosial, dan terapis okupasi. Pendekatan tim ini bertujuan memastikan bahwa intervensi yang diberikan selaras dengan rencana perawatan dan kebutuhan pasien. Pelaksanaan terapi kerja pada penderita skizofrenia menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan fasilitas, fluktuasi kondisi pasien, serta stigma masyarakat terhadap gangguan jiwa. Selain itu, keberhasilan terapi kerja juga dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan keberlanjutan program setelah pasien kembali ke masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan, penguatan layanan rehabilitasi berbasis komunitas, serta edukasi kepada keluarga dan masyarakat tentang pentingnya terapi kerja dalam proses pemulihan skizofrenia. Terapi kerja memiliki peran strategis dalam proses penyembuhan penderita skizofrenia. Dengan pendekatan yang terstruktur, berkelanjutan, dan berpusat pada pasien, terapi kerja mampu meningkatkan kemandirian, fungsi sosial, serta kualitas hidup penderita skizofrenia. Integrasi terapi kerja dalam pelayanan kesehatan jiwa merupakan langkah penting dalam mendukung pemulihan jangka panjang dan reintegrasi sosial pasien.
Sumber :
American Occupational Therapy Association. (2014). Occupational Therapy Practice Framework: Domain and Process. American Journal of Occupational Therapy.
Keliat, B. A., dkk. (2019). Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Kemenkes RI.
Townsend, M. C. (2015). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice. Philadelphia: F.A. Davis Company.
World Health Organization. (2019). Rehabilitation in Health Systems. Geneva: WHO.

