Error message

Deprecated function: Array and string offset access syntax with curly braces is deprecated in include_once() (line 20 of /home/rsjbabe3provgo/public_html/includes/file.phar.inc).

DOSIS OBAT

Dosis obat adalah jumlah atau takaran tertentu dari suatu obat yang memberikan efek tertentu terhadap suatu penyakit. Pemberian dosis obat haruslah tepat karena jika dosis terlalu rendah, maka efek terapi tidak tercapai. Sebaliknya jika berlebih, bisa menimbulkan efek toksik atau keracunan bahkan kematian.

Takaran pemakaian yang dimuat dalam Farmakope Indonesia dan Farmakope negara-negara lain hanya dimaksudkan sebagai pedoman saja.

Macam-macam dosis obat berdasarkan takaran yang digunakan :

  1. Dosis terapi atau dosis lazim adalah takaran yang diberikan dalam keadaan biasa dan dapat menyembuhkan. Dosis lazim suatu obat dapat ditentukan sebagai jumlah yang dapat diharapkan menimbulkan efek pada pengobatan orang dewasa yang sesuai dengan gejalanya. Rentangan dosis lazim suatu obat menunjukkan perkisaran kuantitatif  atau jumlah obat yang dapat ditentukan dalam kerangka praktek pengobatan biasa. Untuk obat – obatan yang mungkin dipakai oleh anak – anak maka dosisya diturunkan dari dosis dewasa.
  2. Dosis maksimal (DM) adalah takaran terbesar yang dapat diberikan kepada orang dewasa untuk pemakaian sekali dan sehari tanpa membahayakan. Dosis maksimal bukan merupakan batas yang harus mutlak ditaati.
  3. Lethal dose 50 adalah takaran yang menyebabkan kematian pada 50% hewan percobaan.
  4. Lethal dose 100 adalah takaran yang menyebabkan kematian pada 100% ewan percobaan.
  5. Dosis toksis adalah takaran pemberian obat yang dapat menyebabkan keracunan, tetapi tidak menyebabkan kematian.
  6. Dosis sinergis, bila dalam suatu resep terdapat dua atau lebih bahan obat yang berDM dan menpunyai efek yang sama maka dihitung DM gabungann yang tidak boleh lebih dari satu.

Tujuan perhitungan dosis obat adalah, agar pasien mendapatkan obat sesuai dengan yang diperlukan oleh pasien tersebut, baik berdasarkan kemauan sendiri atau berdarkan dosis yang ditentukan oleh dokter penulis resep kalau obat tersebut harus dengan resep dokter.

Dosis obat yang harus diberikan pada pasien untuk menghasilkan efek yang diharapkan tergantung dari banyak faktor.

Faktor – faktor yang mempengaruhi dosis obat antara sebagai berikut  :

  • Umur
  1. Umur pasien merupakan suatu pertimbangan untuk menentukan dosis obat. Dosis obat memiliki kekhususan dalam perawatan neonatal (kelahiran baru), pasien pedriatik dan geriatik.
  2. Dosis yang diperuntukan bagi pediatrik merupakan pecahan dari dosis orang dewasa. Tergantung pada umur pasien dan secara relative terhadap pasien yang lebih muda.
  3. Pada orang yang berusia di atas 65 tahun lazimnya lebih peka terhadap obat dan efek sampingnya, karena adanya perubahan-perubahan fisiologis, oleh karena itu bagi lansia dianjurkan menggunakan dosis yang lebih rendah yakni : 65-74 thn : dosis biasa-10%, 75-84 thn : dosis biasa-20%, dan 85 thn lebih : dosis biasa-30%.
  • Berat Badan
  1. Dosis lazim secara umum dianggap cocok untuk orang dengan berat badan 70 kg (150 pound). Rasio antara jumlah obat yang digunakan dan ukuran tubuh mempengaruhi konsentarsi obat pada tempat kerjanya. Untuk itu dosis obat memerlukan penyesuaian dari dosis biasa untuk orang dewasa ke dosis yang tidak lazim, pasien kurus atau gemuk, penentuan dosis obat untuk pasien yang lebih muda, berdasarkan berat badan lebih tepat diandalkan dari pada yang mendasarkan kepada umur sepenuhnya.
  2. Dosis obat berdasarkan kepada berat badan, dinyatakan dalam milligram (obat) perkilogram (berat badan).
  • Luas Permukaan Tubuh
  1. Formula yang digunakan adalah formula Haycock yang digunakan untuk menghitung permukaan badan pada anak-anak, termasuk neonatus dan bayi prematur
  2. Luas permukaan perseorangan bisa ditentukan dari suatu monogram yang membuat skala tinggi, lebar, dan luas permukaan.
  • Jenis Kelamin

Wanita dipandang lebih mudah terkena efek obat-obatan dari pada laki-laki, dan dalam beberapa hal perbedaan ini dianggap cukup memerlukan pengurangan dosis.

  •  Status Patologi

Efek obat-obatan tertentu dapat dimodifikasikan oleh kondidi patologi pasien dan harus dipertimbangkan dalam penentuan obat yang akan digunakan dan juga dosisnya yang tepat. Obat-obat yang memiliki potensi berbahaya tinggi pada suatu situasi terapentik tertentu hanya boleh dipakai apabila kemungkinan manfaatnya melebihi kemungkinan resikonya terhadap pasien, dan bila sudah tidak ada lainnya yang cocok dan kemungkinan keracunannya lebih rendah.           

  • Toleransi  

Kemampuan untuk memperpanjang pengaruh suatu obat, khususnya apabila dibutuhkan untuk pemakaian bahan yang terus menerus disebut toleransi obat. Efek toleransi obat ialah obat yang dosisnya harus ditambah untuk menjaga respon terapeutik tertentu. Untuk kebanyakan obat-obatan pengembang toleransi dapat diperkecil dengan cara memprakasai terapi dengan dosis efektifnya yang terendah dengan cara mencegah perpanjangan pemakaian

  • Terapi dengan obat yang diberikan secara bersamaan.

Efek-efek suatu obat dapat dimodifikasikan dengan pemberian obat lainnya secara bersamaan atau sebelumnya. Keterlibatan semacam ini antara obat-obatan dihubungkan atau dirujuk pada interaksi obat-obatan dan merupakan akibat interaksi obat-obatan secara fisik, kimiawi, atau karena terjadinya perubahan pada pola absorpsi, distribusi, metabolisme atau eksresi salah satu obat tersebut. Efek dari interaksi obat dapat bermanfaat dan mengganggu terapi.

  • Waktu Pemakaian

Waktu ketika obat itu dipakai mempengaruhi dosisnya. Hal ini terutama pada terapi oral dalam hubungannya dengan makanan.  Jadwal waktu yang tepat dari dosis obat merupakan suatu faktor  penyakit dan kadar obat dalam tubuh yang diharapkan, sifat fisika kimia obat itu sendiri, rancangan bentuk sediaan dan derajat serta kecepatan absorpsi obat.

Cara menghitung dosis obat

Banyak cara yang dapat digunakan untuk menghitung dosis obat antara lain :

  • Berat badan

Dengan cara mengalikan berat badan pasien tersebut dengan dosis obat, maka akan diperoleh dosis obat untuk pasien tersebut.

  • Luas permukaan tubuh

Menentukan titik potong pada skala nomogram antara tinggi badan dengan berat badan seseorang, maka akan didapat luas permukaan tubuh dalam meter persegi.

  • Umur pasien

Untuk pasien anak-anak bisa berdasarkan umur dalam tahun, umur dalam bulan, atau berdasarkan umur pada ulang tahun yang akan datang. Ada juga perhitungan dosis obat untuk anak-anak berdasarkan berat badan baik kilogram atau dalam pon.

Penulis: 
Gita Riskika,S.Farm.,Apt
Sumber: 
Apoteker Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

31/12/2022 | Okta Verida Andriani, S.Kep Ners
31/12/2022 | Ns. NURHAYATI,S.Kep.
31/12/2022 | Ns. NURHAYATI,S.Kep.
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori