Parestesia atau kesemutan merupakan sebuah sensasi abnormal yang biasanya digambarkan sebagai rasa kebas, geli, atau seperti ditusuk-tusuk di bagian tubuh tertentu. Parestesia ini biasanya terjadi di mana saja, tapi umumnya lebih sering dirasakan dibagian tangan dan kaki. Hal tersebut bisa dialami ketika dalam posisi saat tidur atau kaki yang kesemutan setelah duduk bersila terlalu lama. Rasa kesemutan ini berkaitan dengan masalah saraf. Kesemutan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya bersifat sementara. Rasa kebas atau kesemutan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa menit setelah tekanan pada saraf hilang dan aliran darah akan kembali normal kembali.
Meski parestesia kerap dianggap tidak berbahaya, sering mengalami kesemutan ternyata bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Salah satunya bisa jadi kesemutan tanda diabetes atau neuropati perifer diabetic.
A.Jenis – Jenis Parestesia
1.Parestesia Transien (sementara) merupakan jenis parestesia yang sensasi kesemutan atau kebas yang terjadi secara tiba-tiba dan biasanya bersifat sementara. Penyebab umumnya antara lain yaitu posisi tubuh yang tidak tepat atau tekanan pada saraf yang bermasalah.
2.Parestesia Kronis merupakan sebuah jenis parestesia yang sensasi kesemutan berlangsung dalam waktu lebih lama dan sering kali menandakan adanya kondisi medis yang mendasari, seperti diabetes, neuropati, atau gangguan autoimun.
B.Penyebab Kesemutan
1.Cedera atau sakit saraf
2.Duduk bersila atau berdiri dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama.
3.Adanya gangguan pada saraf, misalnya cedera pada leher dapat menyebabkan mati rasa di bagian lengan atau tangan.
4.Adanya tekanan pada saraf tulang belakang.
5.Kurangnya suplai aliran darah ke suatu area yang dapat terjadi akibat pengerasan arteri, radang dingin, atau peradangan dalam pembuluh darah.
C.Sering Mengalami Parestesia Juga Bisa Menjadi Gejala Dari Berbagai Kondisi Medis Terkait Dengan Kerusakan Saraf yang Lebih Serius, Seperti:
1.Diabetes mellitus.
2.Sindrom terowongan karpal.
3.Penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Guillain-Barré,
4.Masalah tulang belakang seperti herniasi diskus (saraf terjepit), stenosis tulang belakang
5.Konsumsi alkohol yang berlebih
6.Penyakit ginjal dan hati kronis
7.Stroke
D.Beberapa Upaya Penanganan Parestesia
1.Mengubah posisi tubuh
Jika kebas atau kesemutan terjadi akibat posisi yang tidak nyaman, cobalah untuk mengubah posisi tubuh. Berdiri, berjalan, atau meregangkan anggota tubuh yang terkena dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf dan memulihkan peredaran darah agar kembali normal.
2.Beristirahat dan menghilangkan tekanan
Apabila parestesia atau kesemutan disebabkan oleh adanya tekanan yang berlebihan pada saraf. Misalnya seperti saat duduk bersila atau tidur dengan posisi yang salah. Pastikan istirahat sejenak dan menghilangkan tekanan tersebut. Tujuannya untuk membantu mengurangi gejala. Pilihlah posisi tidur atau duduk yang nyaman dan gunakan bantal yang tepat untuk mendukung tubuh.
3.Mengatasi faktor pemicu
Kenali faktor yang dapat menyebabkan kebas atau kesemutan, seperti melakukan aktivitas tertentu, penggunaan pakaian yang terlalu ketat, atau paparan suhu yang dingin yang lama.
4.Latihan dan peregangan
Melakukan latihan fisik secara teratur, terutama latihan penguatan otot dan peregangan, dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dengan baik dan mengurangi kebas dan kesemutan.
5.Hindari posisi yang monoton
Apabila kamu melakukan aktivitas yang memerlukan posisi yang sama dalam waktu yang lama, misalnya bekerja di depan komputer, berdiri, atau mengangkat benda berat, diusahakan untuk bisa mengubah posisi secara teratur. Ini dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf dan memungkinkan aliran darah yang lebih baik ke bagian ekstremitas.
6.Kompres hangat atau dingin
Dengan melakukan kompres hangat atau dingin daerah yang mengalami parestesia atau kesemutan dengan kompres hangat atau dingin dapat membantu meredakan kebas dan kesemutan.
Daftar Pustaka
1.https://www.halodoc.com/artikel/sering-kebas-dan-kesemutan-ini-beberapa-...
2.https://www.alodokter.com/sering-kesemutan-ini-penyebabnya

