Individu merupakan seseorang yang memiliki ciri khas dan kepribadian masing-masing, sehingga individu memiliki koping mekanisme yang berbeda-beda satu sama lain. Koping mekanisme ini berguna agar individu dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada. Diharapkan dengan memiliki koping mekanisme yang baik individu dapat mencapai kondisi sehat fisik maupun mental. Kesehatan Jiwa merupakan kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya, sedangkan seorang dengan gangguan jiwa memiliki gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang ditandai dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan permasalahan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Pasien gangguan jiwa yang tidak sedikit ini membutuhkan terapi yang tepat agar dapat memberikan tindakan terbaik untuk kesembuhan pasien, sehingga dapat dipilih terapi yang ada dalam keperawatan untuk menangani gangguan jiwa antara lain terapi modalitas. Terapi modalitas merupakan terapi yang memfokuskan cara pendekatan dengan pasien gangguan jiwa yang bertujuan untuk mengubah prilaku pasien gangguan jiwa yang tadinya berprilaku maladaptif menjadi adaptif. A.Tujuan Terapi Modalitas 1.Mengurangi adanya gangguan jiwa pada pasien 2.Memberikan kesadaran pada perilaku pasien 3.Meningkatkan aktivitas kepada pasien 4.Meningkatkan kemandirian pada pasien 5.Mempengaruhi keterampilan merawat diri sendiri B.Jenis – Jenis Terapi Modalitas 1.Terapi Keluarga Jenis model terapi ini yang bertujuan mengubah pola interaksi keluarga sehingga bisa membenahi masalah-masalah dalam keluarga, bentuk model terapi ini biasanya digunakan dengan cara  pendekatan terapeutik yang melihat masalah individu dalam konteks lingkungan khususnya keluarga dan menitikberatkan pada proses interpersonal. Peran perawat dalam hal ini yaitu memberikan dukungan kepada pasien serta sistem yang mendukung pasien  guna untuk mencapai tujuan dan usaha untuk berubah dan bisa beraktivitas seperti sediakala. 2.Terapi Lingkungan Bentuk terapi yang bertujuan untuk merubah perilaku mal adatif menjadi adatif dengan cara menata lingkungan disekitar pasien baik dirumah maupun dirumah sakit. Peran perawat dalam hal ini yaitu menciptakan dan mempertahankan iklim/suasana yang akrab, menyenangkan, saling menghargai diantara sesame perawat, petugas kesehatan, dan pasien. 3.Terapi Aktivitas Kelompok Salah satu terapi modalitas yang dapat dilakukan perawat pada pasien yang mepunyai masalah keperawatan yang sama. Adapun peran perawat dalam penerapan terapi aktifitas yaitu mempersiapkan program terapi aktivitas kelompok dan membagi tugas sebagai leader, coleader dan fasilitator serta obsever kelompok.  4.Terapi Perilaku Terapi perilaku memiliki dasar jika sebuah perilaku terjadi karena proses belajar. Perilaku sehat bisa dipelajari dan disubsitusi dari perilaku yang tidak sehat seperti ciri ciri pada pasien yang mengalami depresi berat. 5.Terapi Kognitif Terapi kognitif merupakan sebuah strategi untuk memodifikasi keyakinan dan juga sikap yang bisa mempengaruhi perilaku dan perasaan klien seperti cara mengatasi stres berat. Proses yang digunakan adalah untuk membantu mempertimbangkan stressor dan juga dilanjutkan dengan identifikasi pola berpikir serta keyakinan mengenai stressor tersebut. Gangguan perilaku bisa terjadi karena klien mengalami pola berpikir dan keyakinan yang kurang akurat sehingga modifikasi perilaku dilakukan dengan mengubah pola berpikir dan juga keyakinan pasien. C.Empat Tahapan Utama Dalam Proses Terapi Modalitas 1.Tahapan Persiapan a.Seleksi pasien: Mengidentifikasi dan memilih pasien berdasarkan kriteria dan kebutuhan. b.Persiapan pasien: Melakukan persiapan mental dan fisik untuk menjalani sesi terapi. 2.Persiapan alat dan lingkungan: Menyiapkan tempat yang aman dan nyaman, serta instrumen pendukung yang dibutuhkan. 3.Tahapan Orientasi a.Salam Terapeutik: Membina hubungan saling percaya antara tenaga kesehatan (terapis) dan pasien. b.Evaluasi & Validasi: Memastikan kondisi terkini pasien dan memvalidasi perasaan mereka. c.Kontrak: Menjelaskan tujuan, aturan, durasi, dan membuat kesepakatan (kontrak) waktu dan tempat pelaksanaan terapi dengan pasien. 4.Tahap Kerja Fase inti di mana berbagai jenis terapi modalitas dipraktikkan sesuai dengan rencana perawatan 5.Tahap Terminasi Mengevaluasi respon subjektif pasien setelah mengikuti terapi, serta memberikan rencana tindak lanjut.         Daftar Pustaka   1.https://www.google.com/search?q=TAHAPAN+TERAPI+MODALITAS+PADA+ODGJ&oq=TA... 2.https://repo.stikesbethesda.ac.id/4923/1/Keperawatan%20Jiwa%20FULL%20NAS... 3.https://repo.stikesbethesda.ac.id/4923/1/Keperawatan%20Jiwa%20FULL%20NAS...