Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien di fasilitas kesehatan .
Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang, sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Jadi peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatukan aktifitas perawat dalam praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab keperawatan secara profesional sesuai dengan kode etik keperawatan.
Tugas sebagai seorang perawat tidak hanya menuntut keterampilan dan keahlian serta pengetahuan, tetapi juga dedikasi, empati, kesiap siagaan selama 24 jam melalui sistem kerja bergiliran ( shift ). Disisi lain perawat juga memiliki peran dan tanggungjawab terhadap tugas keluarganya. Dalam tuntutan kerja bergilir ( shift ), kondisi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu, merupakan tantangan bagi perawat dalam menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dan keluarga. Akan menimbulkan dilema peran ketika tuntutan pekerjaan berbenturan muncul secara bersamaan dengan peran kewajiban keluarga dirumah, Hal ini sering muncul karena tanggung jawab profesional seorang perawat yang tidak dapat ditinggalkan, yaitu tanggungjawab terhadap pasien dan rekan kerja.
Dilema peran ini dapat berdampak pada beberapa aspek, antara lain;
Menurunnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga, dapat terjadi tidak terpenuhinya salah satu peran.
Berkurangnya kualitas hubungan keluarga , pasangan dan anak.
Meningkatnya stres dan kelelahan.
Menurunnya konsentrasi dalam bekerja sehingga dapat mempengaruhi mutu pelayanan kepada pasien.
Beberapa langkah yang harus dapat dilakukan seorang perawat dalam menghadapi dilema peran profesi yaitu;
1.Berkomunikasi yang baik dengan keluarga mengenai jadwal kerja.
2.Melakukan pengaturan manajemen waktu secara efektif agar kebutuhan pekerjaan dan keluarga tetap terpenuhi.
3.Memanfaatkan dukungan dari pasangan, keluarga, atau kerabat dalam mengasuh anak dalam bertugas.
4.Membangun kerjasama yang baik antar perawat sehingga dapat saling membantu saat menghadapi kondisi darurat keluarga.
5.Rumah sakit dapat menerapkan kebijakan penjadwalan yang lebih fleksibel dan menyediakan dukungan bagi kesejahtaraan perawat.
6.Perawat perlu menjaga kesehatan fisik dan mental melalui istirahat yang cukup, olahraga dan manajemen stres.
Dilema peran merupakan tantangan yang nyata, tidak hanya dalam kehidupan seorang perawat, tetapi dilema peran terjadi juga pada profesi lainnya seperti profesi polisi, profesi tentara dan profesi lain yang sejenis. Bila seseorang sudah memilih kerja berprofesi sebagai seorang perawat maka dirinya harus siap menjunjung tinggi dan menjalani tugas serta peran yang melekat di profesi seorang perawat. Profesi perawat memiliki dua tanggungjawab peran yang sama penting, yaitu; memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dan memenuhi perannya dalam keluarga. Tidak boleh terjadi ketimpangan pemenuhan janggungjawab akan kedua peran tersebut. Apabila terjadi karena pengelolaan peran yang kurang baik, maka dapat berdampak pada kesehatan mental perawat, keharmonisan keluarga, serta mutu pelayanan kepada pasien. Dengan dukungan keluarga , manajemen rumah sakit, serta kemampuan mengelola manajemen waktu dan stres, keseimbangan antara kehidupan kerja dan keluarga dapat tercapai sehingga kualitas pelayanan kesehatan maupun keharmonisan keluarga tetap terjaga.
Daftar Pustaka
1.Enisah, E, dkk ( 2024 ). Keperawatan dalam keluarga ; Teori Komprehensif ; PT Green Pustaka Indonesia.
2.Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ( 2023 ). Kode Etik Perawat Indonesia dan Standar Profesi Keperawatan, Jakarta; Kementrian Kesehatan Republik indonesia.
3.World health Organization ( 2020 ) State of the Worlds Nursing2020 ; Investing in Education, Jobs and Leadership.