Tidak di pungkiri, semua orang pasti pernah mengalami terjebak dalam pusaran pikiran. Entah itu memikirkan akibat dari sesuatu yang telah terjadi ataupun memikirkan hal yang akan terjadi di masa yang akan datang. Seseorang di anggap mengalami overthinking jika memikirkan suatu hal secara berlebihan dan datang terus menerus, khususnya hal-hal yang berbau negatif, serta tidak memiliki solusi untuk menghentikannya. Berbeda dengan overthinking, seseorang akan di anggap overanalyzing jika melakukan analisis suatu hal secara berlebihan.
Sikap overanalyzing biasanya di dorong oleh hasrat untuk memegang kendali penuh, perfeksionisme, serta merasa ketakutan jika untuk mengambil keputusan yang salah. Pikiran-pikiran tersebut tentu saja akan memicu stress kecemasan. Hal ini akan berdampak pada energi fisik dan mental yang seharusnya digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan akan menyebabkan terjadinya depresi.
Mari kita bahas lebih lanjut apa itu overthinking dan overanalyzing serta bagaimana cara mengatasinya.
Pengertian Overthinking dan Overanalyzing
Overthinking adalah kecenderungan pada seseorang dalam memikirkan suatu skenario, permasalahan, atau kejadian dengan durasi yang berlebihan dan tanpa henti. Orang yang mengalami overthinking sering kali terperangkap dalam siklus berpikir yang berulang, fokus pada setiap detail, menganalisa skenario tentang kemungkinan terburuk, meragukan keputusan sendiri, dan kesulitan menghentikan atau mengalihkan pikiran mereka kepada hal lain. Sedangkan overanalyzing adalah tindakan terlalu mendalami sesuatu, sampai-sampai kita terjebak pada analisis yang kurang penting dan dan melupakan tujuan utama.
Ciri-ciri Seseorang Mengalami Overthinking dan Overanalyzing
Ciri-ciri seseorang mengalami overthinking, yaitu sering merenungkan satu hal berulang-ulang, susah tidur karena rasa cemas, kesulitan ketika harus mengambil keputusan, terus menyalahkan diri ketika mengambil keputusan yang salah.
Kalau menurut Katherine Hurst, tanda-tanda overthinking adalah ketika kamu:
1.Susah tidur
2.Melakukan self-meditation alias swameditasi, di mana kamu mengusahakan agar pikiran kamu jernih kembali dengan meditasi sendiri-misal dengan makan, tidur-tapi, ya, tidak mencari solusi atau menyelesaikan masalahnya
3.Selalu lelah, bukan fisik tapi pikiran
4.Ingin dapat mengendalikan segala sesuatu
5.Terobsesi dengan kegagalan-bukan karena kamu ingin gagal, tapi karena kamu takut gagal dan maunya agar segala sesuatu itu sempurna
6.Takut akan masa depan, karena hal itu tidak pasti dan kamu khawatir jika menghadapi sesuatu yang salah di masa depan
7.Tidak memercayai penilaianmu sendiri akan sesuatubahkan untuk sesuatu yang sederhana seperti apa yang kamu pakai, katakan, atau mungkin tempat tujuanmu
8.Kepala kamu pusing dan tegang saking kerasnya memikirkan suatu masalah
Sedangkan tanda-tanda overanalyzing adalah:
1.Terlalu lama membuat keputusan karena merasa harus mencari tau lebih banyak.
2.Sering minta pendapat orang lain, nggak yakin sama penilaian sendiri.
3.Bingung menentukan prioritas, di mata kamu semuanya terasa sama-sama penting.
Cara Mengatasi Overthinking dan Overanalyzing
Pada dasarnya Overthinking dan Overanalyzing memiliki permasalahan yang sama, yaitu terkait pikiran yang berlebihan terhadap suatu hal. Bahkan Overanalyzing sering di sebut wujud lain dari overthinking ataupun saudara dekat dari Overthinking. Adapun cara mengatasi keduanya yaitu:
1.Alihkan Perhatian
Distraksi atau mengalihkan perhatian sebentar dapat memberi kamu istirahat. Ini juga mungkin membuat pikiran kamu terfokus pada sesuatu yang lebih produktif. Otak pun mungkin mengembangkan solusi untuk kamu ketika kamu berhenti memikirkan masalahnya.
2.Tantang Pikiran Negatif
Ketika kamu mendapati diri kamu terlalu banyak berpikir, tantang pikiran-pikiran ini. Tanyakan pada diri kamu apakah ini realistis. Pertimbangkan skenario alternatif. Mungkin sulit pada awalnya sulit, tetapi belajar untuk mengeluarkan pemikiran berlebihan dapat membantu kamu belajar mengganti pikiran negatif dengan yang lebih bermanfaat.
3.Latih Keterampilan Interpersonal
Meningkatkan keterampilan interpersonal juga bisa menjadi cara menghilangkan kebiasaan overthinking yang kamu miliki. Berikut ini untuk mengembangkan keterampilan interpersonal yang lebih kuat, yaitu meningkatkan kesadaran diri, meningkatkan rasa percaya diri, dan melatih pengendalian diri.
4.Meditasi
Meditasi dapat menjadi alat yang sangat baik untuk mengarahkan pikiran kamu ke hal yang lebih positif. Saat kamu bermeditasi, fokuslah pada napas. Tujuannya bukan untuk menjernihkan pikiran, melainkan untuk memfokuskannya pada sesuatu dan berlatih mengarahkan kembali fokus kamu setiap kali pikiran mengembara. Dengan latihan, kamu akan merasa jauh lebih mudah untuk berhenti berpikir berlebihan sebelum menjadi masalah yang lebih serius.
5.Latih Penerimaan Diri
Overthinking sering kali berasal dari memikirkan kesalahan masa lalu atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat kamu ubah. Alih-alih membenci diri sendiri untuk hal-hal yang mungkin kamu sesali, cobalah untuk lebih menerima dan berbelas kasih pada diri sendiri.
Berikut ini strategi yang dapat membantu kamu menjadi lebih menerima diri sendiri:
Mempraktikkan rasa syukur dan memikirkan aspek-aspek diri yang kamu hargai.
Menumbuhkan sistem pendukung yang kuat yang terdiri dari orang-orang yang dapat memberi kamu dorongan dan cinta.
Maafkan diri kamu untuk hal-hal yang kamu sesali
6.Lakukan Terapi
Jika berbagai cara menghilangkan overthinking telah kamu coba dan tidak membuahkan hasil, mungkin saatnya untuk mendapatkan bantuan profesional. Sebab, overthinking mungkin merupakan gejala dari masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan. Di sisi lain, overthinking juga dapat meningkatkan kerentanan kamu untuk mengembangkan masalah kesehatan mental. Seorang profesional kesehatan mental dapat mengajari keterampilan yang akan membantu kamu berhenti terobsesi, merenungkan, dan memikirkan hal-hal yang tidak membantu. Mereka juga dapat membantu kamu mengidentifikasi strategi koping yang cocok untuk kamu, seperti perhatian penuh atau latihan fisik. Jika masih ragu, kamu bisa langsung melakukan konsultasi dengan psikolog di Halodoc dengan biaya yang terjangkau.
DAFTAR PUSTAKA
Kushjarjanti, R. (2023). Berdamai dengan Overthinking. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia
Salamah, N., Nurmalinda E., Purmaningrum. (2024). "Visualisasi Buku Self Healing 'Overthinking Is My Hobby, And I Hate It' Karya Alvi Syahrin Melalui Komik Strip Di Instagram". Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya. 6(3). 548-557
Fadli, R. (2024, Desember 13). 6 Cara Menghilangkan Overthinking untuk Kesehatan Mental. Halodoc.com. Halodoc.com
Penulis
Shinta Hilda Clara, A.Md.Kep