Kesehatan jiwa merupakan kondisi individu yang sejahtera dimana individu tersebut mampu untuk selalu berpikir positif baik terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan dalam segala situasi. Orang yang mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri pada lingkungan, serta berintegrasi dan dapat berinteraksi secara baik, tepat, dan bahagia merupakan orang yang sehat jiwanya. Individu dapat dikatakan berpotensi atau berisiko mengalami gangguan kesehatan jiwa, jika individu tersebut tidak mampu untuk berpikir positif dan menyesuaikan diri untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Salah satu jenis gangguan jiwa skizofrenia adalah skizofrenia paranoid. Secara klasik skizofrenia tipe paranoid ditandai terutama oleh adanya gangguan waham. Waham merupakan salah satu gangguan orientasi realitas. Gangguan orientasi realitas adalah ketidak mampuan klien menilai dan berespons pada realitas. Waham atau gangguan proses pikir merupakan gejala positif dari skizofrenia dan orang yang memiliki tanda dan gejala akan melakukan sesuatu sesuai dengan jenis wahamnya , seperti dengan memiliki rasa curiga yang tinggi baik dirinya sendiri maupun orang lain, merasa memiliki kekuatan yang sangat besar diluar kemampuan manusia pada umumnya, merasa memiliki penyakit yang parah atau dapat menularkan ke orang lain, serta menganggap bahwa dirinya telah meninggal.
A.Jenis Waham
1.Waham Kebesaran merupakan waham dimana orang tersebut meyakini memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus, diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
2.Waham Curiga merupakan jenis waham dimana orang tersebut meyakini bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan / mencederai dirinya, diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan.
3.Waham Agama merupakan jenis waham yang memiliki keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihan, diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai kenyataan.
4.Waham Somatik yaitu meyakin bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu/terserang penyakit, diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan.
5.Waham Nihilistik merupakan jenis waham yang meyakini dirinya sudah tidak ada di dunia / meninggal, diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
B.Tanda dan Gejala Waham
1.Tidak memercayai pikiran orang lain yang berbeda dengannya.
2.Suasana hati mudah berubah menjadi negatif, misalnya marah-marah atau tidak bersemangat.
3.Mencurigai kesetiaan atau kepercayaan yang diberikan oleh orang sekitar.
4.Merasakan sesuatu yang tidak nyata misalnya mendengar sesuatu di dalam ruangan yang hening.
5.Mudah menyimpan dendam.
C.Penyebab Waham
1.Trauma
Kejadian buruk di masa lalu yang meninggalkan trauma ternyata juga bisa menjadi penyebab waham. Pasien bisanya akan kambuh saat melihat atau mengingat kejadian yang membuatnya trauma di masa lalu yang pernah terjadi pada dirinya.
2.Lingkungan
Kecenderungan antisosial dan kebiasaan melihat situasi yang menimbulkan kecemburuan dari lingkungan sekitar juga bisa membuat seseorang lebih mudah mengidap delusi.
3.Genetik / Keturunan
Seperti gangguan mental lainnya, seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan waham mungkin akan mewariskan masalah kejiwaan ini pada anggota keluarga lain
4.Kelainan Pada Otak
Ketidakseimbangan neurotransmitter dipercaya menjadi salah satu penyebab terbentuknya delusi. Pada pasien yang mengalami delusi, ditemukan adanya aktivitas dopamin yang tidak normal. Dopamin merupakan neurotransmiter sekaligus hormon yang menimbulkan perasaan senang.
D.Cara Mengontrol Waham
1.Diskusikan perasaan takut, cemas dan marah yang dirasakan oleh klien.
2.Diskusikan kaitan perasaan klien dengan keyakinan klien (yang salah).
3.Tidak mendebat / menyangkal keyakinan klien.
4.Mendiskusikan kemampuan atau kegiatan apa saja yang mampu dilakukan, kemudian dibuat jadwal harian agar perhatiannya tidak ke isi wahamnya. Sehingga dapat beraktifitas dan berpikir sesuai realita.
5.Pastikan minum obat yang diberikan dokter sesuai program.
Daftar Pustaka
1.https://rsjsambanglihum.kalselprov.go.id/web/wp-content/uploads/2017/03/...
2.https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/waham-salah-satu-tanda-peny...
3.https://www.google.com/search?q=BAB+I+WAHAM&oq=BAB+I+WAHAM&gs_lcrp=EgZja...
Penulis
Sylvia molina,AMK