Tubuh ideal sebagai tampilan fisik memang telah menjadi salah satu nilai utama bagi setiap individu, baik perempuan maupun laki-laki. Kriteria tubuh ideal sendiri bersifat dinamis, artinya tubuh yang pada zaman dahulu dinilai ideal belum tentu pada masa kini dinilai ideal pula, begitu pun sebaliknya. Tubuh ideal ini seringkali diidentikkan hanya menjadi tuntutan bagi perempuan saja, padahal laki-laki juga mendapat tekanan agar memiliki tubuh ideal dengan kriteria tubuh yang atletis, maskulin, dan berotot yang dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk memperlihatkan kekuatan dan kelaki-lakiannya. Body shaming merupakan perilaku mengomentari, menkritik, mengejek firik atau mengolok-olok tubuh seseorang yang dinilai tidak sesuai dengan kriteria tubuh ideal dengan tujuan merendahkan dan mempermalukan baik secara langsung maupun di media sosial. Body shaming juga dialami oleh berbagai usia, mulai dari anak, remaja hingga dewasa. Meskipun tindakan Body shaming ini terbukti memberikan dampak negatif pada kehidupan sosial dan psikologis korban, nyatanya tindakan Body shaming masih terus terjadi sampai sekarang. Perilaku body shaming dapat menyebabkan seseorang mengalami diet ketat, berperilaku bsesif kompulsif (sering memeriksa penampilan diri dengan terus-menerus menimbang berat badan), munculnya emosi (marah, benci, cemas akan penampilan diri), memicu gangguan mental seperti gangguan makan serta menarik diri dari lingkungan. Body shaming dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu sebagai betikut. 1.Thin / Skinny shaming Tindakan body shaming ini mengarah pada perempuan dengan tubuh yang terlalu tipis yang menjadi sasaran untuk dipermalukan. Skinny shaming biasanya  menjadi sasaran body shaming berupa ejekan tubuh yang kurus dan ada juga berupa celaan pertanyaan tentang tubuh yang kurus. 2.Fat Shaming Fat shaming adalah tindakan body shaming yang sering dilakukan. Fat shaming merupakan lawan dari skinny shaming yang berupa ucapan terhadap seseorang yang mempunyai tubuh gemuk atau berat badan yang berlebih. Fat shaniming dapat menjadi ejekan karena berat badan dan ukuran tubuh yang tidak ideal yang muncul karena anggapan dimasyarakat bahwa seseorang yang gemuk memiliki citra negatif. 3.Rambut / bulu pada tubuh Jenis body shaming ini adalah tindakan hinaan terhadap seseorang yang mempunyai bulu-bulu berbelih yang tidak seperti pada umumnya, seperti di area lengan dan juga kaki. Hal tersebut enderung dialami oleh perempuan karena hal tersebut dianggap aneh dan tidak menarik ketika mempunyai tubuh yang berbulu. Jenis body shaming ini terjadi karena adanya anggapan dalam masyarakat bahwa terlihat aneh jika perempuan memiliki bulu ditubuh karena yang memiliki bulu ditubuh hanya laki-laki sehingga terjadi tindakan mengejek atau memberi komentar negatif terhadap perempuan yang memiliki bulu berlebih ditubuh karena dianggap tidak sesuai dengan pikiran banyak orang. 4.Warna kulit Tindakan body shaming yang dilakukan karena sebab warna pada kulit seringkali dilakukan. Hal ini bisa terjadi terhadap warna pada kulit yang sangat putih atau sangat hitam. Di Indonesia teerdapat berbagai macam suku yang mana memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda dan juga warna kulitnya pun berbeda sehingga warna kulit menjadi hal yang cukup sensitif. Terjadi penggiringan pendapat dari media massa atau media sosial yang menyatakan bahwa warna pada kulit yang paling umum dan dianggap bagus adalah kulit yang cerah sehingga muncul anggapan dalam masyarakat bahwa ketika seseorang memiliki kulit yang hitam maka tidak bagus bahkan untuk perempuan dikatakan tidak cantik jika tidak memiliki kulit yang putih. Akibatnya sering terjadi tindakan body shaming terhadap seseorang yang memiliki warna kulit yang gelap khususnya perempuan.   Tindakan body shaming pastinya menyebabkan bermacam-macam dampak seperti : Kehilangan rasa kepercayaan diri dan muncul perasaan tidak aman merupakan salah satu dampak tindakan body shaming dari sekian banyak dampak yang ada. Selain itu ada juga yang mempengaruhi perasaan pada korban body shaming yaitu olokan atau ejekan. Korban dari tindakan body shaming akan merasa tidak percaya diri karena ejekan atau olokan yang dilontarkan membuatnya merasa tidak sama sama seperti yang lain pada umumnya. Tindakan body shaming yang diterima secara berkelanjutan akan membuat korban menjadi semakin kehilangan rasa kepercayaan dirinya, memunculkan perasaan tidak aman terhadap kondisi tubuhnya. Hal tersebut dapata terjadi dikarenakan mahasiswa yang menjadi korban body shaming merasa bahwa terdapat kesalahan dengan kondisi tubuhnya sehingga mereka mendapatkan olokan atau tindakan body shaming. Berusaha Untuk Memiliki Tubuh Ideal Individu yang mengalami tindakan body shaming akan berusaha melakukan bermacam-macam upaya untuk menjadikan tubuhnya ideal. Citra positif terhadap dirinya. Maka dari itu, body shaming yang terjadi pada dirinya tidak berdampak negatif terhadap dirinya. Berusaha untuk memiliki tubuh ideal adalah dampak yang dilakukan individu yang mengalami tindakan body shaming setelah kehilangan rasa kepercayaan diri juga merasa tidak nyaman terhadap kondisi tubuhnya yang dianggap kurang sesuai dengan standar di masyarakat, maka akan tumbuh usaha untuk mengubah kondisi tubuhnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Perilaku ini biasa disebut perbaikan citra diri. Usaha ini memiliki sifat respon positif dikarenakan individu yang mengalami tindakan body shaming berusaha mengubah tubuhnya untuk jadi lebih baik.     Sumber : file:///C:/Users/User/Documents/Downloads/50718-150284-1-PB.pdf https://etheses.iainkediri.ac.id/12707/5/933404818_bab2.pdf