Kejadian bunuh diri itu sebenarnya dimulai dengan adanya ide bunuh diri, seseorang yang akan melakukan bunuh diri biasanya akan meninggalkan isyarat sebelum dia melakukan hal tersebut, dan terkadang isyarat tersebut tidak dipahami oleh orang disekitarnya karena menunjukan hal yang biasa dan biasanya akan terpikir setelah bunuh diri terjadi. Bunuh diri juga tidak terlepas dari interaksi keempat faktor yaitu biologis, psikologis, kognitif dan lingkunganFaktor penyebab bunuh diri remaja diantaranya adalah kekacauan dalam keluarga, pertengkaran orang tua, masalah pribadi, putus cinta, penyakit kronis, depresi serta frustasi atau stres. Percobaan bunuh diri adalah suatu tindakan pasien mencederai atau melukai diri untuk mengakhiri kehidupannya. Pada kondisi ini, pasien aktif mencoba bunuh diri dengan cara seperti gantung diri, minum racun, memotong urat nadi, atau menjatuhkan diri dari tempat yang tinggi.
Remaja mulai menghadapi permasalahan psikologis, seperti depresi, kecemasan, bunuh diri, perilaku melukai diri, gangguan makan, penggunaan obat-obatan, dan permasalahan perilaku mengganggu. Ide bunuh diri sering dikaitkan dengan kondisi depresi. Intensitas dari ide bunuh diri menunjukkan korelasi yang paling tinggi dengan intensitas dari depresi. Bunuh diri adalah suatu upaya yang disadari dan bertujuan untuk mengakhiri kehidupan, individu secara sadar berhasrat dan berupaya melaksanakan hasratnya untuk mati. Perilaku bunuh diri meliputi isyarat–isyarat, percobaan atau ancaman verbal, yang akan mengakibatkan kematian, luka atau menyakiti diri sendiri, hal ini harus dijadikan perhatian dan tidak bisa diabaikan.
A.Faktor Pemicu Melakukan Perobaan Bunuh Diri
1.Mengalami kekerasan psikologis seperti perundungan (bullying)
2.Mengalami gangguan mental
3.Mengalami tekanan batin, misalnya karena kehilangan pekerjaan, jabatan, atau kekayaan
4.Mengalami masalah dalam kehidupan, misalnya perceraian, kehilangan atau kematian orang dekat
5.Memiliki masalah pidana atau hukum
B.Gejala Percobaan Bunuh Diri
1.Mengalami penurunan performa yang drastis di sekolah atau pekerjaan
2.Mengalami perubahan pada kebiasaan makan atau tidur
3.Menunjukkan perubahan suasana hati yang drastis, misalnya merasa senang atau sangat tenang, sesaat setelah merasa sangat sedih
4.Melakukan sesuatu yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, seperti berkendara dengan sangat cepat
5.Mengungkapkan ide atau kata-kata yang mengindikasikan niat bunuh diri, seperti ‘saya ingin mati’ atau ‘lebih baik saya tidak pernah lahir’
6.Berbicara tentang rasa bersalah atau malu
7.Merasa dirinya menjadi beban bagi orang lain
8.Menjauhkan diri dari kerabat atau keluarga
9.Terlihat cemas atau gelisah
10.Sering berpikir atau berbicara tentang kematian
C.Tindakan Pencegahan Keselamatan
1.Mempunyai fasilitas untuk mencegah pasien melarikan diri atau memecahkan jendela, misalnya dengan adanya personil keamanan atau area pemeriksaan bisa dikunci
2.Pasien yang sedang mengalami agitasi atau agresif sebaiknya dikendalikan dengan obat
3.Menyingkirkan semua barang yang bisa digunakan untuk bunuh diri (misalnya untuk gantung diri, mencekik, benda tajam) atau lokasi-lokasi tempat tali bisa digantungkan
4.Menyingkirkan benda-benda yang bisa digunakan untuk bunuh diri pada diri pasien (misalnya ikat pinggang, korek, benda dari kaca)
5.Membatasi akses ke lokasi berbahaya (misalnya balkon, jendela kaca, lemari linen, sambungan listrik)
D.Penanganan Percobaan Bunuh Diri
1.Psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif atau terapi perilaku dialektis (dialectic behaviour therapy), dengan berdiskusi bersama terapis mengenai masalah yang menimbulkan keinginan bunuh diri dan cara mengendalikan perasaan
2.Obat-obatan, antara lain antidepresan, antipsikotik, dan anticemas, untuk meredakan gejala gangguan mental
3.Adanya dukungan dan bimbingan dari keluarga, misalnya dengan memahami situasi pasien, serta mendukung pasien dalam mengatasi masalahnya
Daftar Pustaka
1.http://repository.usahidsolo.ac.id/3451/2/Tiara%20Azriliani%20Madaningty...
2.https://www.alodokter.com/percobaan-bunuh-diri
3.https://www.alomedika.com/pendekatan-penanganan-pasien-bunuh-diri
4.https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/pencegahan-bunu...
Penulis
Siti Fitriyani,S.Kep.,Ns