Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah termasuk salah satu dari gangguan muskuloskeletal, gangguan psikologis dan akibat dari mobilisasi yang salah. LBP menyebabkan timbulnya rasa pegal, linu, ngilu, atau tidak enak pada daerah lumbal berikut sacrum. Low back pain atau nyeri punggung bawah merupakan sindroma atau keluhan nyeri pada punggung bawah yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain dapat berasal dari kulit, otot, tulang, organ viscera bahkan sikap tubuh yang salah.
Low back pain sering dipakai sebagai kajian nyeri pada regio punggung bawah. Sebenarnya bukanlah diagnosis, tetapi dengan seringnya digunakan istilah tersebut seakan-akan menutupi diagnosis yang sebenarnya . Kasus low back pain diatas bisa ditanggulangi dengan modalitas fisioterapi. Fisioterapi sebagai salah satu disiplin ilmu dibidang kesehatan dapat berperan dalam bidangnya menyelenggarakan pelayanan kesehatan profesional yang bertanggung jawab atas kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, khususnya dalam masalah kapasitas fisik dan kemampuan fungsional penderita, sehingga diupayakan penderita mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri dan mampu produktif tanpa dihalangi oleh permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada. Fisioterapi dalam hal ini memegang peranan untuk mengembalikan dan mengatasi impairment dan keterbatasan aktivitas tersebut, sehingga pasien dapat beraktivitas kembali tanpa adanya keluhan. Penulis dalam hal ini menggunakan modalitas fisioterapi yaitu IR, TENS dan terapi latihan (William Flexion Exercise) untuk mengatasi masalah nyeri punggung bawah.
A.Penyebab Low Back Pain
1.Penyempitan ruang di sekitar sumsum tulang belakang, yang dapat menekan saraf dan menimbulkan nyeri, mati rasa, atau kelemahan di kaki.
2.Masalah struktur tulang belakang,
3.Tegang otot atau keseleo, misalnya akibat mengangkat benda berat, melakukan gerakan mendadak, atau kurang pemanasan sebelum berolahraga
4.Masalah pada saraf, seperti Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau “syaraf terjepit”.
5.Radang sendi atau arthritis
6.Otot atau Ligamen yang Cedera
B.Gejala Low Back Pain
1.Nyeri Tumpul atau Tajam: Terfokus di area punggung bawah.
2.Nyeri Menyebar ke Kaki: Kondisi ini sering disebut skiatika, terutama jika ada saraf terjepit.
3.Kekakuan dan Keterbatasan Gerak: Kesulitan saat membungkuk, meluruskan punggung, atau melakukan aktivitas sehari-hari.
4.Kelemahan atau Mati Rasa: Di area kaki atau tungkai, yang bisa menandakan keterlibatan saraf.
C.Faktor Risiko Low Back Pain
1.Jenis kelamin, lebih banyak perempuan, karena kemampuan otot wanita lebih rendah dibandingkan pria.
2.Indeks Massa Tubuh (IMT), memiliki berat badan yang berlebih maka tulang belakang akan menjadi tertekan dalam menerima beban.
3.Berusia di atas 30 tahun
4.Memiliki kondisi psikologis, seperti depresi, gangguan kecemasan, atau stres berat
5.Mempunyai pekerjaan yang berat, seperti konstruksi atau pekerjaan yang memerlukan banyak mengangkat beban.
D.Pencegahan Mengurangi Risiko Low Back Pain:
1.Berolahraga secara rutin dengan intensitas rendah, misalnya berjalan kaki, bersepeda, atau berenang
2.Menjaga postur tubuh yang baik
3.Tidak mengangkat beban yang terlalu berat atau meminta bantuan kepada orang lain bila perlu
4.Mengatur posisi tidur dan menggunakan kasur yang nyaman serta menopang tulang belakang dengan baik
5.Posisi duduk dan berdiri tegap
6.Mengkonsumsi makanan yang sehat
7.Berendam di air hangat dapat menjadi pilihan saat tiba di rumah setelah seharian bekerja. Selain meredakan rasa nyeri, aktivitas ini juga dapat menghindarkan dari stres.
8.Konsultasi ke dokter apabila rasa nyeri yang dirasakan tidak kunjung reda.
Daftar Pustka
1.https://eprints.ums.ac.id/37523/3/04%20BAB%20I.pdf
2.https://www.halodoc.com/artikel/bisakah-low-back-pain-sembuh-total-ini-j...
3.https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3319/mengenal-low-back-pain-lbp
4.
Penulis
Ns.Melfa Gultom,AMK.,S.Kep