Kesehatan Mental atau Kesehatan jiwa merupakan aspek penting dalam mewujudkan Kesehatan secara menyeluruh yang harus diperhatikan selayaknya Kesehatan fisik. Tidak ada Kesehatan tanpa Kesehatan mental. kegawatdaruratan psikiatri (psychiatric emergency) merupakan cabang dari psikiatri yang mempelajari tindakan segera dalam rangka upaya penyelamatan nyawa maupun upaya pertolongan segera untuk menyelamatkan nyawa, seperti pada kasus percobaan bunuh diri, melukai diri, gaduh gelisah, menganggu lingkungan dan masyarakat sekitarnya, atau hanya mengalami kegelisahan pribadi (personal distress). Sebagian besar ODGJ didiagnosa skizofrenia. Restrain merupakan salah satu bentuk tindakan yang dapat diberikan dalam menangani pasien gaduh gelisah dengan tindakan restrain atau fiksasi. Sebelum melakukan tindakan restrain pada pasien gaduh gelisah, akan diawali dengan pemberian tindakan secara verbal (persuasi) terlebih dahulu kemudian diberikan Tindakan secara kimiawi.  Salah satu bentuk penanganan pasien gaduh gelisah yaitu dengan cara restrain yang secara umum dilakukan oleh anggota keluarga yang dalam anggota keluarganya ada yg mengalami masalah kejiwaan guna mencegah terjadinya perilaku kekerasan yang dapat mencidrai anggota keluarga atau masyarakat disekitar pasien. A.Tanda dan Gejala Pasien Gaduh Gelisah 1.Ketidakmampuan pasien untuk tenang, atau pasien mudah gelisah. 2.Adanya respon dan aktivitas berlebihan pada motorik (perilaku) dan pembicaraan. 3.Adanya ketegangan emosional pada pasien. 4.Kesulitan untuk melakukan komunikasi. 5.Pasien yang mengalami gaduh gelisah akan mengalami kesulitan  untuk berkonsentrasi, dan detak jantung cepat. B.Dampak Lingkungan Terhadap Tingkat Gelisah Pasien  1.Apabila lingkungan perawatan pasien terlalu bising maka akan mempengaruhi terhadap tingkat gelisah pasien. 2.Dengan adanya pencahayaan yang cukup memadai dilingkungan sekitar ruang perawatan pasien akan berdampak terhadap tingkat gaduh gelisah pasien, sehingga penting untuk diperhatikan pencahayaan yang cukup. 3.Menciptakan tata ruang yang aman  dan nyaman akan sangat penting untuk mengurangi tekanan psikologis dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien C.Strategi Efektif Menghadapi Pasien Gelisah  1.Pentingnya menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar pasien merasa dihargai dan tidak terancam dalam proses penanganan. 2.Melakukan komunikasi yang tenang dan jelas sangat membantu mengurangi tingkat kecemasan pasien, dengan menggunakan bahasa sederhana atau daerah dengan nada suara yang lembut. 3.Memberikan ruang pribadi juga penting agar pasien tidak merasa tertekan selama proses perawatan di rumah sakit. D.Tindakan nonfarmakologi pasien gaduh gelisah 1.Dengan memberikan modifikasi atau tata ruanng yang cukup dilingkungan sekitar perawatan pasien dilakukan guna untuk membantu proses tindakan de-eskalasi dan mengurangi gaduh gelisah pasien. Pasien yang mengalami gaduh gelisah sebaiknya dipisahkan dengan pasien lain dan ditempatkan di ruangan tersendiri. Lokasi yang cocok untuk penanganan pasien gaduh gelisah adalah ruangan yang lebih besar, tenang, aman, dan jauh dari benda-benda tajam atau berbahaya.  2.De-eskalasi merupakan proses interaktif secara verbal dan nonverbal dengan pasien yang marah atau gaduh gelisah, sehingga dengan pemberian Tindakan De-esklasi pasien dapat lebih tenang, serta mampu mengontrol diri, dan resiko perilaku kekerasan dapat dihindari. De-eskalasi tidak termasuk pengekangan, pemberian obat, atau mengasingkan pasien. 3.Seklusi atau pengasingan, Tindakan ini tidak direkomendasikan secara rutin karena dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman pada pasien. Seklusi dilakukan pada kondisi di mana de-eskalasi verbal tidak berhasil dan terdapat potensi bahaya pada pasien atau orang lain. Tindakan ini dapat dilaksanakan bersamaan dengan restrain dan dapat dipertimbangkan untuk pemberian obat. Apabila diputuskan untuk dilakukan seklusi maka harus disediakan ruangan khusus dengan diberikan akses untuk dipantau atau diobservasi secara berkala dan berkomunikasi dengan pasien, memiliki ventilasi yang baik, memiliki toilet, dan tata ruang yang mampu menahan kerusakan akibat gaduh gelisah pasien. Seklusi dilakukan dan dievaluasi setiap 2 jam selama proses perawatan pasien. 4.Tindakan pengekangan atau restrain untuk pasien gaduh gelisah sebisa mungkin dihindari. Tindakan ini berisiko menyebabkan cedera pada pasien dengan agitasi. Restrain juga tidak melindungi pasien dari cedera, karena perlawanan terus-menerus terhadap pengekangan dapat menyebabkan kematian jaringan otot rangka atau kerusakan otot. Selain itu, terdapat laporan terkait kejadian kondisi kekurangan oksigen (hipoksia) berat yang mengganggu proses pernapasan normal, sehingga tubuh gagal mendapatkan pasokan oksigen yang memadai, kondisi tercekik atau terperangkapnya suatu organ atau jaringan tubuh yang menyebabkan terhentinya aliran darah dan pasokan oksigen ke area tersebut, dan kompresi dada terkait Tindakan restrain. Oleh karena risiko tersebut, tindakan restrain direkomendasikan hanya untuk pasien yang tetap membahayakan diri sendiri dan orang lain, walaupun sudah diberikan tindakan-tindakan lain untuk mencegahnya.       Daftar Pustaka 1.https://repository.bku.ac.id/id/eprint/384/8/Bab%201.pdf 2.https://www.alomedika.com/tips-untuk-menenangkan-pasien-gelisah 3.https://rsmmbogor.com/gaduh-gelisah 4.https://rsj.babelprov.go.id/detail-artikel/penanganan-gaduh-gelisah-psik...