Panic attack atau gangguan panik merupakan salah satu gangguan mental yang dapat menyerang siapa saja. Panic attack dapat terjadi ketika terdapat pengalaman yang tidak diharapkan yang biasanya juga diikuti oleh rasa takut yang berlebihan serta menetap. Taukah kamu, bahwa panic attack juga tidak terjadi sekali saja namun kejadiannya dapat berulang secara terus-menerus. Panic attack juga dapat menimbulkan perubahan perilaku yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Apakah panic attack mempunyai gejala ? ya tentu saja. Panic attack mempunyai tanda atau gejala berupa adanya episode rasa cemas yang sangat kuat, durasi yang cenderung singkat namun berulang serta tidak dapat diprediksi, selain itu juga diikuti oleh manifestasi klinis yang khas pada setiap individunya. Panic attack kadang dianggap sepele oleh sebagian orang karena merupakan respon tubuh secara ilmiah ketika ada suatu kejian yang tidak diprediksi akan terjadi dan menimbulakn kekhawatiran. Namun nyatanya panic attack ternyata dapat bahaya jika dibiarkan begitu aja. Terutama ketika sudah mengganggu kehidupan sehari-harinya. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya panic attack pada inidividu meliputi faktor biologis, genetik atau psikososial. Biasanya panic attack terjadi secara tiba-tiba dan tanpa disadari apa penyebabnya karena rasa takut dan cemas yang berlebihan. Riwayat panic attack ini berasal dari konsep yang ditemukan oleh Jacob Mendes DaCosta (1833-1990) dengan gejala seperti serangan jantung yang ditemukan pada tentara-prajurit pada perang saudara di Amerika. Gejala yang dialami seperti gejala psikologi dan somatis. Panic attack salah satu jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan serangan panik secara berulang-ulang yaitu periode terpisah dari perasaan ketakutan yang intens dan berhubungan dengan gejala fisik seperti jantung berdebar-debar, sesak nafas, gemetar dan sebagainya. Panic attack dapat terjadi beberapa saar dan akan hilang dengan sendirinya tergantung dari situasi sekitar. Biasanya panic attack diderita pada usia 18-45 tahun dan meningkat pada usia kisaran 20-an. Panic attack dapat menyebabkan seseorang kehilangan kontrol pada dirinya sendiri dan biasanya akan ditandai oleh rekasi fisik yang tidak biasa. Berikut beberapa gejala gangguan panik yang sering terjadi, antara lain : Nafas yang tidak teratur, kesulitan bernafas dan nafas tersengal-sengal Kehilangan keseimbangan pada tubuh Sekujur tubuh atau sebagian tubuh berkeringat Tremor, gemetar pada kaki, tangan, jari dan bagian tubuh lainnya Jantung berdebar lebih cepat dari biasanya Mual, kram perut dan pusing Telinga berdengung Sakit perut Rasa ingin buang air besar atau air kecil Menggigil bahkan merasa demam secara tiba-tiba Gangguan panik ini dapat terjadi dimana saja, seperti saat seseorang sedang berkendara, bekerja, saat tidur, saat berada dikeramaian atau bahkan ketika sedang menikmati waktu bersenang-senang bersama dengan teman dan keluarga. Gangguan panik ini juga dapat terjadi dalam durasi waktu beberapa menit dan akan mereda dengan sendirinya jika seseorang merasa situasinya sudah lebih baik atau sudah berada di lingkungan yang lebih aman. Gangguan panik ini dapat membahayakan seseorang jika terdapat gangguan penyerta yang terjadi seperti agorafobia atau ketakutan irasioal terhadap keramaian atau saat seorang diri yang juga disertai dengan perilaku menghindari tempat-tempat saat serangan panik pertama kali muncul. Penyebab gangguan panik tidak dapat dipastikan secara jelas, baik yang terjadi pada anak-anak, remaja dan juga orang dewasa. Sebagaimana seperti gangguan psikoligis lainnya terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya panic attack tersebut, yaitu  Faktor biologis (genetik dengan adanya penyakit sistemik) Faktor psikoedukasi (kepribadian seseorang ketika masih bayi hingga saat ini) Faktor sosiokultural ( lingkungan tempat seseorang tinggal yang dapat mempengaruhi karena dapat memicu stres) Biasanya gangguan panik dipicu oleh rasa cemas tentang suatu hal atau oleh seseorang yang mengalami stres namun ada juga yang tidak ada pencetus apapun. Terdapat beberapa situasi yang sering kali menjadi penyebab gangguan panik, seperti berikut 1.Faktor genetik, yaitu terdapat keluarga yang juga mengalami gangguan panik. 2.Trauma, ketika seseorang mengalami kejadian yang menimbulkan rasa trauma (takut, sedih, marah, tertekan) yang biasanya mengganggu kehidupan sehari-hari yang disadari maupu tidak disadari. Hal ini terus tumbuh dan mendalam sehingga menimbulkan cemas ketika dirasa berda disituasi yang sama saat mengalami truma. 3.Pola hidup yang tidak sehat, konsumsi kopi secara berlebih dan konsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan panik secara berlebih. 4.Mengalami perubahan secara drastis dalam hidup, seperti kematian, kehilangan pekerjaan, putus cinta yang dianggap menjadi pemicu stressor. 5.Gangguan fungsional dan sistem saraf pusat dalam bentuk hiperaktivitas sistem saraf otonom dan tergangunnya biokimia pada saraf otak. Pengobatan panic attack Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengurangi frekuensi panic attack dan meminimalisir gejala yang timbul terdapat dua metode, yaitu : 1.Psikoterapi Jika seseorang merasa gangguan panik yang dialaminya sudah mengganggu aktivitas sehari-harinya, maka dianjurkan untuk segera melakukan terapi oleh dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiater. Psikoterapi yang dapat dilakukan berupa psikoterapi suportif, reedukatif berupa terapi kognitif dan perilaku atau terapi rekonstruktif. 2.Obat-obatan Dokter atau psikiater akan memberikan beberapa resep obat yang dapat dikonsumsi penderita gangguan panik dengan menyesuaikan tingkat gejalanya. Agar proses pengobatan berjalan dengan maksimal maka diperlukan kedasaran dan juga motivasi yang tinggi diri sendiri, bukan hanya keinginan untuk sembuh namun juga mengubah pola hidup menjadi lebih sehat  juga sangat diperlukan, anatar lain : Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang Berorahraga atau meditasi secara rutin Istirahat yang cukup dengan tidur minimal 8 jam per haari Menghindari minuman beralkohol dan kafein Berhenti merokok Ganguan panik dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita dan dapat sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Beberapa hal yang dapat terjadi jika gangguan panik tidak segera ditangani ialah : Depresi Keinginan untuk bunuh diri Perasaan takut yang berlebih pada situasi atau tempat yang meyebabkan panik Penyalahgunaan narkotika dan minuman beralkohol Gangguan emosi yang dapat memicu perubahan sikap serta berdampak pada lingkungan sekitar.   Sumber  https://www.journalofmedula.com/index.php/medula/article/download/244/20... https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1992/gangguan-panik