Besarnya tekanan hidup serta kurangnya kesadaran tentang pola hidup yang sehat menimbulkan banyaknya keluhan kesehatan, diantaranya adalah gangguan pola tidur. Lalu apakah gangguan pola tidur bisa berakibat fatal?
Gangguan pola tidur merupakan kondisi dimana kualitas tidur dan kuantitas waktu tidur yang menurun akibat dari faktor eksternal, stres, dan gangguan fisik.
Gejala Umum
Gejala yang umum timbul dari gangguan pola tidur adalah ;
Mengeluh sulit tidur atau butuh waktu lama untuk bisa terlelap
Sering terbangun di malam hari atau bangun terlalu dini
Merasa tidak puas atau tidak segar saat bangun tiudr
Badan terasa lemas, lesu, dan konsentrasi menurun di siang hari
Suasana hati menjadi mudah berubah (mood swing), cemas, atau mudah marah
Penyebab Utama
Banyak hal yang bisa menyebabkan gangguan pola tidur, namun ada beberapa penyebab utama gangguan pola tidur, diantaranya adalah ;
Stres dan kecemasan
Stress dan kecemasan berlebih dapat menjadi penyebab gangguan pola tidur dikarenakan pikiran yang terus aktif membuat otak gagal beristirahat.
Lingkungan
Lingkungan sangat berpengaruh terhadap gangguan pola tidur, seperti lingkungan yang bisisng, terlalu terang, atau pun lingkungan yang dirasa kurang nyaman.
Gaya hidup
Gaya hidup juga bisa menyebabkan gangguan pola tidur. Mengkonsumsi kafein berlebih, alcohol, dan kebiasaan bekerja hingga larut malam.
Kondisi medis
Kondisi medis tertentu juga bisa menjadi penyebab gangguan pola tidur, seperti nyeri fisik, gangguan pernapasan, atau penyakit kronis.
Cara Mengatasi Sederhana
Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan pola tidur adalah ;
Jadwalkan jam tidur dan bangun tidur secara teratur dan konsisten setiap hari
Membuat lingkungan yang nyaman dengan mematikan lampu dan mengurangi kebisingan
Hindari penggunaan gawai (gadget) yang berlebihan, dan mengurangi konsumsi kafein beberapa jam sebelum tidur
Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam
Gangguan Pola Tidur dan Gangguan Jiwa
Salah satu yang paling sering ditanyakan kepada klien dengan gangguan jiwa adalah bagaimana pola tidurnya selama beberapa waktu terkahir. Dan sebagian dari mereka mengeluhkan gangguan pola tidur yang parah. Tidak jarang keluarga klien mengatakan kl;ien tidak tidur dalam 3 hari terakhir bahkan lebih.
Gangguan pola tidur dan gangguan jiwa memiliki hubungan yang erat dan bersifat timbal balik (dua arah), dimana masalah tidur bisa menjadi gejala atau pemicu kondisi kejiwaan.
Hubungan Timbal Balik
Gejala penyerta
Lebih dari 60% Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengalami insomnia. Maka salah satu anamnesa yang biasa dilakukan adalah mengkaji pola tidurnya.
Faktor pemicu
Kurang tidur kronis atau gangguan tidur yang tidak diatasi dapat meningkatkan stres otak dan memicu atau memperburuk gangguan mental seperti kecemasan dan atau depresi.
Resiko kekambuhan
Gangguan pola tidur yang menetap setelah perawatan jiwa dapat meningkatkan resiko kekambuhan gejala.
Jenis Gangguan Tidur yang Sering Terkait
Insomnia : sulit memulai atau mempertahankan tidur, paling sering ditemukan pada pasien cemas dan depresi.
Hiperinsomnia : kondisi tidur secara berlebihan atau terus menerus mengantuk setiap hari.
Gangguan irama sirkadian : ketidakselarasan jam biologis tubuh yang sering terjadi pada gangguan suasana hati.
Catatan Penting
Perlu digaris bawahi ada hal-hal penting yang harus digaris bawahi, mengenai gangguan pola tidur dan gangguan jiwa diantaranya ;
Bukan tanda pasti
Mengalami gangguan pola tidur bukan serta merta seseorang mengalami gangguan jiwa, karena masalah tidur juga bisa disebabkan oleh stres harian, faktor fisik, atau gaya hidup (seperti yang sudah dijelaskan di atas).
Hindari Self-diagnosis
Penting diketahui untuk tidak melakukan diagnosis sendiri atau orang lain mengalami gangguan jiwa hanya karena mengalami gangguan pola tidur. Konsultasikan dengan tenaga medis professional jika mengalami gangguan pola tidur yang dirasa sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Referensi :
gangguan pola tidur - Search