Trigger finger merupakan kondisi peradangan pada jaringan yang menghubungkan otot ke tulang (tendon), yang membuat jari tangan terasa kaku dan nyeri saat digerakkan.. Kondisi ini biasanya dirasakan saat terlalu lama mengetik. Trigger finger dapat diobati tergantung dengan tingkat keparahan, mulai dengan istirahat hingga tindakan pembedahan atau operasi. Trigger finger terjadi saat selubung pelindung yang mengelilingi tendon jari mengalami peradangan. Tendon sendiri merupakan jaringan penghubung antara otot dan tulang. Apabila tendon di jari tangan mengalami peradangan, maka jari tangan akan terasa kaku atau seperti terkunci pada satu posisi. Bagi orang yang mengalami trigger finger akan merasakan nyeri di bagian pangkal jarinya, terutama saat menekuk atau meluruskan jari. Selain rasa nyeri, kondisi ini terkadang juga disertai dengan  adanya gejala lain, seperti adanya sebuah benjolan di pangkal jari atau terdengar bunyi ‘klik’ saat jari ditekuk atau diluruskan. Trigger finger sering disamakan  dengan carpal tunnel syndrome. Hal ini karena keduanya memiliki gejala yang hampir sama dan dapat memengaruhi pergerakan tangan, menimbulkan adanya rasa nyeri, dan mengurangi kemampuan tangan untuk bekerja. A.Penyebab Trigger finger Trigger finger terjadi ketika pada lapisan tendon di jari tangan mengalami peradangan dan iritasi. Tendon merupakan jaringan ikat yang menghubungkan tulang dan otot. Setiap tendon dilapisi oleh pelindung yang memengaruhi pergerakan normal tendon. Apabila lapisan pelindung mengalami peradangan atau iritasi, lapisan tendon dan jaringan parut dapat menebal dan menyebabkan fibrosis. Kondisi ini membuat pergerakan tendon menjadi terbatas. B.Faktor Resiko Trigger finger 1.Sering melakukan pergerakan yang sama dan  berulang kali, misalnya mengetik. 2.Mempunyai riwayat penyakit seperti : artritis  3.Usia diatas 40 - 60 tahun 4.Sering melakukan aktivitas yang menggunakan jari tangan 5.Jenis kelamin perempuan lebih beresiko mengalami tringger finger. C.Gejala Trigger finger 1.Jari tangan menjadi kaku, terutama terjadi dipagi hari. 2.Timbulnya bengkak atau benjolan di telapak tangan bagian tangan yang mengalami kondisi ini. 3.Jari terkunci dalam posisi bengkok dan tidak dapat diluruskan kembali 4.Munculnya sensasi kejut saat menggerakkan jari. D.Pencegahan Trigger Finger Meskipun tidak semua kasus trigger finger dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terjadinya trigger finger. Hindari aktivitas yang memicu gerakan berulang dan genggaman kuat dalam waktu lama. Jika pekerjaan atau hobi melibatkan gerakan repetitive atau  aktivitas fisik, pekerjaan, atau perilaku motorik yang dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu, pastikan untuk sering beristirahat dan melakukan peregangan jari serta tangan.  E.Cara Mengatasi Trigger Finger 1.Istirahatkan jari dan hindari aktivitas  yang berulang 2.Mengurangi gerakan berulang membantu meringankan gejala. 3.Melakukan kompres hangatguna untuk melancarkan sirkulasi dan mengurangi nyeri. 4.Mengonsumsi obat-obatan seperti antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan nyeri dan mengurangi inflamasi serta pembengkakan pada jari yang terdampak. 5.Tindakan operasi dilakukan apabila perlu     Daftar Pustaka 1.https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-trigger... 2.https://persadahospital.co.id/artikel/tulang-dan-nyeri/trigger-finger 3.https://www.ekahospital.com/better-healths/trigger-finger-penyebab-gejal... 4.https://www.alodokter.com/ketahui-penyebab-trigger-finger-dan-cara-mengo...