Generasi Z, yang terlahir diantara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, dikenal sebagai generasi paling terkoneksi secara digital. Mereka tumbuh bersama internet, media sosial, dan arus informasi yang serba cepat. Namun di balik citra generasi yang kreatif, adaptif, dan terbuka terhadap perubahan, tersimpan masalah serius yang kian mencuat yaitu adanya krisis kesehatan mental pada  Gen Z. Bagi banyak Gen Z, media sosial bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga arena pembuktian diri. Tekanan untuk terlihat sempurna, memiliki banyak pengikut, dan mengikuti tren terbaru sering kali membuat mereka merasa cemas dan tidak cukup baik. Fenomena sosial comparison  membandingkan diri dengan orang lain di dunia maya menjadi sumber stres yang tidak terlihat, namun nyata dampaknya bagi Gen Z. Sebuah penelitian dari berbagai lembaga menunjukkan meningkatnya kasus kecemasan, depresi, dan burnout di kalangan remaja dan dewasa muda. Mereka hidup dalam situasi paradoks, terkoneksi secara digital, tetapi merasa terisolasi secara emosional. Banyak dari mereka mengaku sulit berkomunikasi secara tatap muka, lebih mudah mengekspresikan diri lewat layar, namun kesepian dalam kehidupan nyata. Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya di kalangan mahasiswa Gen Z, yang terlalu banyak menonton konten receh ternyata berbahaya bagi otak kita, karena membuat kita terbiasa mengonsumsi hal-hal yang bersifat instant. Kemampuan kita untuk menikmati konten berdurasi panjang pun semakin berkurang. Jika dulu kita bisa menonton film berdurasi satu jam tanpa masalah, sekarang rasanya semakin menantang. Bahkan, konten dengan durasi lebih dari tiga menit sering kali tidak kita selesaikan.    A.Alasan Gen Z Lebih Rentan Mengalami Gangguan Kesehatan Mental 1.Mempunyai padangan yang pesimis tentang dunia 2.Banyaknya paparan media sosial di era sekarang 3.Kuranganya berinteraksi secara langsung atau tatap muka dengan orang lain di sekitarnya. 4.Lebih peduli terhadap isu sosial dan politik 5.Adanya ketidakpastian dimasa yang akan datang 6.Tekanan akademik dan karier  7.Minimnya literasi kesehatan mental 8.Kurangnya komunikasi diantara anggota keluarga B.Jenis Gangguan Mental Yang Retan Terjadi Pada Gen Z 1.Gangguan kecemasan 2.Gangguan perilaku 3.Gangguan emosi 4.Gangguan makan 5.Gangguan psikosis 6.Gangguan kepribadian C.Ciri-Ciri Orang Yang Tidak Sehat Mentalnya 1.Merasa tidak bahagia dalam kehidupan dan hubungan sosial. 2.Merasa dalam keadaan tidak aman dengan rasa takut dan khawatir yang mendalam  3.Tidak percaya akan kemampuan diri. 4.Tidak memiliki kematangan emosional. 5.Kepribadian yang kurang mantap. 6.Mengalami gangguan dalam sistem syarafnya. 7.Tidak dapat memahami kondisi dirinya sendiri D.Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Remaja Gangguan kesehatan mental pada remaja atau Gen Z sering kali disepelekan, sehingga cenderung tidak terdiagnosis secara dini dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, bahkan justru kerap diabaikan. Padahal, kondisi ini dapat berpengaruh buruk terhadap perkembangan emosi, sosial, bahkan fisik anak remaja. Pada kasus yang lebih parah, gangguan mental pada remaja dapat memicu tindakan bunuh diri (suicide). Inilah sebabnya mengapa kesehatan mental remaja sangat penting dan perlu untuk diperhatikan. Demikianlah penjelasan mengenai gangguan mental pada remaja atau Gen Z yang penting untuk disadari, terutama oleh para orang tua. Hal ini perlu diperhatikan dan segera mendapatkan penanganan dari profesional secepatnya, sehingga orang tua harus segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater apabila menyadari adanya perubahan pada perilaku, pola pikir, dan suasana hati anak remaja yang tidak biasa.     DAFTAR PUSTAKA 1.https://pls.fip.unesa.ac.id/post/sunyi-di-dunia-digital-menyibak-krisis-... 2.https://www.halodoc.com/artikel/ini-5-alasan-gen-z-lebih-rentan-terhadap... 3.https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/gangguan-keseha...