Stres mempengaruhi hidup manusia dari berbagai segi. Stres mengganggu tidur, mempengaruhi suasana hati, membuat sakit. Tapi yang lebih penting lagi, stres merusak otak. Demikian studi teranyar. Kita semua pernah mengalami stres, bukan? Tetapi jika mengalami stress secara rutin itu bisa berpengaruh sangat besar atas pikiran dan tubuh manusia. Itu bisa menyebabkan keletihan mental dan membuat orang mudah tersinggung atau marah. Itu juga menyebabkan orang tidak bisa tidur, kehilangan nafsu makan dan libido. Stres juga bisa menyebabkan naiknya risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular dan gastrointestinal, serta diabetes.
Menumpuknya pekerjaan, dikejar deadline, atau mungkin ditambah atasan atau rekan kerja yang tukang bullying, bisa bikin kepala mau pecah dan berujung stres. Stress terus-menerus karena pekerjaan atau karena stres tidak diatasi dengan baik, bisa berdampak serius bagi kesehatan fisik dan psikis. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa stres di tempat kerja dikategorikan sebagai penyakit. Kondisi ini juga dapat umum disebut sebagai burnout.
Dalam International Classification of Disease (ICD) terbaru, WHO mendefinisikan burnout sebagai sindrom hasil stres kronis di tempat kerja yang tidak diatasi atau dikelola dengan baik.
Apa itu Stres Karena Pekerjaan?
Dilansir dari laman WHO, stres karena pekerjaan dapat didefinisikan sebagai hal berikut:
1. Respons yang dimiliki seseorang ketika dihadapkan dengan tuntutan dan tekanan yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan yang menantang kebiasaan pekerja untuk mengatasinya.
2. Stres bisa terjadi dalam berbagai kondisi kerja, tetapi lebih sering memburuk ketika pekerja merasa hanya memiliki sedikit dukungan dari atasan dan kolega, begitu juga kontrol yang terlalu terbatas pada proses kerja.
3. Sering terjadi kebingungan antara tekanan atau tantangan dan stres. Terkadang, hal itu digunakan untuk “menoleransi” praktik manajemen buruk perusahaan.
Bagi sebagian orang, stres mungkin menjadi hal yang ‘positif’ karena bisa memacu hormon adrenalinnya untuk membereskan pekerjaan yang menumpuk saat itu juga.
Namun, stres karena hal tersebut bukanlah hal yang baik. Pasalnya, stres karena pekerjaan bisa mengganggu kinerja seseorang, sehingga menyebabkan produktivitas dan kreativitas menurun.
Tanda Anda Stres Akibat Pekerjaan
Luangkan waktu sejenak untuk mengecek apakah Anda merasakan tanda-tanda di bawah ini. Bila banyak yang sesuai, itu tandanya Anda mengalami stres karena pekerjaan.
1. Adanya Perubahan Fisik, Psikis, dan Perilaku
Tanda dan gejala fisik stres karena pekerjaan meliputi kelelahan, ketegangan otot, sakit kepala, berdebar dan sulit tidur. Gangguan saluran cerna, seperti nyeri ulu hati, diare, dan sulit buang air besar juga dapat muncul akibat stres pekerjaan.
Sementara itu, gejala psikis stres akibat pekerjaan antara lain depresi, kecemasan, iritabilitas, pesimistis, hilang semangat, dan panik. Pekerja pun bisa sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan.
2. Rambut Rontok
Kehilangan beberapa helai rambut memang normal terjadi setiap harinya. Namun, jika jumlah rambut yang rontok abnormal, misalnya lebih dari 100 helai per hari, itu bisa menjadi tanda Anda mengalami stres. Stres dapat mendorong folikel-folikel rambut masuk ke dalam fase istirahat. Beberapa bulan kemudian, rambut-rambut dari folikel yang masuk ke dalam fase istirahat akan rontok.
3. Mengalami Gangguan Pencernaan
Stres juga bisa memperlambat pengosongan makanan dari perut, yang menyebabkan perut jadi penuh gas dan juga kembung. Bahkan, tidak jarang terjadi kontraksi usus yang menyebabkan kram perut dan juga diare.
4. Berat Badan Tidak Stabil
Stres memicu pelepasan hormon kortisol yang mengganggu kemampuan tubuh untuk memproses gula darah. Stres juga dapat mengubah cara memetabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Pada akhirnya, hal itu dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan.
5. Jadi Gampang Sakit
Stres kronis dapat memengaruhi daya tahan tubuh orang usia berapa pun. Anak-anak mungkin mengeluh tentang sakit perut dan mimpi buruk, sementara remaja sering mengalami sakit kepala saat sedang stres. Sementara itu, orang dewasa yang mengalami stres biasanya merasa kekakuan di leher, bahu, dan punggung. Semua usia bisa mengalami masalah tidur saat stres.
Cara Mengatasi Stres dan Burnout Akibat Pekerjaan
Jika Anda mengalami tanda-tanda stres di atas, segera cari solusinya. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengatasi stres akibat pekerjaan?
1. Beristirahat
Hal pertama yang bisa dilakukan guna mengatasi stres akibat pekerjaan adalah mengambil waktu untuk rehat sejenak.
Bicarakan hal ini baik-baik dengan atasan bila memungkinkan. Anda bisa mengambil cuti beberapa hari untuk berlibur atau melakukan hal-hal lain yang digemari.
2. Bercerita dengan Orang yang Dipercaya
Jangan memendam masalah sendiri, mintalah nasihat atau curahkan beban Anda kepada teman atau saudara yang Anda percaya.
Jangan ragu meminta bantuan pekerjaan dari orang lain sesuai kapasitas dan prosedur. Anda bisa meminta bantuan dari rekan kerja lain untuk menyelesaikan tugas yang bisa dikerjakan bersama-sama.
3. Perhatikan Asupan Gizi dan vitamin
Nutrisi yang baik merupakan kunci penopang kesehatan tubuh. Jadi jangan anggap sepele makan siang Anda di kantor.
Pastikan Anda makan secara teratur dengan asupan makan yang bergizi agar Anda mendapatkan berbagai nutrisi yang diperlukan tubuh, begitu juga dengan vitamin
1. Manajemen stres
Bahkan di dalam ilmu keperawatan pun ada cara untuk mengatasi stres yang di kenal dengan manajemen stres.
Definisi manajemen stres adalah mengidentifikasi dan mengelolah tingkat stres dengan tujuan meningkatkan fungsi individu, pada manajemen stres selain kita bisa mengidentifikasi tingkat stres, kita juga bisa mengatasi stres dengan teknik nonfarmaka seperti :
Latihan pernafasan (tarik nafas dalam )
Masase
Relaksasi progresif
Imajinasi terbimbing
Terapi murattal
Terapi sentuhan
Terapi music
Terapi tertawa dan
Meditasi
2. Sentuhan
Peneliti menemukan, orang bisa mendeteksi emosi tertentu, seperti cinta, kemarahan, rasa terima kasih dan jijik lewat sentuhan. Sentuhan positif bisa mengurangi agresi dan meningkatkan tingkah laku yang sosial. Itu juga bisa membentuk dan menjaga ikatan emosional.
kontak antar manusia (sentuhan) bisa meningkatkan kondisi kesehatan fisik dan mental, meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan risiko penyakit jantung, dan menekan kadar hormon stres seperti kortisol pada wanita. Sentuhan ini seperti pelukan hangat dan pijatan atau masase.
DAFTAR PUSTAKA
http://p2ptm.kemkes.go.id. Apakah dampak negative stres terhadap otak manusia. Diakses pada tanggal 23 Januari 2022. Pukul 20:35 wib
http://p2ptm.kemkes.go.id. Manfaat sentuhan fisik untuk mengatasi stress. Diakses pada tanggal 23 Januari 2022. Pukul 20:35 Wib
https://www.klikdokter.com. Kenali tanda-tanda stres karena pekerjaan. Diakses pada tanggal 23 Januari 2022. Pukul 20:35 wib
PPNI.2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta : DPP PPNI
Penulis
Yunhar Nursaleh, S. Kep, Nes