Didalam perawat dalam melakukan praktik keperawatan, mempunyai area atau wilayah dimana perawat tersebut mengembangkan suatu asuhan keperawatan yang efektif dan efisien bagi klien. Disemua area bahkan perawat dapat melakukan praktik keperawatan yang menjadi tanggung jawab profesinya. Sebut saja misalnya area keperawatan bedah, anak, maternitas, gerontik, keerawatan kritis, komunitas dan jiwa. Bahkan seiring dengan perkembangan jaman, area keperawatan menjadi semakin luas seperti keperawatan kesehatan penerbangan dengan konsentrasi ilmu perawat udara (flight nurse), keperawatan kardiovaskuler, endokrin, perkemihan dan lain sebagainya.
Didalam suatu Rumah Sakit, Rumah Sakit Jiwa misalnya, maka pasien yang datang ke Rumah Sakit yang ingin mendapatkan pelayanan yang baik, juga terdapat alur pasien dari mulai masuk, selama dirawat jika rawat inap, dan pulang ke rumah. Keperawatan jiwa terlibat dalam alur tersebut, dan jika dilihat lebih dalam, maka terdapat area-area atau kelompok-kelompok dalam keperawatan jiwa yang masing-masing mempunyai ke-khas-an dan perbedaan tersendiri. Sebut saja misalnya ketika pasien mengalami gaduh gelisah psikiatri, maka perawat yang menangani pasien tersebut harus mempunyai kompetensi penangangan pasien dengan gaduh gelisah psikiatri. Kompetensi dapat dibuktikan dengan beberapa hal, sertifikat pelatihan misalnya, lulus kredensial atau sertifikat lulus assesment, yang kembali diatur oleh manajemen keperawatan Rumah Sakit Jiwa.
Seminatan adalah kekhususan dari area pelayanan kesehatan di suatu Rumah Sakit khususnya keperawatan yang mempunyai kompetensi khusus masing-masing agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang tepat sasaran dan efektif. Seminatan dalam keperawatan jiwa dapat diperdalam lagi dengan membagi menjadi beberapa area/kelompok seminatan jiwa, seperti keperawatan jiwa kritis, keperawatan jiwa akut, keperawatan jiwa maintenance, keperawatan jiwa rawat jalan dan keperawatan jiwa gerontik.
Keperawatan jiwa kritis merupakan bentuk pelayanan keperawatan yang berfokus pada pelayanan gaduh gelisah psikiatri dengan tidak menyampingkan kebutuhan dasar lainnya. Gaduh gelisah dapat dicirikan dengan mengamuk, berhalusinasi kuat, menyakiti diri sendiri dan orang lain, gejala putus obat, riwayat percobaan bunuh diri (suicide) dan beberapa keadaan gaduh lainnya. Diperlukan perawat di area ini dengan kompetensi yang baik dalam menangani pasien dengan masalah keperawatan kritis jiwa. Kompetensi yang dimaksud misalnya sertifikat pelatihan khusus keperawatan kritis jiwa, sertifikat lulus kredensial area keperawatan kritis jiwa, dan lain sebagainya sesuai dengan ketentuan dan kebijakan Rumah Sakit. Sehingga perawat yang bekerja di area keperawatan kritis jiwa mempunyai kompetensi yang tinggi dan dapat dijamin bahwa pelayanan yang dilakasanakan adalah pelayanan keperawatan yang profesional.
Begitu juga dengan seminatan area/kelompok rawat jalan, rawat inap akut dan maintenance psikiatri, perawat yang bekerja di area tersebut harus mempunyai kompetensi khusus, yang didapat dari pelatihan-pelatihan yang relevan di area tersebut dan uji kompetensi yang diadakan. Pelatihan yang dimaksud misalnya pelatihan tentang MPKP (Model Praktik Keperawatan Profesional), TAK (Terapi Aktifitas Kelompok), CMHN (Community Mental Health Nursing), dan lain sebagainya. Demikian juga misalnya seminatan area keperawatan Gerontik, maka perawat yang bekerja di area ini mesti sudah mendapat pelatihan tentang Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik, sehingga perawat mempunyai kompetensi kekhususan di area dimana berpraktek.
Pada prakteknya, di masing-masing area/kelompok seminatan juga mempunyai mekanisme evaluasi berupa bimbingan atau precetorship, dengan perawat yang mempunyai jenjang karir lebih tinggi melakukan supervisi kepada perawat dengan jenjang karir dibawahnya. Sehingga dapat diketahui sejauh mana kompetensi yang sudah dicapai di area tersebut dan kompetensi apa yang perlu ditingkatkan. Dan pada akhirnya, pada area/kelompok seminatan tertentu terdapat kebijakan tentang penempatan tenaga perawat, misalnya perawat dengan jenjang karir tertentu hanya betugas di area/kelompok seminatan sejenis dan tidak bisa dirotasi ke area/kelompok seminatan yang lain.
Dengan adanya seminatan tersebut, maka perawat dapat mengembangkan ilmunya dengan lebih fokus pada area masing-masing. Mencari fokus dalam penelitian dapat dilakukan lebih mudah oleh perawat pada area masing-masing, dengan melihat fenomena yang terjadi di area tertentu. Penelitian dapat melihat beberapa variabel dalam pelayanan di Rumah Sakit Jiwa, salah satu misalnya Clinical Pathway, dimana Clinical Pathway sangat erat kaitannya dengan Seminatan ini. Dengan melihat hari pelayanan di masing-masing area/kelompok seminatan, maka masing-masing perawat dapat berusaha sebaik mungkin untuk melakukan asuhan keperawatan yang tepat, dimana didalamnya terdapat intervensi-intervensi keperawatan yang khas di masing-masing area. Sehingga jika terjadi perlambatan atau deviasi dari target pelayanan , maka dapat segera dilakukan analisa untuk mencari penyebabnya.
Dengan demikian, aktualisasi diri perawat dapat ditingkatkan dengan melakukan asuhan keperawatan sesuai keahlian di masing-masing area/kelompok seminatannya, sehingga tercapai kualitas output asuhan keperawatan yang bermutu tinggi bagi penerima layanan keperawatan.
Penulis
Aswin Hardi,S.Kep