Retardasi Mental merupakan sebuah keadaan dengan intelegensi yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang. Retardasi mental adalah keadaan yang penting secara klinis maupun sosial. Kelainan ditandai oleh keterbatasan kemampuan yang diakibatkan oleh gangguan yang bermakna dalam intelegensia terukur dan perilaku penyesuaian diri (adaptif). Retardasi mental juga mencakup status sosial, hal ini dapat lebih menyebabkan kecacatan dari pada cacat khusus itu sendiri. Karena batas-batas antara normalitas dan retardasi mental seringkali sulit digambarkan, identifikasi pediatric, evaluasi, dan perawatan anak dengan kesulitan kognitif serta keluarganya memerlukan tingkat kecanggihan teknis maupun sensitivitas interpersonal yang besar A.Tanda – Tanda Retardasi Mental 1.Tingkat kecerdasan IQ sangat rendah  2.Perhatiannya mudah berpindah-pindah/labil atau sulit berkonsenterasi  3.Tidak mampu merawat diri sendiri  4.Daya ingat atau memori lemah  5. Minatnya hanya mengarah pada hal-hal yang sederhana yang dianggapnya menarik  6.Kelainan fisik/jasmani yang khas  7.Apatis/acuh tak acuh terhadap lingkungan  8.Terlambatnya keterampilan berekspresi dan berbahasa  9.Keterlamabatan pada motorik halus dan motorik kasar B.Deteksi Dini Anak Retardasi Mental 1.Deteksi dini gangguan tumbuh kembang berfungsi untuk mengidentifikasi dan menjelaskan malnutrisi atau malnutrisi pada anak.  2.Skrining disabilitas perkembangan, yang dilakukan untuk mendeteksi disabilitas perkembangan pada anak, antara lain keterlambatan bicara dan berjalan, gangguan penglihatan dan pendengaran.  3.Deteksi dini anomali mental-emosional, dilakukan untuk mendeteksi masalah mental dan emosional, attention deficit hyperactivity disorder dan autisme. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, dilakukan untuk mengetahui dan menemukan gizi buruk atau status gizi kurang pada anak C.Klasifikasi Retardasi Mental 1.Retardasi Mental Ringan  Anak penyandang retardasi mental ringan dapat menulis, membaca dan belajar berhitung sederhana. Dengan pelatihan dan bimbingan yang baik, bahkan anak retardasi mental pada tingkat ringan pun mampu mencapai hasil yang baik. Anak yang mengalami retardasi mental ringan biasanya tidak memiliki masalah fisik. Secara fisik, mereka umumnya sama dengan anak normal. Tingkat kecerdasan anak retardasi mental bervariasi, IQ nya berada antara 50 sampai 70, sehingga mereka mempunyai kemampuan untuk meningkat dalam studi akademik, penyesuaian sosial dan pekerjaan sederhana. 2.Retardasi Mental Sedang  Anak dengan retardasi mental sedang dapat berkembang dari anak normal hingga usia sekitar 7 tahun. Mereka masih bisa belajar menjaga diri sendiri, belajar bagaimana melindungi diri dari bahaya, menghindari kebakaran, berjalan di jalan raya, melindungi diri dari hujan, dan lain-lain. Anak-anak dengan kelainan retardasi mental mengalami kesulitan dan bahkan tidak dapat belajar membaca, menulis, dan berhitung. Dalam kehidupan mereka sehari-hari membutuhkan perawatan yang konstan. Tingkat kecerdasan IQ anak retardasi mental sedang berkisar 35 – 50, mereka dapat belajar keterampilan sekolah, masih mampu melakukan perawatan diri (self-help), mampu beradaptasi dengan lingkungannya, mampu melakukan tugas-tugas rutin, namun tetap membutuhkanbimbingan. 3.Retardasi Mental Berat Anak-anak dengan retardasi mental berat memiliki keterampilan yang hanya dapat dicapai oleh anak-anak normal dalam waktu kurang dari tiga tahun. Anak retardasi mental berat membutuhkan bantuan untuk mandiri sepenuhnya, baik itu makan, mandi, minum, berpakaian, dan lainnya. Mereka juga membutuhkan perlindungan dari berbagai bahaya. Anak retardasi mental berat memiliki IQ 20-40. Kelompok penyandang retardasi mental berat ini mencakup total 3-4 orang dari kelompok penyandang retardasi mental.  4.Retardasi Mental Sangat Berat  Anak retardasi mental memiliki IQ di bawah 20, yang mana mereka yang mengalami ini berjumlah sekitar 1 - 2 % dari anak penyandang retardasi mental. Anak dengan retardasi mental berat di masa kanak-kanak memiliki gangguan yang kuat dan terlihat pada bidang sensorimotor mereka. Sehingga anak penyandang retardasi mental berat membutuhkan bantuan secara total dalam hal perawatan diri. Sehingga, mereka membutuhkan proteksi dari bahaya dan pengawasan selama hidupnya. D.Karakteristik Psikologis Anak Retardasi Mental 1.Hiperaktif dan Attention Deficit Disorder, biasanya dengan kesulitan berkonsentrasi penuh pada guru atau pendidik  2.Kesulitan mengingat dan berpikir, yaitu ketidakmampuan dalam memecahkan masalah.  3.Persepsi abnormal, terutama terkait dengan persepsi visual dan persepsi pendengaran.  4.Kesulitan dalam belajar dan persepsi pada bidang akademik. E.Hambatan Bagi Anak Penyandang Retardasi Mental 1.Masalah penyesuaian diri. 2.Masalah kepribadian 3.Masalah belajar 4.Gambaran bicara dan Bahasa     Daftar Pustaka 1.http://repository.unimus.ac.id/1994/4/bab%202.pdf 2.https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/2338/3/BAB_2.pdf 3.https://repository.unas.ac.id/id/eprint/6978/4/BAB%202.pdf