Seseorang yang berusia lanjut akan mengalami perubahan-perubahan akibat penurunan fungsi sistem tubuh, salah satu perubahan tersebut adalah perubahan kejiwaan. Masalah kesehtan jiwa lansia yang sering muncul adalah gangguan proses pikir yang ditandai dengan lupa, pikun, bingung, dan curiga, gangguan perasaan diantaranya ditandai dengan kelelahan, acuh tak acuh, mudah tersinggung, gangguan fisik/somatic tanpa penyebab yang jelas meliputi gangguan pola tidur, gangguan makan dan minum, gangguan perilaku ditandai dengan enggan berhubungan dengan orang lain, dan ketidakmampuan merawat diri sendiri.
Keluarga merupakan masyarakat terkecil dimana lansia berada. Perubahan kejiwaan pada lansia akan mempengaruhi status kesehatan keluarga. Oleh karena itu keluarga dan lansia perlu mengetahui perubahan kejiwaan pada lansia agar dapat mencegah terjadinya gangguan jiwa pada lansia. Keterlibatan keluarga akan menentukan keberhasilan perawatan kesehatan jiwa lansia.
Berdasarkan definisi secara umum, seseorang dikatakan lanjut usia (lansia) apabila usianya 65 tahun keatas. Lansia bukan suatu penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stress lingkungan. Lansia adalah keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan leseimbangan terhadap kondisi stress fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual . Perlu ada peran yang besar dari keluarga sebagai orang-orang yang sangat dekat dengan klien untuk bagaimana bisa merawat dengan baik dan bahkan membuat lansia tersebut menjadi mandiri serta sejahtera di masa tuanya. Peran keluarga secara informal adalah sebagai motivator, edukator, dan fasilitator bagi lansia. Sebuah keluarga harus menjadi penyemangat kepada lansia untuk menjalani sisa hidupnya dengan baik. Keluarga harus bisa memberikan informasi kesehatan, sehingga lansia bisa mengetahui mana hal yang harus atau tidak dilakukan, keluarga juga harus bisa membimbing, membantu serta memenuhi semua kebutuhannya. Tidak kalah pentingnya fungsi pemeliharaan keluarga yang pada dasarnya berkewajiban untuk memelihara anggota keluarganya yang sedang sakit, menderita, dan dimasa tua. Fungsi pemeliharaan ini berbeda-beda di setiap masyarakat. Seiring dengan perkembangan masyarakat yang makin modern dan kompleks, sebagian dari pelaksanaan fungsi pemeliharaan ini mulai banyak yang diambil alih dan di layani oleh lembaga lembaga pemerintahan maupun masyarakat, seperti rumah sakit jiwa dan rumah-rumah yang khusus melayani orang-orang yang sudah Lanjut Usia seperti Panti Werdha. Hal tersebut menyebabkan keluarga hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berkumpul bersama lansia serta hilangnya fungsi perawatan dan tanggung jawab untuk memberikan perhatian dan perawatan kepada lansia. Sehingga lansia menjadi terlantar dan merasa terabaikan oleh keluarga baik secara sosial, budaya.
Pemberian informasi pada keluarga merupakan salah satu faktor penting. Pendidikan kesehatan merupakan strategi dalam perawatan kesehatan lansia dengan gangguan jiwa pada keluarga dengan cara pemberian informasi dan edukasi melalui komunikasi yang terapeutik. Pendidikan kesehatan merupakan pendekatan yang bersifat edukasi dan pragmatis. Melalui pendidikan kesehatan memungkinkan keluarga saling bertukar informasi tentang perawatan kesehatan mental dan pengobatan yang dibutuhkan untuk menurunkan gejala dan lainnya, keluarga yang mendapatkan informasi yang memadai menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam perawatan anggota keluarga, disamping kecemasan yang dialami oleh keluarga juga mengalai penurunan, sebagai dampak dari terpenuhinya informasi yang ingin diperoleh oleh keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang sakit. Peningkatan kemampuan merawat pasien lansia dengan gangguan jiwa dapat diperoleh melalui intervensi untuk meningkatkan pengetahuan keluarga, kekhawatiran yang muncul karena ketidaktahuan dapat teratasi.
A. Pentingnya Peran Keluarga Dalam Perawatan Penderita Lansia Yang Mengalami Gangguan Jiwa ( ODGJ )
Klien lanjut usia dengan ODGJ pada dasarnya adalah orang orang berkebutuhan khusus yang tidak bisa sembuh sendiri tanpa peran serta keluarga dan lingkungannya, karena sangat butuh kasih sayang, pengertian, perhatian, dan permakluman dari orang – orang di sekitarnya, tak ubahnya penderita stroke, diabetes, hipertensi, hiperkolesterol, dan penyakit khusus seperti gangguan jiwa, yang sangat butuh pengertian dan permakluman orang – orang sekitarnya. Jika, kita har
Lansia Gangguan Jiwa adalah kondisi dimana proses fisiologik atau mentalnya kurang berfungsi dengan baik sehingga mengganggunya dalam fungsi sehari-hari. Gangguan ini sering juga disebut sebagai gangguan psikiatri atau gangguan mental dan dalam masyarakat umum kadang disebut sebagai gangguan saraf. Gangguan jiwa yang dialami oleh seseorang bisa memiliki bermacam-macam gejala, baik yang tampak jelas maupun yang hanya terdapat dalam pikirannya. Mulai dari perilaku menghindar dari lingkungan, tidak mau berhubungan/berbicara dengan orang lain dan tidak mau makan hingga yang mengamuk dengan tanpa sebab yang jelas. Mulai dari yang diam saja hingga yang berbicara dengan tidak jelas. Dan adapula yang dapat diajak bicara hingga yang tidak perhatian sama sekali dengan lingkungannya.
Gangguan jiwa bukanlah suatu keadaan yang mudah untuk ditentukan penyebabnya. Banyak faktor yang saling berkaitan yang dapat menimbulkan gangguan jiwa pada seseorang. Faktor kejiwaan (kepribadian), pola pikir dan kemampuan untuk mengatasi masalah, adanya gangguan otak, adanya gangguan bicara, adanya kondisi salah asuh, tidak diterima dimasyarakat, serta adanya masalah dan kegagalan dalam kehidupan mungkin menjadi faktor-faktor yang dapat mnimbulkan adanya gangguan jiwa. Faktor-faktor diatas tidaklah dapat berdiri sendiri; tetapi dapat menjadi satu kesatuan yang secara bersama-sama menimbulkan gangguan jiwa. Karena banyak sekali faktor yang dapat mencetuskan gangguan jiwa, maka petugas kesehatan kadangkala tidak dapat dengan mudah menemukan penyebab dan mengatasi masalah yang dialami oleh pasien. Disamping itu tenaga kesehatan sangat memerlukan sekali bantuan dari keluarga dan masyarakat untuk mencapai keadaan sehat jiwa yang optimal bagi pasien.
Keluarga adalah orang-orang yang sangat dekat dengan pasien dan dianggap paling banyak tahu kondisi pasien serta dianggap paling banyak memberi pengaruh pada pasien. Sehingga keluarga sangat penting artinya dalam perawatan dan penyembuhan pasien. Alasan utama pentingnya keluarga dalam melakukan perawatan jiwa lansia adalah :
Keluarga merupakan lingkup yang paling banyak berhubungan dengan pasien
Keluarga (dianggap) paling mengetahui kondisi pasien
Gangguan jiwa yang timbul pada lansia mungkin disebabkan adanya cara asuh yang kurang sesuai bagi pasien
Pasien yang mengalami gangguan jiwa nantinya akan kembali kedalam masyarakat, khususnya dalam lingkungan keluarga
Keluarga merupakan pemberi perawatan utama dalam mencapai pemenuhan kebutuhan dasar dan mengoptimalkan ketenangan jiwa bagi pasien.
Gangguan jiwa mungkin memerlukan terapi yang cukup lama, sehingga pengertian dan kerjasama keluarga sangat penting artinya dalam pengobatan
B. Hal-hal yang perlu diketahui oleh keluarga dalam perawatan pasien lansia yang mengalami Gangguan Jiwa :
Pasien yang mengalami gangguan jiwa adalah manusia yang sama dengan orang lainnya, mempunyai martabat dan memerlukan perlakuan manusiawi
Pasien yang mengalami gangguan jiwa mungkin dapat kembali ke masyarakat dan berperan dengan optimal apabila mendapatkan dukungan yang memadai dari seluruh unsur masyarakat. Pasien gangguan jiwa bukan berarti tidak dapat “sembuh”
Pasien dengan gangguan jiwa tidak dapat dikatakan “sembuh” secara utuh, tetapi memerlukan bimbingan dan dukungan penuh dari orang lain (dan keluarga)
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/9052890/P(DOC) Peran Keluarga Dalam Pengobatan Pasien Gagguan Jiwa | saiful alim - Academia.edu
Ermelinda., dan Maftuha. 2015. Terapi Lingkungan pada Pasien Gangguan Jiwa. Surabaya: Stikes
Mitayasari, Eva. 2018. Peran Keluarga dalam Perawatan ODGJ. Surabaya: Unair
Kemenkes RI. 2016. Peran Keluarga Dukung Kesehatan Jiwa Masyarakat. http://www.depkes.go.id/article/print/16100700005/peran-keluarga-dukung-kesehatan-jiwa-masyarakat.html
Penulis
Lisyance,S.Kep.,Ns