Karyawan/Petugas kesehatan kemungkinan besar berisiko terinfeksi saat bekerja, dan juga dapat mentransmisikan infeksi kepada pasien maupun petugas kesehatan yang lain. Untuk mencegah hal ini peran Komite Pencegahan dan engendalian Infeksi di Rumah Sakit/Fasilitas kesehatan harus memiliki program pencegahan dan pengendalian infeksi khususnya di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat menjadi karyawan baru seorang petugas kesehatan harus diperiksa riwayat pernah infeksi apa saja, status imunisasinya, untuk mencegah trasmisi infeksi dari petugas ke pasien dan sebaliknya. Dan sebelum bekerja sebaiknya dilakukan Imunisasi untuk petugas kesehatan yaitu hepatitis B, dan bila memungkinkan Hepatitis A, fluenza, campak, tetanus, difteri, rubella. Mantoux test untuk melihat adakah infeksi TB sebelumnya, namun apabila ditemukan batuk ambil sputum untuk diperiksakan sebagai data awal. Dimana saat ini kita ketahui TBC merupakan penyakit yang paling mudah menularkan ke orang lain karena penularannya melalui udara masuk ke pernapasan, apabila pasien dengan positip TB saat dia batuk akan mengeluarkan kurang lebih 500 kuman Mikobakterium Tuberkulosis, saat bersih akan mengeluarkan 1000 lebih kuman Mikobakterium Tuberkulosis Untuk mencegah penularan selanjutnya maka Rumah Sakit Jiwa telah melakukan edukasi tentang etika batuk dan Etika bersin terhadap petugas kesehatan, pengunjung, pasien, dan keluarga pasien. Pekerjaan yang paling sulit untuk dilakukan edukasi adalah terhadap pasien dengan gangguan jiwa, dimana pasien tersebut sering lupa dan tidak ingat untuk melakukan etika batuk dan etika bersin, dengan hal ini perawat khususnya dituntut harus lebih sabar dan tidak jenuh untuk mengedukasi pasien. namun untuk mencegah penularan TBC dari pasien baru berobat ke rumah sakit kita melakukan photo Thorax untuk melihat kesehatan pasien sebelum di rawat inap,  sedangkan untuk petugas Rumah Sakit Jiwa kita melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan pada bulan April dan bulan Mei 2018 adapun pemeriksaan yang dilakukan yaitu darah lengkap, Photo Thorax, Hepatitis, EKG, dan tanda tanda vital sebanyak 126 orang dan dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ditemukan hal yang serius yang bisa mentrasmisi infeksi ke pasien dan kepetugas lainnya. Namun dari hasil pemeriksaan tersebut bisa membahanyakan pada diri sendiri yaitu Hemoglobin yang rendah ditemukan 8 orang, dalam pemeriksaan Photo Thorax Ateroslerosis 2 orang, Kardiomegali tanpa bendungan paru 11 orang, pada pemeriksaan EKG Kardiomegali tubular 1 orang, Sinus Takikardi 1 orang, dan peningkatan tekanan darah. Namun program sebagai strategi preventif terhadap kejadian infeksi tetap dilakukan kegiatan pelayanan kesehatan, namun khusus untuk penjamah makanan kita telah melakukan pemeriksaan E.Coli untuk menjaga hygienis gizi yang akan diberikan terhadap pasien dari semua petugas gizi yang diperiksa ditemukan 2 orang positif E.Coli dan petugas tersebut telah di Edukasi dan diberi istirahat sementara dan enam bulan kedepan kita akan melakukan pemeriksaan kembali secara berkala untuk seluruh karyawan di rumah sakit jiwa dan untuk meningkatkan kesehatan tersebut kita tetap melakukanantara lain: Monitoring dan support kesehatan petugas Monitoring Kepatuhan petugas terhadap infeksi saluran napas akut bila memungkinkan Surveilans  membantu mengenal tanda awal transmisi infeksi salaluran napas akut dari manusia-manusia Monitoring cara menyuntik yang benar Monitoring Penggunaan APD Terapi dan follow up epi/pandemic infeksi saluran napas akut pada petugas Upayakan support psikososial. Tujuannya ·         Menjamin keselamatan petugas di lingkungan rumah sakit ·         Memelihara kesehatan petugas kesehatan ·         Mencegah ketidakhadiran petugas, ketidakmampuan bekerja, kemungkinan medikolegal dan KLB. Unsur yang dibutuhkan Petugas yang berdedikasi SOP yang jelas dan tersosialisasi Administrasi yang menunjang Koordinasi yang baik antar instalasi/unit Penanganan paska pajanan infeksius Pelayanan konseling Perawatan dan kerahasiaan medikal rekord Sosialisasi SOP pencegahan dan pengendalian infeksi misal: Kewaspadaan Isolasi, Kewaspadaan standar dan Kewaspadaan berbasis transmisi, Kebijakan Departemen Kesehatan tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) terkini. Daftar Pustaka 1.      Data dari Komite PPI Tahun 2018 2.      Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnyam, Jakarta Kepmenkes RI. 3.      Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Pedoman Surveilans Infeksi, Jakarta Kepmenkes RI. 4.      Kementerian Kesehatan RI. 2011. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnyam- Jakarta: Kesehatan RI. Cetakan ketiga.