Di zaman era globalisasi pada saat ini, banyak sekali terjadi perubahan – perubahan baik ilmu pengetahuan, tehnologi maupun perubahan pola pikir masyarakat. Tuntutan masyarakat terhadap kualitas dan profesionalisme pemberian pelayanan kesehatan semakin meningkat, khususnya di bidang keperawatan sebagai salah satu sumber daya manusia dimana profesi perawat dituntut untuk akuntabel dalam memberikan pelayanan keperawatan secara profesioanal sesuai dengan kompetensi dan kewenangan yang dimiliki secara mandiri maupun bekerja sama dengan anggota tim kesehatan lainnya terkhusus yang berkeja baik di puskesmas maupun rumah sakit .
Rumah sakit merupakan salah satu bentuk organisasi yang memberikan bentuk pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif mencakup aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi semua unsur warga masyarakat, sering kali mengalami permasalahan yang menyangkut tentang ketidakpuasan masyarakat terhadap mutu pelayanan rumah sakit yang dianggap kurang memadai atau memuaskan dalam kontek pelayanan prima. Dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit , maka salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah bentuk kualitas dalam memberikan pelayanan keperawatan secara professional untuk lebih ditingkatkan kembali dan mengikuti kajian ilmu yang lebih baru . Pada saat ini terutama di UPTD RSJD Kepulauan Bangka Belitung sudah mulai menerapkan praktek pelayanan keperawatan secara profesional , walaupun aktivitas keperawatan belum sepenuhnya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasien, banyaknya hal positif yang telah dicapai di bidang pendidikan keperawatan, salah satunya penerapan SDKI,SLKI dan SIKI.
Berdasarkan Undang-Undang No. 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan, Asuhan Keperawatan adalah rangkaian interaksi antara perawat dengan klien dan lingkungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan, kemandirian klien dalam merawat dirinya serta menegakan diagnosis keperawatan. Disamping itu, berdasarkan Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 Tentang Pelayanan Kesehatan, Setiap tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik berkewajiban untuk memenuhi standar profesi, standar pelayanan profesi, dan standar prosedur operasional.
Seorang perawat mempunyai peran dan fungsi tugas untuk memberikan asuhan keperawatan yang baik kepada pasien, dalam pelaksanaannya, terdapat pedoman penting yang harus dikuasai. Pedoman Standar Diagnosis Keperawatan Indoensia (SDKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) harus oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Penggunaan pedoman buku SDKI, SIKI, dan SLKI yang biasa disingkat 3S tersebut sudah didapatkan baik dalam seminar yang diselenggrakan oleh PPNI maupun pada saat perawat masih dalam masa pendidikan. Seorang perawat khususnya Ners harus bisa menentukan diganosa keperawatan, karena diagnose keperawatan merupakan bagian vital dalam menentukan asuhan keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien pada saat menjalani pengobatan di rumah sakit. Sehingga perlu memberikan pengetahuan bagi perawat dalam pendokumentasian. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) telah menerbitkan secara resmi Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. SDKI, SLKI dan SIKI dapat digunakan oleh perawat di rumah sakit atau praktik mandiri keperawatan dalam menjalankan tugasnya
A. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia )
Penegakan diagnosis keperawatan merupakan satu komptensi perawat yang merpakan entry poit untuk merumuskan rencana asuhan keperawatan ( nurse care plan ). penilaian klinis terhadap pengalaman atau respon individu, keluarga, atau komunitas pada masalah kesehatan, pada risiko masalah kesehatan atau pada proses kehidupan. Diagnosis Keperawatan merupakan bagian vital dalam menentukan asuhan keperawatan yang sesuai untuk membantu klien mencapai kesehatan yang optimal. Dengan tujuan untuk menjadi panduan atau acuan bagi perawat dalam menegakkan diagnosis keperawatan dan meningkatkan otonomi perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan, dalam menegakan diagnose untuk dilihat isi dalam SDKI yaitu : Tanda & Gejala Faktor Risiko. Penulisan diagnosis disesuikan dengan jenis diagnosis keperawatan, ada dua metode perumusan diagnosis yaitu :
Penulisan 3 bagian yaitu metode penulisan ini terdiri atas masalah , penyebab dan tanda gejala, metode ini hanya digunakan pada diagnosis actual, sebagai contoh : pemeliharaan kesehatan tidak efektif b.d gangguan persepsi d.d pasien kurang mampu menunjukan prilaku adapatif terhdapa lingkungan
Penulisan 2 bagian yaitu dilakukan pada diagnosis resiko dan diagnosis promosi kesehatan, sebagai contohnya : kesiapan peningkatan emilinasi urin d.d psien ingin meningkatkan eliminasi urin, jumlah dan karakteristik urin normal.
B. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia )
Standar Luaran Keperawatan adalah merupakan acuan bagi perawat dalam menetapkan kondisi atau status kesehatan seoptimal mungkin ,yang diharpkandapat dicapai oleh klien setelah diberikan intervensi keperawatan. Luaran keperawatan menunjukan status diagnosis keperawatan setelah dilakukan intervensi keperawatan, dengan tujuan untuk menjadi acuan penentuan luaran (outcome) keperawatan, meningkatkan efektivitas asuhan keperawatan, mengukur pencapaian level keberhasilan intervensi keperawatan. Dalam pembuatan luaran ini ada 3 komponen utama yaitu label, ekspetasi dan kriteria hasil, sebagai contoh : setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 24 jam maka pemeliharaan kesehatan meningkat dengan kriteria hasil menunjukan perilaku adaptif meningkat
C. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia )
Intervensi Keperawatan merupakan salah satu standar profesi yang dibutuhkan dalam menjalankan praktik keperawatan di Indonesia dengan segala treatmen / bentuk terapi yang dikerjakan oleh perawat yang didasarkan pada pengetahuan dan penilaian klinis untuk mencapai luaran yang diharpakan. Dalam penulisan intervensi harus dilihat dengan kondisi klien dan apa saja yang dibutuhkan oleh klien dalam perawatanya seperti: Observasi, Terapeutik, Edukasi, Kolaborasi.
DAFTAR PUSTAKA
Doenges, M. E. (2013). Manual Diagnosis Keperawatan Rencana, Intervensi, & Dokumentasi Asuhan Keperawatan. (P. E. Karyuni, E. A. Mardella, E. Wahyuningsih, & M. Mulyaningrum, Eds.) (Edisi 3). Jakarta: EGC.
PPNI ( 2016 ).Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik ,Edisi1 .Jakarta:DPP PPNI
PPN I( 2018 ).Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan,Edisi1 .Jakarta:DPP PPNI
PPNI ( 2018 ).Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan,Edisi1 .Jakarta:DPP PPNI
Penulis
Yesika Manalu,S.Kep.,Ns.