Taukah kamu apa itu Narcissistic Personality Disorder ? atau bahasa gaulnya sekarang lebih sering disebut NPD. Seberapa berbahayanya jika mengalami gangguan NPD dan apa saja gejala-gejala jika mengalami gangguan NPD ? Narcissistic Personality Disorder atau NPD merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola keagungan yang meluas, kebutuhan akan kekaguman, kebutuhan berlebihan akan pengakuan dan kurangnya empati terhadap orang lain. Selain itu, NPD juga dapat menyebabkan gangguan sosial dan seringkali memiliki komplikasi berupa gangguan kejiwaan dan penyalahgunaan zat. Fenomena ini menjadi semakin menonjol di era modern sekarang, dimana budaya individualisme, konsumerisme dan pengaruh media sosial sangat memperkuat kecenderungan seseorang mengalami gangguan narsistik. Secara keseluruhan orang dengan gangguan NPD lebih sering menghadapi masalah dalam hubungan interpersonal, lingkungan kerja dan kesejahteraan mental mereka sendiri, karena biasanya kenyataan dilingkungan tidak memenuhi kehendaknya. Individu dengan NPD dapat terlihat sebagai orang yang sombong atau bahkan tidak disukai oleh kebanyakan orang. NPD adalah pola perilaku yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan sering kali juga disertai dengan penyakit jiwa lainnya. Ciri-ciri Perilaku Narcissistic Personality Disorder (NPD) Perilaku yang khas ada pada individu NPD biasanya memiliki ciri-ciri yang dapat dikenali, dan ciri-cirinya adalah sebagai berikut: 1.Rasa Grandiositas (Terlalu Percaya Diri) Orang dengan NPD sering kali memiliki perasaan grandiositas atau kepercayaan yang berlebihan pada kemampuan dan pencapaian diri mereka sendiri. Mereka cenderung berpikir bahwa mereka cenderung berpikir bahwa mereka lebih unggul dari orang lain danberhak mendapatkan perhatian khusus (DSM-5 American Psychiatric Association, 2013). 2.Kebutuhan Berlebihan Akan Pujian Penderita NPD terus menerus mencari validasi eksternal, mereka memiliki kebtuhan yang mendalam untuk dihargai dan dikagumi oleh orang lain. Tanpa perhatian dan pujian yang diharapkan, mereka mungkin merasa tidak dihargai dan mengalami kecemasan (Campbell, W. K., & Foster, C. A, 2007).  3.Kurangnya Empati Salah satu karakteristik paling mencolok dari NPD adalah kurangnya empati, orang dengan NPD sering kali tidak memahami atau merasakan emosi orang lain. Hal ini menyebabkan masalah dalam hubungan sosial dan sering kali membuat mereka memanipulasi orang lain untuk mencapai tujuan pribadi (Mayo Clinic, 2023).  4.Perilaku Eksploitatif Karena merasa berhak, individu dengan NPD sering kali memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi. Mereka mungkin tidak segan-segan memanipulasi, memanfaatkan, atau bahkan mengeksploitasi orang lain demi mendapatkan keuntungan yang mereka inginkan (Ronningstam, E., 2016).  5.Kesombongan dan Perasaan Iri yang Ekstrim Orang dengan NPD cenderung sombong dan meremehkan orang lain yang dianggap tidak setara dengan mereka. Mereka sering merasa iri pada orang orang lain yang lebih sukses atau berprestasi dan juga sering memberikan respon negatif ketika orang yang ia anggap remeh mendapatkan pujian dari orang lain. Disisi lain, mereka juga meyakini bahwa orang lain iri pada mereka. Individu yang mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD) umumnya menunjukkan pola perilaku dan cara berpikir yang khas dan cukup mudah dikenali. Ciri utama yang paling menonjol adalah rasa kepercayaan diri yang berlebihan, di mana mereka meyakini bahwa diri mereka lebih unggul dari orang lain dan pantas mendapatkan perlakuan istimewa. Selain itu, mereka memiliki kebutuhan yang sangat besar akan pujian dan pengakuan dari lingkungan sekitar. Tanpa validasi eksternal, mereka dapat merasa tidak dihargai, cemas, atau bahkan marah.    Penghindaran Bahaya Penghindaran bahaya melibatkan bias terhadap perilaku yang menghambat yang akan mengakibatkan hukuman atau bahkan tidak mendapatkan imbalan. Individu dengan NPD memiliki penghindara bahaya yang relatif rendah dan umumnya NPD lebih ramah serta memiliki sedikit hambatan sosial. Mencari Hal Baru Individu NPD biasanya memiliki kenginginan bawaan untuk memulai aktivitas atau hal baru yang memungkinkan mereka dapat menghasilkan penghargaan. Tidak hanya itu, terkadang mereka juga hanya mencari sensasi untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan. Ketergantungan pada Hadiah Individu dengan NPD memiliki ketergantungan dengan imbalan yang tinggi, sampai pada titik mereka menuntut akan pujian saat menyelesaikan tugas. NPD juga akan mencoba untuk bersosialisasi tetapi hanya untuk menerima pujian. Kegigihan Kegigihan menggambarkan kemampuan untuk mempertahankan perilaku meskipun mengalami frustrasi, kelelahan, dan penguatan yang terbatas. Menariknya, individu dengan NPD cukup gigih, dengan keinginan yang sangat besar untuk mencari imbalan. Mereka akan gigih dalam perilaku tertentu. Faktor-faktor penyebab NPD bersifat kompleks dan multifaktorial, termasuk faktor genetik, pola asuh yang tidak konsisten, serta trauma masa kecil. Pola asuh seperti overvaluation di mana anak terus-menerus dipuji secara berlebihan dan neglect kurangnya perhatian emosional dari orang tua sering kali menjadi akar permasalahan NPD. Selain itu, pengaruh budaya yang terobsesi pada pencapaian pribadi dan media sosial, yang mendorong perilaku narsistik, semakin memperparah kondisi ini Beberapa hal yang harus dipertimbangkan pada pemeriksaan status mental pada kasus NPD seperti : Penampilan Perilaku Bicara Ekspresi emosi Isi pikiran Proses berpikir Kognisi Wawasan Penilaian Pengendalian impuls   Berdasarkan DSM-5-TR bahwa pola perilaku NPD mulai muncul pada awal masa dewasa dan berlanjut. Ciri-ciri klinisnya setidaknya memiliki 5 kriteria berikut. Memiliki rasa percaya diri yang berlebihan, seperti melebih-lebihkan prestasi dan bakat, mengharapkan pengakuan sebagai orang yang lebih unggul bahkan tanpa prestasi yang sepadan. Ketertarikan berlebihan pada fantasi tentang kesuksesam, kekuasaan, kencantikan dan idealisasi. Kepercayaan bahwa mereka “istimewa” dan hanya dapat dipahami atau bergaul dengan orang-orang yang berstatus tinggi. Menuntut kekaguman yang berlebihan. Rasa berhak Perilaku eksploitasi Kurangnya empati Rasa iri terhadap orang lain atau keyakina bahwa orang lain iri kepada mereka Perilaku dan sikap sombong   Individu dengan NPD tidak dapat disembukan jika mereka tidak menyadari terlebih dahulu bahwa mereka mengidap gangguan tersebut.NPD mungkin tidak menyadari penyakit mereka karena umumnya bersifat egosintonik. Gejala biasanya muncul atas permintaan kerabat tingkat pertama atau teman. Biasanya, hal ini terjadi setelah perilaku maladaptif menimbulkan stres pada orang lain, bukan karena tekanan internal dari individu dengan NPD. Oleh karena itu, menilai tujuan pengobatan pada setiap kasus NPD tertentu sangat penting. Karena NPD tidak mungkin sembuh dengan atau tanpa pengobatan, fokus terapi dapat diarahkan untuk mengurangi konflik interpersonal dan menstabilkan fungsi psikososial. Selain itu, Pendekatan konvensional dalam terapi NPD, seperti Terapi Kognitif-Perilaku (CBT), berfokus pada restrukturisasi pola pikir dan emosi pasien. Namun, pendekatan ini sering kali mengabaikan dimensi spiritual yang juga penting dalam pembentukan perilaku manusia.   Sumber : file:///C:/Users/User/Documents/Downloads/02.+Yoga+Diantofa,+et+al+(141-150).pdf https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556001/