Psikiatri Kegawatdaruratan (Psychiatric Emergency) adalah cabang psikiatri yang mempelajari tindakan segera dalam rangka upaya penyelamatan nyawa maupun upaya pertolongan segera untuk mencegah terjadinya gangguan berlanjut atau yang bertambah buruk. Kegawatdaruratan psikiatrik adalah suatu keadaan gangguan dan/atau perubahan tingkah laku, alam pikiran, atau alam perasaan yang dapat dicegah (preventable) atau dapat diatasi (treatable) yang membuat pasien sendiri, teman, keluarga, lingkungan, atau masyarakat merasa perlu meminta pertolongan medik psikiatrik segera, cepat dan tepat karena kondisi itu dapat mengancam integritas fisik pasien, integritas fisik orang lain, integritas psikologik pasien, integritas psikologik keluarga atau lingkungan sosialnya. Pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik meliputi pengkajian, terapi jangka pendek yang efektif, cepat dan tepat, evaluasi dari berbagai problem psikiatrik yang diahadapi. Dalam waktu yang relatif singkat, harus dapat dikaji masalah dan kebutuhan pasien, menentukan diagnosis dan mengambil tindakan yang sebaik-baiknya. Untuk itu harus dilakukan pemeriksaan kepada pasien, mulai dari mendapatkan informasi tentang pasien, penilainan ketika kontak langsung dengan pasien, wawancara dan pemeriksaan psikiatrik. Jenis-jenis kegawatdaruratan psikiatrik Tindakan Bunuh Diri Orang yang melakukan tindakan bunuh diri dapat dibagi dalam 4 kelompok yaitu: Orang yang berhasil melakukan bunuh diri. Tindakan yang fatal yang dilakukan oleh seseorang terhadap dirinya dengan maksud yang disadari. Kadang-kadang sukar ditentukan apakah bunuh diri itu disebabkan karena kecelakaan atau memeang disengaja jika keterangan tidak lengkap. Orang yang mengancam melakukan bunuh diri. Kelompok ini membicarakan tentang bunuh diri dan rencana bunuh diri dengan samar, khusus atau betul-betul dipikirkan. Penting diingat bahwa hanya orang yang cenderung melakukan bunuh diri yang bicara tentang bunuh diri. Orang yang telah menjalankan tingkah laku bunuh diri. Pada keadaan ini tindakan tingkah laku bunuh diri mempunyai arti yang non fatal. Biasanya individu berada dalam keadaan krisis yang akut. Mereka yang menghancurkan diri (Self destruction) Yang termaksud dalam kelompok ini adalah peminum alkohol, orang yang menyalahgunakan zat, menolak mentaati program medik, misalnya yang menderita diabetes tidak mengikuti diet yang sudah ditentukan. Tingkah laku kekerasan dan menyerang (Violence) Dapat disebabkan gangguan psikotik atau non psikotik. Pada keadaan tingkah laku kekerasan dan menyerang (violence) terdapat gejala-gejala sebagai berikut: Marah-marah Mengancam Menyerang Merusak / membanting barang-barang Berpikir Irasional tidak kooperatif Waham Halusinasi Paranoid Keadaan Mania Aktifitas motorik meningkat (hiperaktivitas) seperti bernyanyi-nyanyi, berteriak, bicara kotor, mempunyai banyak ide, dll Berbicara cepat sehingga kata-kata meloncat atau menjadi satu. Perhatiannya mudah teralihkan dan sangat peka terhadap rangsangan dari lingkungannya. Tingkah laku lepas kendali dan jauh dari realitas, sehingga dapar bersifat destruktif dan berbahaya. Kebutuhan tidur yang kurang. Kadang-kadang mempersolek diridengan bunga, perhiasan atau ornamen yang berlebihan. Sering menyapa orang yang tidak dikenal, seakan-akan teman akrabnya. Jika dirintangi, maka ia menjadi mudah tersinggung, dapat bermusuhan dan mengucapkan kata-kata kotor. Serangan Panik Serangan panik adalah serangan anxietas yang kuat, ekstrim dan akut, yang dapat disertai dengan depersonalisasi dan atau derealisasi (kebingungan akan diri dan lingkungan. Anxietas adalah perasaan cemas, gelisah, kacau, tidak menentu, kebingungan akan terjadinya sesuatu yang tidak pasti atau tidak ada. Tindak kekerasan seksual Pasien korban tindak kekerasan seksual (pemerkosaan) dapat datang dengan gejala-gejala depresi, ketakutan, anxietas, atau gejala somatik. Gejala stres pasca trauma Pengalaman traumatik adalah pengalaman traumatik yang luar biasa yang dapat mengancam integritas fisik dan psikologis diluar kemampuan individu untuk menanggungnya. Keadaan Paranoid Dengan gejala sebagai berikut: Waham curiga Waham kebesaran Halusinasi pendengaran Gaduh gelisah (Violent) Bermusuhan (hostile) Mudah tersinggung (irritable) Merasa selalu diawasi atau dikontrol oleh orang lain Stupor Secara umum gejala stupor adalah Respon terhadap rangsangan menurun, walaupun pasien masih bisa membuka matanya dan melihat ke arah pemeriksa. Respon terhadap perintah verbal, mungkin ada atau menjadi lambat dan tidak adekuat. Pada stupor karena alkohol, selain gejala diatas biasanya terdapat delirium, bau minuman beralkohol, dilatsi pupil mata, muntah dan kadang-kadang pasien masih dapat dibangunkan. Insomnia Yaitu tidak dapat atau sukar tidur, disertai ketegangan otot, kegelisahan, gemetar, keringat yang berlebihan, midriasis, takikardi, mulut kering, kelelahan yang terus menerus. Kegawatdaruratan psikiatrik berkaitan dengan penyalahgunaan zat. Adalah kelainan mental organik yang disebabkan oleh (berkaitan dengan) penyalahgunaan narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya dan diakibatkan oleh efek-efek langsung zat yang dipakai terhadap susunan saraf pusat. Kegawatdaruratan dalam psikogeriatri Hal-hal yang dapat menjadi kegawatdaruratan didalam psikogeriatri adalah: Keadaan delirium Gangguan tingkah laku yang timbul oleh obat BPSD (Behavioral and Psychological Syndrome of Dementia) Bunuh diri pada usia lanjut Peristiwa menghadapi kematian. Kegawatdaruratan psikiatrik pada anak dan remaja Antara lain: Kekerasan pada anak Tingkah laku agresif Tingkah laku hiperaktif DAFTAR PUSTAKA Direktorat Bina Kesehatan Jiwa, Pedoman Pelayanan Kegawat Daruratan Psikiatrik, Jakarta : Kemenkes RI, 2011 Keliat Budi Anna,1992,Kedaruratan Pada Gangguan Alam Perasaan, Penerbit Arcan, Jakarta http://ilmu-ilmukeperawatan.blogspot.co.id/