Hidup di zaman yang menuntut hidup aktif dan kreatif stres seakan menjadi hal yang lumrah untuk di alami untuk di alami. Jika demikian bukan tekanan pikiran dapat di biarkan begitu saja selain dapat memberi pengaruh buruk pada kesehatan jiwa stres dapat menimbulkan masalah pada kecantikan kulit.
Aktivitas seseorang yang di jalani setiap hari bisa membuat pikiran menjadi stres. Pikiran stres dapat berpengaruh pada kondisi kulit. Tidak hanya pikiran ternyata kulit juga bisa alami stres. Kulit merupakan organ tubuh terbesar manusia yang mengalami stres. Masalah-masalah eksternal tubuh misalnya stres dapat memengaruhi bagaimana kulit bekerja. Peningkatan hormon stres yang bernama kortisol di dalam tubuh, dapat mengacaukan pesan-pesan yang akan dikirim saraf. Akibatnya, kulit akan mengalami gangguan mulai dari gatal hingga munculnya garis-garis halus.
Selain itu, stres memacu tubuh untuk memproduksi lebih banyak kortisol dan hormon lainnya. Hormon-hormon tersebut akan memerintahkan kelenjar sebum untuk memproduksi lebih banyak minyak. Hal tersebut pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai masalah kulit. Untuk itu kita harus rutin merawat kulit dengan teratur agar terhindar dari stres.
tanda-tanda kulit mengalami stres:
Peradangan dan iritasi
Gatal-gatal, psoriasis, eksem, dermatitis, hingga rosacea dampak akibat dari kulit yang meradang dan iritasi. Kondisi otak yang sedang stres, bisa menghilangkan kemampuan kulit untuk melembapkan dirinya. timbullah peradangan dan iritasi.
mengurangi peradangan dan iritasi yang dipicu stres dengan memberantas penyebabnya. Ketahui penyebab stres lakukan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, berolahraga, dan terapi.
2. Jerawat akibat meningkatnya produksi minyak
Banyak penelitian yang membeberkan bahwa stres sangat terkait dengan jerawat. Pada saat stres melanda, hormon pada tubuh menjadi tidak stabil sehingga mampu meningkatkan produksi minyak pada wajah. Stres juga dapat membuat kulit berjerawat dan memperburuk jerawat pada wajah. Stres menghasilkan hormon kortisol yang dapat memicu produksi minyak berlebih. Stres juga mengakibatkan ketidakseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat di kulit yang bisa membuat jerawat membandel. Jangan hanya menggunakan obat, Untuk itu cari tahu penyebab stres agar kondisi ini dapat teratasi hingga ke akarnya.
3. Kulit menipis dan sensitif
Meningkatnya kadar kortisol dalam tubuh akibat stres, dapat memecah protein kulit. Kulit akan terasa lebih tipis dan sensitif. Tak jarang, kondisi tersebut membuat rentan terhadap gesekan dan memar akibat benturan.
Salah satu tanda kulit lebih sensitif kulit menjadi perih. stres juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehinnga menimbulkan kemerahan pada kulit.
4. Mata terlihat lelah
Jika mata Anda terlihat lelah dan kantong mata makin dalam atau hitam, itu bisa jadi tanda kurang tidur. Dan kurang tidur faktanya sangat berhubungan dengan stres.
Sebelum tidur, lakukan meditasi atau yoga, minum air hangat agar tidur bisa lebih nyenyak. Untuk gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea, bicarakanlah dengan dokter untuk penanganan yang lebih tepat. langkah yang dapat dilakukan di rumah untuk mengatasi nata yang mengelap adalah dengan mengompresnya menggunakan handuk yang telah di rendam air dingin, teh celup bekas, menggunakan krim mata serta tidur yang cukup.
5. Garis halus serta keriput
hormon kortisol yang dilepaskan tubuh ketika stres dapat merusak kolagen dan elastin dalam kulit. Kedua elemen tersebut berfungsi menyokong kulit agar tetap kenyal dan sehat. Tanpa adanya kolagen dan elastis, kulit bisa keriput dan tampak kendur.
Cara ampuh mengatasinya dengan lakukan Yoga wajah dapat membantu menyamarkan garis halus dan keriput, yoga wajah juga merupakan alternatif yang lebih murah dibandingkan melakukan botoks.
6. Rasa gatal, iritasi hingga timbul hingga kemerahan pada wajah. Kondisi ini di kenal dengan istilah ruam stres masalah ini biasanya muncul di beberapa. Di beberapa area tubuh, seperti wajah, lengan dan dan juga punggung.ruam stres akan nampak memerah, bahkan mengeluarkan rasa gatal yang disertai dengan sensasi terbakar.
Stres bisa berdampak jelas pada kondisi kulit. Bila itu terjadi, pastikan untuk mengurangi dan mengelola stres dengan baik. dapat melakukan teknik relaksasi, seperti yoga, meditasi, dan teknik pernapasan dalam. Berbicara dengan psikolog juga bisa membantu dalam mengurangi inti masalah, sehingga berkontribusi terhadap turunnya stres. Selain itu juga kita harus menjaga kulit dengan cara membersihkan nya setiap hari.
Refrensi: klik.dokter.com
Penulis
Ade Herfitriyanti,S.Sos.MM