Setiap manusia mengalami berbagai macam kejadian dalam kehidupan, salah satunya kejadian traumatis yang kemungkinan besar bisa mengarah pada munculnya suatu masalah yang disebut dengan fobia. Kata fobia berasal dari bahasa Yunani phobos, yang berarti ketakutan. Ketakutan adalah kecemasan yang dialami dalam menanggapi ancaman tertentu, namun jika ketakutan terhadap suatu objek atau situasi tidak proporsional dengan ancaman yang ditimbulkannya disebut dengan fobia. Fobia merupakan perasaan takut berlebihan yang terjadi pada seseorang terhadap situasi atau objek tertentu. Mayoritas orang yang mengalami phobia menyadari bahwa ketakutannya ini berlebihan, tetapi mereka tetap tidak bisa mengendalikannya. Ketakutan berlebihan akan suatu hal yang disebut fobia ini tidak jarang menyebabkan depresi, kecemasan, dan kepanikan yang parah. Itu sebabnya, mereka memilih menghindari objek atau situasi yang mereka takuti. Kondisi inilah yang membedakan takut berlebihan dengan ketakutan biasa.
A.Jenis – Jenis Fobia
1.Fobia spesifik
Penyakit fobia ini biasanya berkembang sebelum usia 4 hingga 8 tahun. fobia ini mungkin berasal dari pengalaman awal yang traumatis. Fobia yang dimulai selama masa anak-anak juga dapat disebabkan dari salah anggota keluarga yang mengalami fobia.
2.Fobia Kompleks
Fobia kompleks disebabkan oleh kombinasi pengalaman hidup, kimia otak, dan genetika.Selain ketakutan akan objek tertentu, seseorang yang mengalami fobia kompleks aktivitas hariannya juga bisa terganggu.
B.Penyebab Fobia
1.Memiliki trauma di masa lalu.
2.Faktor genetik.
3.Mendengar atau mempelajari perilaku berlebihan terhadap kondisi tertentu dari orang tua atau orang di sekitar.
4.Perbedaan fungsi dan struktur otak. Seseorang dengan fobia spesifik memiliki struktur otak dan respons yang berbeda dibandingkan individu tanpa fobia spesifik, di mana penderita fobia spesifik dapat memicu reaksi dari bagian otak tertentu ketika berhadapan dengan situasi yang ditakuti.
5.Pengalaman buruk atau serangan panik yang berkaitan dengan suatu objek atau situasi.
6.Riwayat fobia dan gangguan kecemasan berlebih yang dimiliki orangtua.
7.Perubahan pada fungsi otak sehingga memunculkan ketakutan berlebih terhadap suatu hal.
C.Faktor Risiko Fobia
1.Pengalaman negatif atau traumatis yang dialami sendiri, dan
2.Pengalaman mendengar atau melihat peristiwa traumatis yang dialami orang lain.
3.Usia (biasanya rentan terjadi pada remaja),
4.Adanya anggota keluarga dengan kondisi yang sama,
5.Kecenderungan untuk berpikir negatif,
D.Tanda – Tanda Fobia
1.Disorientasi atau bingung.
2.Pusing dan sakit kepala.
3.Dada terasa sesak dan nyeri.
4.Sesak napas.
5.Detak jantung meningkat.
6.Tubuh gemetar dan berkeringat.
7.Telinga berdengung.
8.Sensasi ingin selalu buang air kecil.
9.Mukosa bibir terasa kering.
E.Pengobatan Fobia
1.Psikoterapi : Dengan cara dikonsultasikan terlebih dahulu dengan psikiater dan psikolos , dan biasanya terapi yang diberikan diantaranya adalah Terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi desensitiasi atau menghadapkan pasien kepada situasi atau objek yang ditakuti secara perlahan.
2.Perubahan gaya hidup, seperti tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta mengurangi atau menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein
3.Relaksasi, seperti melakukan teknik pernapasan, untuk membantu pasien lebih rileks saat berhadapan dengan pemicu fobia
Daftar Pustaka
1.https://hellosehat.com/mental/gangguan-kecemasan/fobia/
2.https://www.halodoc.com/kesehatan/fobia?srsltid=AfmBOorLBFaXlVsglepFmu00...
3.https://idr.uin-antasari.ac.id/3439/7/BAB%20II.pdf
Penulis
Siti Fitriyani S.Kep, Ns