Keperawatan jiwa adalah proses interpersonal yang berusaha untuk meningkatkan dan mempertahankan perilaku sehingga klien dapat berfungsi dengan baik. Data penderita gangguan jiwa di RSJD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015 jumlah penderita gangguan jiwa di ruang rawat inap berjumlah 530 orang. di tahun 2016 penderita gangguan jiwa di ruang rawat inap berjumlah 462 orang. dan di tahun 2017 penderita gangguan jiwa di ruang rawat inap berjumlah 860 orang penderita ganggguan jiwa.
Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, tujuan dan kegiatannya di pusatkan untuk kesembuhan pasien. Komunikasi teraupetik merupakan media untuk saling memberi dan menerima antara perawat dengan klien, komunikasi teraupetik berlangsung secara verbal dan non verbal. Dalam komunikasi teraupetik ada tujuan spesifik, batas waktu, berfokus pada klien dalam memenuhi kebutuhan klien, ditetapkan bersama, timbal balik, berorientasi pada masa sekarang, saling berbagi perasaan(Purwaningsih & Karlina, 2012).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan komunikasi terapeutik perawat pada pasien di Ruang Rawat Inap RSJD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2018.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 Mei -2 Juni 2018. Informan penelitian ini berjumlah 6 orang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Informan kunci berjumlah 5 orang perawat pelaksana, sedangkan informan pendukung 1 orang kepala ruangan Rawat Inap.
Hasil wawancara dan pembahasan :
Bagaimana prinsip komunikasi ketika melakukan penerapan komunikasi terapeutik pada pasien gangguan jiwa di ruang rawat inap RSJD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Bagaimana cara dilakukannya tahap komunikasi ketika sebelum melakukan penerapan komunikasi terapeutik pada pasien dengan gangguan jiwa di ruang rawat inap RSJD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Dari hasil wawancara mendalam menunjukan bahwa semua informan kunci sudah melakukan/ menerapkan sikap, prinsip, tahap/fase, strategi komunikasi ketika melakukan penerapan komunikasi terapeutik pada pasien gangguan jiwa, terlihat dari jawaban yang diberikan oleh informan tentang bagaimana prinsip, tahap/fase dan strategi komunikasi ketika melakukan penerapan komunikasi terapetik pada pasien gangguan jiwa di ruang rawat inap RSJD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara didapatkan pernyataan dari kepala ruangan Rawat Inap bahwa perawat sudah melakukan/ menerapkan sikap, prinsip, tahap, strategi komunikasi ketika melakukan penerapan komunikais terapeutik pada pasien gangguan jiwa di ruangan sesuai dengan ketentuan yang ada di rumah sakit tersebut. Hasil dari observasi dari peneliti perawat sudah menerapkan prinsip, tahap/fase, strategi komunikasi pada pasien gangguan jiwa seperti, perawat mengenal dirinya sendiri, perawat melakukan tahap/ fase dalam komunikasi teraupetik da perawat melakukan strategi komunikasi. Perawat menyadari kebutuhan pasien, perawat menciptakan suasana yang membuat pasien memiliki motivasi, perawat menguasai perasaannya sendiri, perawat jujur dan berperan sebagai rolle model, dan berpegang pada etika.Hasil dari wawancara mendalam pada informan kunci pada pertanyaan Bagaimana teknik komunikasi ketika melakukan penerapan komunikasi terapeutik pada pasien dengan gangguan jiwa di ruang rawat inap RSJD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didapatkan bahwa belum semua informan menerapkan teknik komunikasi secara optimal ketika melakukan penerapan komunikasi terapeutik dari 5 informan kunci 2 diantaranya masih belum optimal melakukan penerapan komunikasi terapeutik pada pasien gangguan jiwa.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam didapatkan pernyataan dari kepala ruangan Rawat Inap bahwa perawat sudah melakukan tindakan atau penerapan teknik-teknik komunikasi ketika melakukan penerapan komunikasi terapeutik pada pasien di ruangan dengan ketentuan yang ada di rumah sakit tersebut.Hasil dari observasi peneliti perawat sudah menerapkan teknik komunikasi terapeutik pada pasien gangguan jiwa masih belum optimal seperti, menjadi pendengar aktif, memberikan kesempatan pada pasien untuk memulai pembicaraan, memberikan penghargaan, mengulang kembali, klarifikasi dan mengarahkan pembicaraan, diam, memberikan informasi dan saran, eksplorasi/ menggali lebih dalam.
Berdasarkan hasil penelitian dan teori yang ada, maka peneliti berpendapat untuk teknik-teknik komunikasi dalam penerapan komunikasi terapeutik pada pasien gangguan jiwa di ruang rawat inap sudah dilakukan sesuai dengan Standart Oprasional Prosedur (SOP) yang ada di Rumah Sakit Jiawa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini dikarenakan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah/ pernah dilakukan sosialisai tentang SOP, dan SOP tersebut sudah diterapkan di setiap ruangan. Selain itu juga didukung dengan sebagian informan sudah mempunyai pengalaman kerja selama 10 tahun dengan pendidikan minimal DIII Keperawatan. Teknik komunikasi juga memampukan seorang perawat membangun hubungan saling percaya dengan klien.Hasil penelitian didapatkan bahwa belum semua informan melakukan/ melaksanakan komunikasi terapeutik dengan optimal. Dari 5 informan kunci 2 diantaranya yang masih belum optimal dalam melakukan penerapan komunikasi terapeutik terhadap pasien gangguan jiwa seperti penerapan sikap komunikasi dan teknik komunikasi yang sudah sesuai dengan ketentuan yang ada di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Disarankan perawat agar dapat lebih meningkatkan komunikasi terapeutik dalam penerapan sikap, prinsip, tahap/fase, strategi dan teknik dalam komunikasi ketika melakukan penerapan komunikasi terapeutik serta bisa lebih mengembangkan pelatihan atau seminar-seminar yang sudah ada seperti seminar komunikasi terapeutik dengan terstruktur sehingga perawat-perawat memiliki kesempatan untuk mendapatkan pelatihan atau seminar tersebut.
Daftar Pustaka
Cangara, Hafied 2008. Pengantar Ilmu komunikasi. Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Damaiyanti, Mukhripah. 2009. Komunikasi Teraupetik dalam Praktek Keperawatan. Bandung: Refika Aditama
Keliat, Budi Ana 2009. Hubungan Teraupetik Konseling Perawat-Klien. Jakarta: EGC
Nurjannah, Intasari 2009. Komunikasi Keperawatan: Dasar-dasar Komunikasi bagi perawat: Yogyakarta: Moco Media
Rekam Medis Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi kepulauan Belitung