ASESMEN
Proses asesmen mengikuti tata cara asesmen wajib lapor dan rehabilitasi medis pada umumnya. menggunakan formulir asessmen wajib lapor dan rehabilitasi medis. Beberapa pertanyaan tambahan yang dapat diajukan pada pasien adalah sebagai berikut:
Kapan terakhir kali menggunakan metamfetamin.
Apakah terdapat perubahan pada penggunaan terakhir , misal nya dosis yang makin meningkat atau justru menurun?
Bagaimana pola tidur anda belakangan ini?
Penilaian risiko terkait cara dan pola penggunaan metamfetamin.
Sebagaimana pada umumnya pemeriksaan medis, perlu dimonitor tanda-tanda vital, keseimbangan cairan tubuh,dan masalah organik yang dialami pasien.
Prinsip umum dalam penatalaksanaan metamfetamin:
Biasanya pengguna metamfetamin yang mencari pertolongan medis (datang ke fasilitas pelayanan kesehatan) karena mengalami kondisi sebagai berikut:
gangguan fisik seperti hipertermia,dehidrasi,jantung berdebar-debar.
komplikasi kejiwaan seperti gejala psikotik atau kecemasan yang hebat.
2. Rawat inap dibutuhkan untuk pasien dengan kondisi :
Depresi yang berat atau gejala psikotik yang timbul dalam waktu satu hingga tiga hari setelah berhenti menggunakan.
Mereka yang berulangkali gagal menjalani terapi rawat jalan.
Mereka yang mengalami gejala putus zat yang berat ketika menjalani detoksifikasi .
kecenderungan bunuh diri
3. Sebagian kecil pasien dengan masalah kejiwaan yang berlanjut,memerlukan rawat inap .
TATA LAKSANA INTOKSIKASI METAMFETAMIN.
Pertimbangkan bilas lambung bila perlu.
Medikasi simtomatik yang disesuaikan dengan kondisi klinis
Gejala psikotik: beri anti psikotik
Anti hypertensi : bila tensi diatas 140/100 mmhg.
Hypertermia : pemberian selimut dingin.
Aritmia: monitor denyut jantung.
Gejala cemas,berikan golongan benzodiazepin,tetapi harus di pantau dosis.
Asamkan air seni dengan amonium klorida 2,75mEq/kg atau asam askorbat 8 mg/hari sampai Ph air seni < 5 yang akan mempercepat ekskresi.
TATALAKSANA PUTUS ZAT METAMFETAMIN
Pada umum nya pasien mengalami rasa tidak nyaman,gelisah,rasa lelah hebat dan perubahan tidur ( insomnia atau hipersomnia ) selama sehari –hari pertama putus metamfetamin.
Pada beberapa orang,gejala putus di atas dapat berlangsung lebih lama.
Observasi 24 jam untuk menilai kondisi fisik dan psikiatrik.
Rawat inap diperlukan apabila gejala psikotik berat,gejala depresi berat atau kecenderungan bunuh diri dan komplikasi fisik lain.
MEDIKASI:
ANTI PSIKOTIK : haloperidol 3x2-5 mg atau risperidon 2X 1-3mg
ANTIANSIETAS: lorazepam 2x0,25mg atau diazepam 3x 5-10mg atau clobazam 3x10mg
ANTIDEPRESI: golongan SSRI ,trisiklik /tetrasiklik sesuai dengan kondisi klinis: sertralin 1x 50mg amitriptilin 3 x10mg,maproptilin 3x10 mg.
INTERVENSI PSIKOSOSIAL
Lakukan asesmen pada pasien secara komprehensif terhadap pola penggunaan metamfetamin.
Kebanyakan pasien juga menggunakan zat – zat lain.
Lakukan wawancara motivasional untuk menggali manfaat dan kerugian menggunakan metamfetamin.
Banyak pengguna tidak mengakui kerugian dalam menggunakan metamfetamin . Kaitkan pertanyaan dengan kondisi-kondisi yang dialami pasien setelah menggunakan zat tersebut misalkan : tadi anda katakan tidak ada efek negatif ya...tetapi menurut cerita anda,setiap senin pagi jadi sering tidak semangat,seperti ngedrop shabu sekali,you hate Monday...apkah ini tidak berhubungan dengan dengan penggunaan shabu anda jumat dan sabtu?
Mengajak pasien untuk menimbang manfaat penggunaan metamfetamin apakah sebanding dengan kerugian yang dialaminya.
Menggali situasi penggunaan metamfetamin secara umum apa yang terjadi sebelum penggunaan,apa yang dialami selama penggunaan,serta apa yang dilakukan setelah penggunaan.
Sebagaimana pada penggunaan jenis zat lainnya,pendekatan Cognitif Behavioral Therapy dengan fokus pada pengurangan risiko atau pencegahan kambuh merupakan teknik yang paling efektif.
Pembuatan kontrak tentang perilaku yang harus dilakukan pasien merupakan bagian dari intervensi psikososial.
Subtance Abuse and Mental HealthService Administration (SAMHSA) Amerika serikat mengembangkan Model matrix selama 20 tahun. Model ini adalah pendekatan terapi rawat jalan untuk gangguan penggunaan stimulansia yang diberikan dalam perode 16 minggu. Intervensi meliputi :
Kelompok pencegahan kekambuhan
Kelompok edukasi
Kelompok dukungan social
Konseling individual
Tes urin dan nafas (breath testing)
PROTOKOL TERAPI MODEL MATRIX
Ciptakan hubungan yang positif dan kolaborasi dengan pasien
Ciptakan struktur terapi dan expetasi yang akan dicapai
Lakukan psikoedukasi (termasuk bagaimana stimulan mempengaruhi kerja otak)
Perkenalkan dan terapkan kosep CBT (cognitif behavior therapi )
Memperkuat keinginan merubah perilaku
Pendidikan kepada keluarga perihal perjalanan proses pemulihan adiksi Napza
Perkenalkan pendekatan kelompok tolong diri (self-help group) yang ada di wilayah tempat tinggal klien dan dorong yang bersangkutan untuk mengikuti pertemuan kelompok tersebut.
PSIKOSIS METAMFETAMIN
Kondisi psikosis yang diinduksi oleh penggunaan metamfetamin pertama kali dilaporkan tahun 1930. Hal ini biasanya terjadi setelah penggunaan jangka panjang dan penggunaan dosis yang tinggi. Kondisi biasanya dialami berkaitan dengan frekuensi penggunaan yang intensif dan kekurangan tidur.
Kondisi psikosis ditandai dengan gejala sebagai berikut: Waham kejar dan waham rujukan serta halusinasi (auditorik,visual,taktil,olfaktorik). gejala biasanya mereda dalam beberapa minggu,namun dapat menetap pada beberapa orang , terutama mereka yang memiliki kerentanan masalah kejiwaan.
Penggunaan metamfetamin yang rentan mengalami psikosis terinduksi metamfetamin adalah :
Penggunaan rutin metamfetamin: memiliki resiko 11x lebih besar untuk menderita psikosis terinduksi metamfetamin dan 23% pengguna rutin metamfetamin mengalami gejala psikotik pada tahun-tahun tertetentu.
Pengguna yang memiliki riwayat atau keluarga dengan schizofrenia atau depresi :pasien ini biasanya mengalami psikosis yang berkepanjangan 2,8xlebih besar dari mereka yang tidak memiliki riwayat gangguan jiwa pada keluarga.
Pengguna metamfetamin dengan aktivitas cathecol-O-methyl transferase (COMT) yang rendah
Pengguna dengan dopamin transporter yang hilang
Setelah agitasi teratasi
Selidiki untuk menyingkirkan penyebab organic
Evaluasi dan klarifikasi diagnosa
BRIEF PSYCHITRIC RATING SCALE (BPRS) dan POSITIVEAND NEGATIVE SYNDROME SCALE (PANSS) dapat digunakan untuk menambah penilaian klinis: pertimbangkan apakah hal tersebut merupakan psikosis terinduksi metamfetamin atau psikosis terinduksi metamfetamin atau psikosis karena sebab lainnya.
Lakukan penilaian resiko kesehatan,seperti skrining virus yang ditularkan melalui darah dan skrining keadaan umum
Hubungi fasilitas kesehatan yang sesuai.
Penggunaan antipsikotik atipikal :
Antipsikotik atipikal memiliki afinitas D2 reseptor yang rendah sehinggalebih baik dalam mengobati gejala negatif. Obat ini memiliki efek samping yang lebih rendah pada sistem ekstrapiramidal,namun dapat meningkatkan gejala depresi. Penghambat D2 seperti Aripripazole berhubungandengan peningkatan penggunaan metamfetamin
Pengurangan Risiko pada Gangguan penggunaan Metamfetamin
Seringkali pasien belum termotivasi untuk berhenti dari penggunaan metamfetaminnya dengan berbagai alasan. Dalam situasi seperti ini,sangat penting memberitahukan kepada pasien dan keluarganya hal-hal sebagai berikut:
Tetapkan batas penggunaan tidak menggunakan lebih dari dua paket dalam satu waktu
Siapkan obat tidur yang dapat membantu agar anda dapat segera berisirahat
Minum air yang banyak
Penulis
dr.Hj.Risa Rianita