A. Pengertian Terapi Modalitas
Keperawatan kesehatan jiwa adalah merupakan salah satu cabang dari ilmu keperawatan yang khusus menggunakan keperawatan jiwa sebagai landasan dalam melaksanakan praktik keperawatan.
Tugas atau peran perawat adalah menemukan kebutuhan pasien yang terganggu berupa kebutuhan biopsiko social spiritual.
Terapi modalitas adalah terapi utama dalam keperawatan jiwa. Terapi ini di berikan dalam upaya mengubah perilaku pasien dari perilaku maladaptif menjadi perilaku adaptif. Terapi modalitas mendasarkan potensi yang dimiliki pasien (modal-modality) sebagai titik tolak terapi atau penyembuhannya. Tapi terapi ini bisa dipakai untuk terapi keperawatan keluarga.
B. Tujuan Terapi Modalitas
Tujuan dari dilaksanakanya terapi modalitas dalam keperawatan jiwa adalah :
Menimbulkan kesadaran terhadap salah satu perilaku pasien.
Mengurangi gejala gangguan jiwa.
Memperlambat kemunduran.
Membantu adaptasi terhadap situasi sekarang.
Membantu keluarga dan orang-orang yang berarti.
Mempengaruhi keterampilan merawat diri sendiri.
Meningkatkan aktivitas.
Meningkatkan kemandirian.
C. Jenis Terapi Modalitas Serta Peran Perawat
Terdapat berbagai macam terapi modalitas dalam keperawatan jiwa. Berikut ini adalah penjelasan beberapa terapi modalitas dalam keperawatan jiwa :
Terapi Lingkungan
Terapi lingkungan adalah bentuk terapi yang bertujuan untuk merubah perilaku mal adatif menjadi adatif dengan cara menata lingkungan. Dalam konteks terapeutik, perawat menggunakan semua lingkungan rumah sakit. Konteksnya adalah dengan cara memberi kesempatan pasien untuk tumbuh dan berubah perilaku dengan memfokuskan pada nilai terapeutik dalam aktivitas dan interaksi.
Peran perawat dalam penerapan terapi lingkungan antara lain adalah :
a. Pencipta lingkungan yang aman dan nyaman
Perawat menciptakan dan mempertahankan iklim / suasana yang akrab, menyenangkan, saling menghargai diantara sesame perawat, petugas kesehatan, dan pasien.
Perawat menciptakan suasana yang aman dari benda – benda atau keadaan – keadaan yang menimbulkan terjadinya kecelakaan / luka terhadap pasien atau perawat.
Menciptakan suasana yang nyaman.
Pasien diminta berpartisifasi melakukan kegiatan bagi dirinya sendiri dan orang lain seperti yang biasa dilakukan di rumahnya. Misalnya membersihkan kamar.
b. Penyelenggara proses sosialisasi
Membantu pasien belajar berinteraksi dengan orang lain, mempercayai orang lain, sehingga mininggakan harga diri dan berguna bagi orang lain.
Mendorong pasien untuk berkomunikasi tentang ide – ide, perasaan dan perilakunya secara terbuka seuai dengan aturan di dalam kegiatan – kegiatan tertentu.
Melalui sosialisasi pasien belajar tentang kegiatan – kegiatan atau kemampuan yang baru, dan dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan dan minatnya pada waktu yang luang.
c. Sebagai teknis perawatan
Fungsi perawat adalah memberikan / memenuhi kebutuhan dari pasien, memberikan terapi obat – obatan yang telah ditetapkan, mengamati efek obat dan perilaku – perilaku yang menonjol / menyimpang serta mengidentifikasi masalah – masalah yang timbul dalam terapi tersebut.
d. Sebagai leader atau pengelola
Perawat harus mampu mengelola sehingga tercipta lingkungan terapeutik yang mendukung penyembuhan dan memberikan dampak baik secara fisik maupun secara psikologis kepada pasien.
2. Terapi Keluarga
Terapi keluarga adalah model terapi yang bertujuan mengubah pola interaksi keluarga sehingga bisa membenahi masalah – masalah dalam keluarga. Dengan pendekatan terapeutik yang melihatmasalah individu dalam konteks lingkungan khususnya keluarga dan menitik beratkan pada proses interpersonal.
Peran perawat dalam penerapan terapi keluarga antara lain adalah :
Mendidik kembali dan mengorientasikan kembali seluruh anggota keluarga.
Memberikan dukungan kepada pasien serta sistem yang mendukung pasien untuk mencapai tujuan dan usaha untuk berubah.
Mengkoordinasi dan menginteraksikan sumber pelayanan kesehatan.
Memberi penyuluhan, perawatan di rumah, psiko edukasi, dll.
3. Terapi Aktifitas Kelompok
Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada sekelompok pasien yang mepunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan sebagai target asuhan yang dilakukan secara kelompok untuk memberikan stimulasi bagi pasien dengan gangguan interpersonal.
Peran perawat dalam penerapan terapi aktifitas kelompok
Peran perawat jiwa professional dalam pelaksanaan terapi aktivitas kelompok pada penderita skizofrenia adalah :
Mempersiapkan program terapi aktivitas kelompok.
Tugas sebagai leader dan coleader.
Tugas sebagai fasilitator.
Tugas sebagai obsever.
Tugas dalam mengatasi masalah yang timbul saat pelaksanaan terapi.
Program antisipasi masalah.
Daftar Pustaka :
Direja, Ade Herman S. 2011. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Nuha Medika.
Keliat, Budi Anna dkk, 2014-2015. Keperawatan Jiwa, Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: EGC.
Muhith, Abdul. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta.
Prabowo, 2017. Asuhan Keperawatan Jiwa. Semarang : Universitas Diponegoro
Penulis
Doni Arwinda, AMK