Anak tunagrahita merupakan anak yang memiliki berkebutuhan khusus anak tuna grahita belum mampu berdiri sendiri oleh karena itu masih membutuhkan bantuan dari lingkungan sekitar. Orang tua sangat memiliki peran penting dalam mendampingi anak tuna grahita, orang tua memiliki tanggung jawab agar anak tuna grahita dapat bersekolah seperti anak-anak lainya di sekolah yang dapat melatih kemandirian serta pendewasaan . Oleh sebab itu, anak yang mengalami tuna grahita perlu estra pedampingan agar mampu menjalani kehidupan layaknya orang normal. Tuna grahita atau retardasi mental merupakan sebuah gangguan intelektual yang ditandai dengan kemampuan mental atau inteligensi di bawah nilai rata-rata. Kondisi ini memengaruhi kemampuan anak tuna grahita untuk belajar dan menyimpan informasi baru. Klasifikasi Anak Tunagrahita Tunagrahita Ringan (Mampu Didik)  Anak tuna grahita ringan  dengan IQ mereka berkisar 50 – 70 masih dapat belajar membaca, menulis, dan berhitung sederhana, penyesuaian sosial dan kemampuan bekerja, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang lebih luas.  Tunagrahita Sedang (Mampu Latih) Anak tuna grahita ringan  dengan IQ berkisar 30–50 dapat belajar keterampilan sekolah untuk melakukan keterampilan mengurus dirinya sendiri (self-help). Pada klasifikasi sedang ini dimana anak tuna grahita mengalami perkembangan bahasanya lebih terbatas daripada anak tunagrahita ringan. Berkomunikasi dengan beberapa kata dan dapat membaca serta menulis.     Tunagrahita Berat  (Mampu Rawat)  Anak tuna grahita ringan  dengan IQ mereka kurang dari 30 hampir tidak memiliki kemampuan untuk dilatih mengurus diri sendiri. Anak tunagrahita berat dan sangat berat sepanjang hidupnya akan bergantung kepada pertolongan dan bantuan orang lain. Anak tunagraita tidak dapat melakukan aktivitas secara mandiri seperti (makan, minum, berpakaian, dan sebagainya), tidak dapat membedakan kondisi bahaya dan tidak bahaya, serta pada klasifikasi ini hanya mampu mengucapkan kata-kata yang sederhana saja.  Ciri-Ciri Anak Tunagrahita Mengalami keterlambatan pada kemampuan duduk, merangkak, atau berjalan. Mengalami keterlambatan dalam menguasai keterampilan sehari-hari. Sulit untuk berpikir secara logis Sulit memecahkan masalah.  Mengalami kesulitan berbicara. Anak tuna grahita akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan sikap atau gerakannya. Tips Mendampingi Anak Dengan Tuna Grahita  Pilih sekolah yang tepat untuk anak Rutin melatih kemampuan bahasa anak Pelajari segala hal tentang retardasi mental Tumbuhkan rasa kemandirian pada  anak Pelajari berbagai hal mengenai disabilitas intelektual Bimbing anak untuk melakukan sesuatu dengan tepat, seperti berpakaian atau makan sendiri Melibatkan anak dalam kegiatan kelompok, misalnya memasukkan anak ke playgroup Berkomunikasi dengan orangtua lain yang memiliki kondisi serupa. Faktor Yang Menyebabkan Tunagrahita Pada Anak-Anak Masalah genetic Factor utama penyebab anak tuna grahita  disebabkan oleh gen abnormal yang diturunkan oleh orangtua atau terjadi kesalahan ketika gen menyatu. Jadi, bayi akan  menerima gen abnormal atau gen mungkin berubah saat bayi berkembang di dalam kandungan.   Masalah kehamilan Masalah ataupun kebiasaan buruk selama kehamilan bisa menyebabkan hambatan dalam perkembangan otak janin dan memicu gangguan intelektual pada anak. Seperti contohnya penggunaan alkohol, narkoba, kekurangan nutrisi, serta alami infeksi selama kehamilan. Gangguan saat persalinan Gangguan proses kehamilan yang disebabkan karena komplikasi menyebabkan anak kekurangan asupan oksigen saat proses persalinan berisiko mengalami gangguan otak. Penyakit atau Cidera Factor penyakit atau cidrea yang terjadi pada anak tersebut yang diakibatkan karena Infeksi seperti meningitis, batuk rejan, atau campak dapat menyebabkan cacat intelektual. atau retardasi mental. Peran Orang …