Demensia umumnya didefinisikan sebagai kondisi menurunnya daya ingat. Demensia sering dianggap sebagai efek penuaan. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kemampuan mengingat dan memproses informasi secara bertahap seiring waktu. Namun, tidak semua lansia akan mengalami demensia.
Dalam kasus tertentu, demensia perlu dicurigai sebagai gejala awal demensia. Demensia sendiri merupakan sindrom atau sekelompok gejala yang mengacu pada penurunan fungsi otak, seperti kehilangan ingatan, gangguan proses berpikir dan perilaku, serta perubahan kondisi mental atau emosional.
Demensia yang disebabkan oleh demensia umumnya akan membuat penderitanya mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Jika sudah parah, lansia yang menderita demensia berat akibat demensia bahkan mungkin tidak mengenali orang-orang terdekatnya.
Penyebab dan Faktor Risiko Demensia Pada Usia Muda
Penyebab demensia pada usia muda sama dengan demensia pada orang lanjut usia. Namun, beberapa penyebab seperti demensia frontotemporal (FTD) lebih sering terjadi pada pasien demensia muda.
Sedangkan beberapa kondisi yang menjadi faktor risiko adalah :
1.Penyakit Alzheimer, Penyakit Alzheimer, penyakit Alzheimer atipikal, atau jenis penyakit Alzheimer langka yang disebabkan oleh mutasi genetik yang diturunkan dalam keluarga dapat menyerang orang yang berusia di bawah 65 tahun.
2.Dalam kondisi belajar yang sulit, orang dengan ketidakmampuan belajar seperti Down Syndrome memiliki risiko lebih tinggi terkena demensi.
3.Penyakit kardiovaskular dan diabetes Penyakit kardiovaskular dan diabetes dapat menyebabkan demensia vaskular, yaitu demensia yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. CADASIL (arteriopati serebral dominan autosomal dengan infark subkortikal dan leukoensefalopati), kelainan genetik langka yang memengaruhi pembuluh darah di otak dan dapat menyebabkan demensia.
4.Faktor genetik Kerusakan otak, kondisi genetik tertentu yang diturunkan dalam keluarga dapat merusak area frontal dan lateral otak sehingga menyebabkan demensia frontotemporal. Meskipun dapat terjadi pada demensia, kerusakan genetik sering kali menjadi faktor risiko demensia lanjut.
5.Penumpukan protein di otak Partikel protein Lewy dapat menumpuk di otak dan menyebabkan Lewy body dementia (LBD).
6.Minum alkohol atau terlalu banyak minum alkohol menyebabkan kekurangan vitamin B1 sehingga menyebabkan kerusakan sel otak dan meningkatkan risiko cedera kepala.
Tanda-tanda Demensia Pada Usia Muda
Demensia pada usia muda ini mempunyai gejala yang mirip dengan demensia pada lansia, yaitu:
1.Gangguan daya ingat yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari
2.Tiba-tiba merasa bingung
3.Kesulitan melakukan aktivitas rutin
4.Mangulang - ulang melakukan sesuatu yang sama
5.Kesulitan bersosialisasi, menarik diri dari interaksi dengan saudara dan teman
6.Hilangnya kemampuan berpikir dan mengambil keputusan
7.Kesulitan berkomunikasi (berbicara, membaca, menulis, memahami orang lain)
8.Perubahan perilaku.
Tips Cara Mencegah Demensia Pada Usia Muda
a.Rutin Berolahraga
Cara pertama yang dapat kamu lakukan guna mencegah demensia adalah menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga. Dengan melakukannya secara rutin, aliran darah dalam tubuh akan lebih cepat diedarkan ke seluruh tubuh oleh organ jantung, sehingga darah dalam tubuh terus mengalami perputaran.
Selain mencegah penyakit seiring dengan bertambahnya usia, rutin berolahraga juga mampu melindungi organ jantung dari penyakit berbahaya. Bukan hanya itu saja, kamu juga akan terhindari dari penyakit yang disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah. Lakukan olahraga sewajarnya, yaitu selama setengah jam setiap harinya. Jangan melakukan olahraga yang terlalu berat, karena akan memberatkan kinerja organ jantung.
b.Tingkatkan Asupan Vitamin D
Meningkatkan asupan vitamin D menjadi salah satu langkah mencegah demensia sejak dini. Pasalnya, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan penurunan kognitif pada tubuh. Cara yang paling alami dan mudah untuk mendapatkan asupan vitamin D adalah dengan berjemur. Kamu juga dapat mengonsumsi multivitamin atau suplemen tambahan. Namun sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya, silahkan diskusikan terlebih dulu dengan dokter.
c.Jaga Otak Selalu Aktif
Selalu menggunakan otak untuk berpikir dengan membaca atau mempelajari hal-hal yang belum diketahui sebelumnya. Hal-hal tersebut akan membuat otak selalu aktif, sehingga menurunkan risiko terkena demensia di kemudian hari. Jika terlalu malas membaca dan mempelajari hal-hal baru, kamu dapat melakukan teka-teki silang untuk menjaga otak selalu aktif.
d.Hindari Konsumsi Alkohol
Sering mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko mengidap demensia di kemudian hari. Alkohol mampu menyebabkan kerusakan permanen pada otak secara struktural maupun fungsional. Langkah mencegah demensia selanjutnya dapat kamu lakukan dengan berhenti konsumsi alkohol
e.Cukup Istirahat
Kurang istirahat dapat meningkatkan kadar protein yang dapat membentuk plak amiloid, sehingga mengganggu pola tidur seseorang. Kurang tidur juga akan menyebabkan terjadinya gangguan kognitif yang menyebabkan peradangan di sistem saraf pusat, termasuk otak. Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup selama 8 jam per malam.
Cara Mengobati Demensia
Bagi anda yang sudah terkena demensia, pengobatannya adalah anda bisa berkonsultasi ke dokter spesialis saraf untuk diberikan terapi obat yang sesuai dengan gangguan demensia yang diderita pasien. Jangan ragu untuk memeriksakan kesehatan anda, karena kesehatan adalah aset berharga untuk kita jadi mulai sekarang mari kita jaga kesehatan dengan melakukan pola hidup sehat.
Daftar Pustaka :
https://www.halodoc.com/artikel/cegah-demensia-sejak-usia-muda-dengan-5-...
https://herminahospitals.com/id/articles/demensia-pikun-ternyata-bisa-mu...
https://www.alodokter.com/pikun-gejala-demensia-yang-perlu-pengobatan