Gangguan pola tidur yang paling sering terjadi saat ini yaitu Insomnia. Insomnia merupakan kesulitan dalam memulai dan mempertahankan tidur sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan tidur yang adekuat, baik kualitas maupun kuantitas. Biasanya seseorang yang mengalami insomnia akan lebih sulit memulai tidur, sering terbangun saat tidur hingga terbangun lebih dini dan sulit untuk tidur kembali. Penyebabnya dikarenakan gangguan fisik maupun karena faktor mental seperti perasaan gundah maupun gelisah. Tidur merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh manusia. Tidur adalah suatu keadaan tidak sadarkan diri dimana persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun atau hilang dan dapat di bangunkan kembali dengan indra atau ransangan yang cukup. Aktivitas tidur terjadi secara alami dan dikontrol oleh pusat tidur yaitu medulla spinalis (Batang Otak) tepatnya di RAS (Retikular activating system) dan BSR (Bulbar Synchronizing Region) yang terlibat dalam mempertahankan status bangun dan mempermudah  tahapan untuk tidur. A.Jenis Gangguan Tidur 1.Parasomnia: Gangguan berupa tidur sambil berjalan, mengigau, halusinasi, paralisis, mimpi buruk, dan perasaan terteror di malam hari 2.Gangguan ritme sirkadian: Ketidakseimbangan ritme tidur alami tubuh dengan jadwal tidur 3.Sleep apnea: Terhentinya napas selama beberapa saat karena masalah di saluran pernapasan sehingga sering terbangun ketika tertidur 4.Narkolepsi: Gangguan tidur yang membuat individu merasa sangat lelah dan bisa tidur secara tiba-tiba saat beraktivitas 5.Insomnia: Sulit memulai tidur atau tetap tidur hingga waktu yang cukup 6.Restless leg syndrome/sindrom kaki gelisah: Kaki terasa tidak nyaman dan bergerak-gerak saat tidur. B.Penyebab Gangguan Pola Tidur 1.Suhu ruangan terlalu panas atau dingin, kebisingan, atau cahaya terlalu terang 2.Kebiasaan tidur yang buruk, seperti tidur siang berlebihan atau mengonsumsi minuman berkafein/beralkohol sebelum waktu tidur 3.Stres atau kecemasan yang berkepanjangan sehingga membuat individu tak dapat tenang dan mengganggu pola tidur 4.Masalah medis seperti diabetes, nyeri kronis, asma, dan penyakit jantung yang gejalanya bisa mengganggu tidur 5.Perubahan lingkungan, misalnya perubahan zona waktu atau perubahan jadwal kerja yang dapat mengganggu pola tidur dan ritme sirkadian 6.Gangguan genetik 7.Penggunaan narkotik dan obat-obatan terlarang. C.Fungsi Tidur Fungsi dan tujuan tidur secara jelas belum diketahui, akan tetapi diyakini bahwa tidur dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, kesehatan, mengurangi stres pada paru, kardiovaskuler, endokrin dan lainlain.Secara umum ada dua efek dari fisiologi tidur: pertama, efek pada sistem saraf yang diperkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara berbagai susunan saraf, dan kedua pada struktur tubuh dengan memulihkan kesegaran dan fungsi dalam organ tubuh karena selama tidur terjadi penurunan D.Cara Mengatasi Gangguan Pola Tidur 1.Terapi posisi tubuh menggunakan alat atau bantal khusus untuk menjaga posisi tidur yang baik dan nyaman 2.Pemakaian perangkat tidur tertentu yang dapat membantu mencegah atau mengurangi gejala gangguan tidur 3.Pemberian obat tidur atau obat lain untuk membantu mengatasi gangguan tidur 4.Membuat rutinitas tidur dan bangun yang teratur 5.Tidak tidur siang 6.Tidak mengonsumsi kafein, alkohol, atau makanan berat menjelang tidur 7.Tidak merokok 8.Berolahraga secara teratur, tetapi upayakan tidak melakukannya mendekati waktu tidur 9.Tidak bermain ponsel atau melakukan kegiatan bersifat stimulatif satu jam sebelum tidur 10.Pastikan kamar tidur temaram dan tenang dengan suhu ruang yang nyaman       Daftar Pustaka 1.https://primayahospital.com/saraf/gangguan-tidur/ 2.https://www.mountelizabeth.com.sg/id/conditions-diseases/sleep-disorders... 3.http://scholar.unand.ac.id/26368/2/Bab%201%20Pendahuluan.pdf