Masalah yang cukup sering dihadapi orang-orang di masa sekarang ini adalah tidur yang tidak nyenyak atau tidak berkualitas. Padahal, tidur menjadi salah satu hal yang sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas tubuh pada saat beraktivitas sehari-hari. Sudah menjadi fakta umum bahwa tidur yang tidak berkualitas dapat menjadikan seseorang berpotensi mengalami gangguan kesehatan, baik itu secara fisik maupun secara mental
Tidur merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam hidup, karena dengan tidur kita sudah membantu menjaga kesehatan fisik dan mental kita. Dengan menjaga kualitas tidur yang baik, dapat berpengaruh positif terhadap aktivitas di keesokan harinya.
Kondisi tidur yang baik bagi kesehatan ditentukan oleh dua hal, yaitu kuantitas tidur dan kualitas tidur. Kedua faktor ini harus dimiliki seseorang dengan seimbang. Sayangnya, kebanyakan orang berpikiran bahwa tidur yang baik itu memenuhi kebutuhan jumlah waktu tidurnya atau berkaitan dengan kuantitas tidur. Padahal kualitas tidur itu pun memiliki pengaruh yang besar bagi kesehatan individu khususnya pada kesehatan psikologisnya.
Ada 4 tahap yang dialami saat tidur
1. NREM: Tidur Ayam
Tahap pertama dari tidur adalah NREM (Non-Rapid Eye Movement) tidur ayam. Fase ini disebut tidur ayam atau tidur ringan, karena tubuh, mental, dan pikiran berada di ambang realita dan bawah sadar. Pada fase ini bisa dibilang kamu sedang setengah sadar, dan otak menghasilkan gelombang beta yang kecil nan cepat.
Pada tahapan tidur ini, mata kamu memang tertutup, tetapi kamu masih dapat dibangunkan atau terbangun dengan mudah. Pergerakan mata pada fase tidur ini sangat lambat, begitu juga aktivitas otot. Selama fase tidur ini, kamu dapat mengalami sensasi aneh, yang dikenal dengan istilah halusinasi hypnagogic. Misalnya, perasaan seperti terjatuh atau mendengar seseorang memanggil nama kamu.
2. NREM: Menuju Tidur Pulas
Pada fase tidur kedua ini, denyut jantung dan pernapasan kamu akan melambat, menjadi teratur, dan suhu tubuh menurun. Kamu juga akan menjadi semakin kurang sadar akan lingkungan sekitar. Jika terdengar suara, kamu mungkin tidak dapat memahami betul-betul kontennya. Ketika memasuki fase ini, gerak mata akan berhenti dan gelombang otak melambat, diiringi dengan hadirnya semburan gelombang cepat sesekali, bernama spindle tidur. Selain itu, fase tidur kedua ini juga ditandai dengan adanya K-complex, yaitu puncak tegangan tinggi negatif pendek.
Kedua hal itu kemudian bekerja sama untuk melindungi tidur dan menekan respon terhadap rangsangan luar, serta membantu penggabungan memori berbasis tidur dan pengolahan informasi. Artinya, tubuh sedang bersiap-siap untuk tidur pulas.
3. NREM: Tidur Pulas.
Fase ketiga ini merupakan fase tidur pulas, yang ditandai dengan pelepasan gelombang delta pada otak. Ketika telah memasuki fase ini, kamu akan jadi kurang responsif dan suara yang kamu dengar di sekitar mungkin akan gagal untuk menghasilkan respon. Tidak ada gerakan mata dan aktivitas otot sama sekali dalam fase ini. Selama fase tidur ini, tubuh memulai perbaikan dan pertumbuhan jaringan, membangun kekuatan tulang dan otot, meningkatkan pasokan darah ke otot, serta meningkatkan dan memperkuat sistem imun dimana hormon melatonin diproduksi. Tak hanya itu, energi dan hormon pertumbuhan yang penting untuk tumbuh kembang, juga akan dipulihkan pada fase ini.
Karena sudah “pulas”, kamu yang telah memasuki fase tidur ini akan sangat sulit untuk dibangunkan. Kalaupun berhasil dibangunkan, kamu tidak akan bisa sesegera mungkin menyesuaikan diri dengan perubahan, dan mungkin akan merasa kebingungan selama beberapa menit setelah bangun. Pada anak-anak, mengompol, night terror, atau sleepwalking, biasanya terjadi pada fase tidur ini.
4. REM: Tidur Bermimpi.
Fase terakhir dan terdalam dari tidur adalah REM (Rapid Eye Movement), yang disebut juga tidur bermimpi. Ketika memasuki fase ini, pernapasan akan menjadi lebih cepat, tidak teratur, dan dangkal. Tak hanya itu, mata juga akan bergerak ke segala arah dengan cepat, aktivitas otak dan detak jantung meningkat, tekanan darah naik, dan ereksi pada pria. Tidur pada fase ini juga disebut sebagai paradoks tidur, karena ketika otak dan sistem tubuh lainnya aktif bekerja, otot-otot menjadi lebih relaks. Mimpi biasanya terjadi pada fase tidur ini, akibat peningkatan aktivitas otak yang di lain sisi kelumpuhan sementara terjadi pada otot.
Fase tidur REM pertama biasanya terjadi sekitar 70-90 menit setelah tertidur. Setelah sekitar 10 menit dalam tidur REM, siklus biasanya akan kembali menjadi tahap tidur NREM. Umumnya, 4 periode tambahan tidur REM terjadi, masing-masing memiliki durasi yang lebih lama.
Berapa lama kita harus tidur dalam sehari?
Meskipun jumlah jam tidur kita tidak menentukan kwalitas tidur kita, tapi untuk mencapai kwalitas tidur yang maksimal diperlukan kwantitas atau jumlah jam tidur yang mencukupi dimana kebutuhan akan tidur dapat dibagi sesuai dengan usia seperti dibawah ini:
1.Usia 0-1 bulan: bayi yang usianya baru 2 bulan membutuhkan waktu tidur 14-18 jam sehari.
2.Usia 1-18 bulan: bayi membutuhkan waktu tidur 12-14 jam sehari termasuk tidur siang.
3.Usia 3-6 tahun: kebutuhan tidur yang sehat di usia anak menjelang masuk sekolah ini, mereka membutuhkan waktu untuk istirahat tidur selama 11-13 jam, termasuk tidur siang
4.Usia 6-12 tahun: Anak usia sekolah ini memerlukan waktu tidur 10 jam.
5.Usia 12-18 tahun: menjelang remaja sampai remaja kebutuhan tidur yang sehat adalah 8-9 jam.
6.Usia 18-40 tahun: orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-8 jam setiap hari.
Kapan sebaiknya tidur?
Tubuh Akan Menghasilkan Hormon Melatonin. Seorang ahli biologi, Joan Robert, berpendapat bahwa tubuh akan menghasilkan hormon melatonin ketika kita tidur dalam keadaan lampu dimatikan. Salah satu fungsi hormon melatonin adalah meningkatkan kekebalan tubuh dalam menangkal penyakit. Jadi tidur sebaiknya dalam keadaan gelap atau tanpa lampu.
Tidur tidak berkualitas dapat menimbulkan masalah diantaranya:
1.Insomnia
Kurang tidur yang terjadi secara terus-menerus bisa membuat Anda mengalami insomnia. Insomnia sendiri adalah suatu kondisi yang menyebabkan Anda susah tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak.Bila dibiarkan tanpa penanganan, insomnia dapat membuat Anda menjadi sering mengantuk di siang hari sehingga mengganggu aktivitas. Tak hanya itu, insomnia juga dapat mempengaruhi kinerja otak dalam berpikir serta meningkatkan rasa cemas.
2.Imunitas tubuh melemah
Sistem kekebalan tubuh menghasilkan protein yang bernama sitokin. Jenis protein yang satu ini dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan infeksi, peradangan, dan stres. Sitokin akan dilepaskan tubuh saat kita tertidur. Nah, bila kurang tidur, produksi protein sitokin pun akan berkurang sehingga kemampuan sel darah putih dan limfosit dalam melawan infeksi akan menurun. Akibatnya, tubuh menjadi rentan sakit. Imunitas tubuh yang lemah juga bisa menghambat proses penyembuhan ketika luka, cedera, atau terserang penyakit.
3. Mudah Stres.
Dampak buruk apabila kurang tidur juga bisa mempengaruhi mood kita sepanjang hari. Kita bisa mengalami perubahan susasana hati dan menjadi tidak sabar. Keadaan yang lebih emosional ini dapat berdampak besar ketika kita harus membuat keputusan atau pekerjaan penting. Apabila hal tersebut dibiarkan maka bisa timbul masalah seperti perilaku impulsif, kecemasan, depresi, dan paranoid.Tidur nyenyak menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kebugaran tubuh. Tidur nyenyak memberikan manfaat terbaik untuk kesehatan fisik, mental, dan emosional. Saat kita tidur, tubuh kta memiliki kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan diri.
4.Daya ingat menurun
Pada saat tidur, otak bekerja untuk menyimpan hal-hal yang telah dipelajari dan dialami sepanjang hari ke dalam sistem ingatan jangka pendek. Hal ini dapat terjadi karena koneksi saraf yang mendukung ingatan seseorang mengalami penguatan saat tidur. Jika waktu tidur terganggu, kemampuan otak dalam mengolah dan menyimpan informasi pun akan mengalami gangguan. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak untuk berpikir dan mengolah informasi, rasa kantuk yang muncul akibat kurang tidur juga dapat menjadi salah satu penyebab orang mudah lupa serta hilangnya kemampuan konsentrasi dan membuat keputusan.
5.Munculnya tanda penuaan dini
Saat kurang tidur, kulit akan terlihat pucat, kering, kusam, dan mata pun tampak bengkak. Bila berlangsung jangka panjang, kurang tidur dapat memicu munculnya berbagai tanda penuaan dini, seperti keriput, garis halus, atau kerutan di sekitar mata.Tidak hanya itu, sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat.
6.Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Efek kurang tidur berikutnya yang perlu diwaspadai adalah memicu terjadinya penyakit kardiovaskular. Hal ini karena tidur dapat menjaga kemampuan tubuh dalam memperbaiki kerusakan pada pembuluh darah dan jantung. Inilah sebabnya orang yang kurang tidur lebih rentan menderita penyakit jantung.
Selain menimbulkan berbagai masalah kesehatan di atas, kurang tidur juga turut menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja. Oleh karena itu, dampak kurang tidur bagi kesehatan dan keselamatan tidak bisa dianggap sepele.
Manfaat tidur yang berkualitas
Jika kita mampu memenuhi kebutuhan tidur kita dengan kualitas yang baik itu sama pentingnya dengan gaya hidup sehat yang lain, seperti makan makanan dengan gizi seimbang dan olahraga.
1. Baik untuk kesehatan otak
Tidur berperan besar dalam proses pembelajaran dan memori. Tanpa tidur yang cukup otak akan merasa lelah dan sulit untuk fokus atau menerima informasi baru. Dengan tidur yang cukup, otak akan merasa lebih siap untuk menerima informasi selanjutnya.
2. Mengurangi Stress
Kurang tidur bisa memengaruhi emosi seseorang. Contohnya lebih mudah marah atau tersinggung. Nah, hal ini dikarenakan otak memerlukan waktu untuk memberikan reaksi dengan cara yang benar. Jika kekurangan tidur, otak kurang bisa memberikan reaksi yang tepat, sehingga kamu cenderung mengeluarkan reaksi emosional yang negatif.
3. Jantung lebih sehat
Saat tertidur tekanan darah akan turun karena jantung dan pembuluh darah juga ikut beristirahat. Ketika tubuh kekurangan tidur maka tekanan darah akan terus bekerja dan dapat berisiko terkena penyakit jantung ataupun stroke.
4. Melawan kuman dan virus
Sistem kekebalan berfungsi untuk melawan kuman dan virus yang menyebabkan penyakit. Ketika tubuh tidak mendapatkan jam istirahat yang cukup, sel kekebalan cenderung melemah. Alhasil, sistem imun tidak mampu melindungi tubuh dari infeksi virus, bakteri, atau mikroorganisme jahat lainnya.
5. Mengendalikan berat badan
Di otak terdapat empat hormon yang mengendalikan nafsu makan yaitu insulin,leptin, peptide dan ghrelin. Hormone ghrelin ini disebut juga hormone lapar. Nah, kurang tidur dapat mengacaukan cara kerja hormon tersebut, sehingga kerap kali tidak bisa mengontrol pola makan. Selain itu, kurang tidur juga menyebabkan rasa malas sehingga sulit untuk menggerakan tubuh.
Sumber:
1.https://upk.kemkes.go.id/new/lama-waktu-tidur-yang-dibutuhkan-oleh-tubuh
2.https://www.halodoc.com/artikel/kenali-pola-tidur-yang-baik-untuk-keseha...
3.https://www.halodoc.com/artikel/tips-untuk-mendapatkan-tidur-yang-berkua...
4.https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3581/manfaat-tidur-berkualitas-...