Kepribadian ganda atau gangguan identitas disosiatif adalah suatu kondisi kesehatan mental, ketika seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda antara satu dengan lainnya. Pengidap gangguan ini mengalami kepribadian yang berubah-ubah, tetapi hal ini tidak disadarinya. Gangguan ini ditandai dengan gangguan memori, kesadaran, atau kepribadian, yang umumnya dipicu oleh stres atau kejadian traumatis yang dialami orang tersebut pada masa kecilnya. Bentuk trauma ini dapat berupa kekerasan fisik atau emosional yang terjadi secara berulang-ulang.
Penyebab Kepribadian Ganda
Hingga saat ini penyebab pasti dari kepribadian ganda belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan bahwa gangguan mental ini dipicu oleh trauma psikis tertentu pada masa kanak-kanak secara berulang. Terdapat beberapa pengalaman traumatis yang bisa memicu kepribadian ganda, antara lain, kecelakaan, bencana alam, pelecehan seksual, tindak kekerasan. Sebagai upaya untuk mengatasi peristiwa traumatis yang dialami, secara tidak sadar, otak pengidap kepribadian ganda berusaha untuk memisahkan memori buruk tersebut dengan kehidupan normal sehari-hari, yang dalam istilah medis disebut dengan disosiasi.
Mekanisme disosiasi ini yang menimbulkan gejala kepribadian ganda. Kepribadian ganda juga bisa terjadi ketika ada pengabaian atau pelecehan emosional yang terus menerus, bahkan meskipun tidak ada pelecehan fisik atau seksual.
Gejala Kepribadian Ganda
Pengidap kepribadian ganda setidaknya memiliki dua macam kepribadian. Saat kepribadian yang satu sedang dilakoni, pengidap tidak ingat bahwa dirinya memiliki kepribadian yang lain, begitu pula sebaliknya. Kepribadian yang berbeda tersebut dapat disertai dengan identitas yang berbeda pula. Misalnya, jenis kelamin yang berbeda atau nama yang berbeda. Perubahan kepribadian ini umumnya dipicu oleh kejadian yang mengingatkan pengidapnya pada peristiwa traumatis yang pernah dialami. Berikut beberapa gejala utama kepribadian ganda:
Depersonalisasi, ini adalah perasaan terlepas dari tubuh dan pikirannya sendiri atau yang sering disebut sebagai pengalaman ‘keluar tubuh’.
Derealisasi, perasaan bahwa dunia ini tidak nyata atau lingkungan sekitar tampak berkabut.
Amnesia, kegagalan untuk mengingat informasi pribadi yang signifikan. Ada juga mikro-amnesia, yaitu ketika pengidap tidak mengingat percakapan yang pernah terjadi.
Kebingungan identitas atau perubahan identitas. Pengidap merasa bingung tentang siapa dirinya seperti apa hobinya, cita-cita, agamanya, dan lain-lain. Selain itu, pengidap juga bisa mengalami distorsi dalam waktu, tempat, dan situasi.
Pengobatan Kepribadian Ganda
Tujuan pengobatan kepribadian ganda adalah untuk menghubungkan kepribadian yang berbeda-beda menjadi satu jenis kepribadian saja. Dengan demikian, pengidap diharapkan dapat kembali menjalankan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari dengan baik. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengobatan yang dilakukan harus dapat menolong pengidap kepribadian ganda untuk menyadari stres psikis yang dialami. Selanjutnya, berlatih menerima dan kemudian berupaya mengatasinya dengan bantuan psikiater. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan, antara lain:
Terapi kognitif perilaku (cognitive behavior therapy). Terapi ini dilakukan dengan cara diskusi antara psikiater dan pengidap kepribadian ganda, yang bertujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku.
Terapi keluarga (family therapy). Dalam terapi ini, keluarga dilibatkan untuk memahami tanda-tanda pengidap akan berubah kepribadian, untuk membantu mengontrol dan menenangkan pengidap.
Hipnoterapi. Biasanya digunakan bersama dengan psikoterapi, hipnosis klinis bisa membantu pengidap mengakses ingatan yang ditekan, mengontrol perilaku bermasalah yang menyertai gangguan kepribadian, serta membantu mengintegrasikan kepribadian menjadi satu.
Terapi seni. Terapi seni dapat berupa melukis, menyanyi, bermusik, dan sebagainya, yang bertujuan untuk membantu pengidap dalam mengeksplorasi pikiran dan perasaannya.
Obat-obatan antidepresan. Obat-obatan ini dapat digunakan untuk membantu meringankan gejala yang dialami pengidap, tetapi bukan sebagai terapi utama untuk mengatasi kepribadian ganda.
Daftar Pustaka
www.halodoc.com
Penulis
Sigit Setiawan, S.Kep,Ners