Perubahan kondisi kesehatan anak kerap kali membuat orang tua cemas tidak terkecuali pada situasi badan anak mengalami demam. Meskipun demam seringkali dikatakan biasa akan tetapi apabila disertai dengan ciri (demam) yang berbahaya anda harus waspada untuk memberikan pertolongan pertama. Kejang demam atau stuip merupakan kondisi dimana si kecil mengalami perubahan suhu tubuh dari kondisi normal (36-37,2 derajat celcius) ke suhu yang lebih tinggi. Kejang demam sering terjadi pada anak-anak bahkan pada 2-5% terjadi pada anak berusia 6 bulan hingga usia 5 tahun. Kejang demam pada anak yaitu ditandai dengan kondisi dimana anak mengalami suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius. Tidak disertai dengan riwayat anak mengalami kejang dalam kondisi normal, gangguan dan infeksi. Kejang demam akan berbeda dengan kondisi anak yang mengalami kejang pada kondisi normal, kejang pada kondisi normal biasanya dihubungkan dengan kondisi gangguan saraf sedangkan kejang demam hanya ketika anak demam dan terkait usia, seringkali dialami oleh anak usia 14-18 bulan. Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39 o C atau lebih. Ciri-ciri kejang demam sederhana: Usia anak 6 bulan – 6 tahun Demam tinggi (> 38,5 derajat C) Kejang umum (seluruh tubuh) Tak sadar Mata mendelik keatas Nafas agak terganggu Mulut berbusa Mungkin ngompol dan muntah Berlangsung < 15 menit Pasca kejang anak tampak diam, mengantuk, tertidur yang berlansung beberapa detik atau menit kemudian pulih seperti biasa Tidak ditemukan kelainan fungsi saraf sebelum maupun sesudah kejang. Kejang tidak berulang dalam 24 jam Kejang tidak berulang > 4 kali dalam setahun Penyebab Kejang Demam Pada Anak Kejang demam bisa berulang dialami oleh anak bahkan potensi bagi anak yang mengalami kejang demam pada usia dibawah 1 tahun dapat terjadi berulang. Selain itu kejang demam pada anak akan beresiko berulang ketika keluarga memiliki riwayat kejang demam. Berikut adalah faktor resiko dan penyebab kejang demam pada anak : Usia anak anda 18 bulan ke atas lebih beresiko mengalami kejang demam. Pada kondisi tubuh anak yang mengalami demam kejang yaitu ditandai dengan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi dan juga masa demam yang singkat. Kejang demam dapat juga disebabkan karena infeksi virus atau penyakit lain yang dapat pemicu kejang demam seperti radang telinga, infeksi saluran napas atas, infeksi saluran kemih atau radang pada amandel. Mengalami kejang demam yang berulang dengan resiko 15-70% pada 2 tahun pertama setelah anak mengalami kejang demam yang pertama. Mencegah Kejang Demam Pada Anak Anda dapat melakukan pencegahan ketika anak anda demam sehingga tidak disertai dengan kejang, berikut adalah beberapa pencegahan kejang demam : Anda dapat memantau dengan menggunakan termometer suhu tubuh anak. Hindari menggunakan baju yang terlalu tebal sehingga membuat keluarnya panas terhambat. Anda dapat mengkompres dengan menggunakan air hangat. Berikan obat pereda demam sesuai dengan resep dokter. Mengatasi Kejang Demam Pada Anak Apabila anak anda mengalami kejang demam, berikut cara mengatasinya : Anda dapat segera membawanya ke dokter untuk diberikan evaluasi dan mengatasi kemungkinan penyakit bahkan apabila anak anda telah berhenti kejang. Pemeriksaan sangat diperlukan. Apabila anak mengalami kejang jangan berikan makanan ataupun minuman. Ketika anak anda mengalami kejang sebaiknya kepala anak dimiringkan agar air liur tidak membuatnya tersedak. Hindari anak anda dari benda yang dapat melukainya. Tidak dianjurkan untuk memberikan obat anti kejang tanpa pengawasan dokter.