“Bagaimana ini ya kondisi pasien penurunan keadaran, dokter penanggung jawab pasien sedang diluar kota, dokter jaga sedang istirahat sholat” seketika wajah perawat pucat, berkeringat, denyut jantung meningkat dan tangan tremor/gemetaran. Itu adalah beberapa tanda-tanda kecemasan yang tentunya pernah kita rasakan, ketika dihadapkan pada situasi yang tidak kita inginkan, tentunya seorang perawat harus tetap mengontrol kecemasannya sebelum tindakan ke pasien,bukan?. bagaimana caranya agar perasaan cemas dapat diminalisir ketika dihadapkan pada suatu kondisi.
Pengertian Kecemasan
Kecemasan adalah perasaan takut yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi. kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau ketakutan yang disertai oleh respon autonom (penyebab sering tidak spesifik atau tidak diketahui pada setiap individu) perasaan cemas tersebut timbul akibat dari antisipasi diri terhadap bahaya. Keadaan ini juga dapat diartikan sebagai tanda-tanda perubahan yang memberikan peringatan akan adanya bahaya pada diri individu.
Tanda dan Gejala Kecemasan
Cemas, khawatir, firasat buruk, takut akan pikirannya sendiri, mudah tersinggung.
Merasa tegang, tidak tenang, gelisah, dan mudah terkejut.
Takut sendirian, takut pada keramaian, dan banyak orang.
Gangguan pola tidur, dan mimpi-mimpi yang menegangkan.
Gangguan konsentrasi dan daya ingat.
Keluhan-keluhan somatik, misalnya rasa sakit pada otot dan tulang, pendengaran berdenging (tinitus), berdebar-debar, sesak napas, gangguan pencernaan, gangguan perkemihan, sakit kepala dan sebagainya.
Tingkatan Kecemasan
Kecemasan Ringan
Berhubungan dengan ketegangan yang dialami sehari-hari. Individu masih waspada serta lapang persepsinya meluas, menajamkan indera. Dapat memotivasi individu untuk belajar dan mampu memecahkan masalah secara efektif dan menghasilkan pertumbuhan dan kreatifitas.
b. Kecemasan Sedang
Memungkinkan individu untuk berfokus pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain. Kecemasan ini mempersempit lapang persepsi individu. Dengan demikian, individu mengalami tidak perhatian yang selektif namun dapat berfokus pada lebih banyak area jika diarahkan untuk melakukannya.
c. Kecemasan Berat
Lapang persepsi individu sangat sempit. Individu cenderung berfokus pada sesuatu yang rinci dan spesifik serta tidak berfikir tentang hal lain. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. Individu tersebut memerlukan banyak arahan untuk berfokus pada area lain.
d. Panik
Berhubungan dengan terperangah, ketakutan, dan teror. Hal yang rinci terpecah dari proporsinya. Karena mengalami kehilangan kendali, individu yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan suatu arahan. Panik mencakup disorganisasi kepribadian dan menimbulkan peningkatan aktivitas motorik, menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain, persepsi yang menyimpang, dan kehilangan pemikiran yang rasional.
Apa saja Penyebab Kecemasan?
faktor internal yaitu tidak memiliki keyakinan akan kemampuan diri.
faktor eksternal dari lingkungan seperti ketidaknyamanan akan kemampuan diri, Threat (ancaman), Conflict (pertentangan), Fear (ketakutan), Unfuled need (kebutuhan yang tidak terpenuhi).
Kecemasan memiliki rentang respon, bagaimanakah rentang respon kecemasan?
Respon Adaptif Respon Maladaptif
Antisipasi Ringan Sedang Berat Panik
Rentang respon individu terhadap cemas berfluktuasi antara respon adaptif dan maladaptif. Rentang respon yang paling adaptif adalah antisipasi dimana individu siap siaga untuk beradaptasi dengan cemas yang mungkin muncul. Sedangkan rentang yang paling maladaptif adalah panik dimana individu sudah tidak mampu lagi berespon terhadap cemas yang dihadapi sehingga mengalami gangguan fisik dan psikososial.
Apa saja yang harus dilakukan ketika dihadapkan pada kondisi yang menimbulkan rasa cemas?
Relaksasi Nafas Dalam
Ketika Anda mulai merasakan kecemasan, coba tarik napas dalam-dalam secara perlahan. Lakukan tarikan napas sekitar 4 detik. Lalu hembuskan kembali secara perlahan juga selama 4 detik. Lakukan berulang-ulang hingga kecemasan mulai mereda. Secara ilmiah, metode ini akan membuka diafragma di paru-paru secara alami dan efeknya adalah Anda merasa rileks. Dengan rutin melakukan latihan napas seperti ini otot dan syaraf yang tegang akan dikendurkan dan menjadi lebih tenang
2. Temukan Sumber Kecemasan
Kecemasan kadang bisa muncul secara tiba-tiba dan tidak bisa kita kontrol. Namun demikian, Anda harus bisa mengidentifikasi sumber kecemasan tersebut. Apakah karena pekerjaan di kantor yang masih menumpuk. Bahkan karena rutinitas sehari-hari atau saat menemukan kondisi pasien gawat darurat.
3. Hadapi Penyebab Kecemasan
Saat Anda sudah mengetahui penyebab munculnya kecemasan, langkah selanjutnya adalah menghadapi kecemasan tersebut. Jangan menghindar, karena hanya akan membuat Anda terus dilanda kecemasan. Anda justru harus terlibat ke dalam hal yang menjadi sumber kecemasan. Ketika Anda sudah mulai terbiasa dengan kondisi tersebut, maka tidak akan ada lagi rasa cemas. Cara ini memang berat tapi cukup efektif untuk mengatasi kecemasan berlebihan.
4. Jadikan Kecemasan bagian dari kehidupan
Di sisi lain, rasa cemas sebenarnya bisa menjadi stimulus bagi perkembangan mental dan diri kita. Anda harus pernah mengalami kondisi yang tidak nyaman dalam kehidupan.Dengan demikian, Anda akan bisa menjalani hidup dengan lebih baik meski ada ketidaknyamanan atau kecemasan yang datang suatu hari nanti.
5. Berolahraga
Pada saat berolahraga, tubuh kita akan melepaskan hormon endorfin, hormon inilah yang membantu dalam mengatasi dan meminimalisir rasa cemas yang sedang kita hadapi.
6. Istirahat dan tidur yang cukup
Pada saat tidur dan istirahat, otot-otot tubuh kita sedang dalam posisi rileks dan tidak tegang
7. Bergembira dan mencari aktivitas yang disukai
8. Aroma terapi dan Meditasi
9. Beribadah dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
Daftar Pustaka
Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Videbeck. Jakarta : EGC, 2008
Hawari, Dadang. 2008. Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi. Penerbit FK Universitas Indonesia.
Nanda Internasional.2012.Diagnosis Keperawatan 2012-2014. EGC : Jakarta.
Undari,Ulfa. 2013. Penelitian/Skripsi Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Motivasi dalam Penyusunan Riset pada Mahasiswa Keperawatan di STIKIM.
Stuart, G.W, & Laraia, M.T. 2005. Principles and Practice of Psychiatric Nursing, 8th edition. St. Louis: Mosby Book Inc.
Agus,Dwi. Pengembangan diri. Diakses pada tanggal 28 November 2017 dari http://www.tipspengembangandiri.com/cara-mengatasi-kecemasan-berlebihan/
Penulis
R. Imam Bramono, S.Kep