Seorang perempuan bisa melahirkan anak dari hasil pernikahanya merupakan perasaan bahagia dan penuh rasa syukur tentu dapat dirasakan oleh setiap pasangan suami istri yang baru saja menyambut kelahiran anak pertama. Proses melahirkan yang pertama kali oleh seorang istri menjadi sebuah pengalaman pertama yang berharga bagi setiap pasangan suami istri dan nantinya setelah mempunyai anak akan memulai dengan hal baru dan peran yang baru sebagai orang tua, tentu dalam hal ini setiap pasangan suami istri yang baru mempunyai anak pertama akan mengalami perubahan kebiasaan dan perilaku dalam keseharian.
Terlebih bagi wanita yang baru saja melahirkan, penyesuaian memang perlu dilakukan, baik dari segi fisik, perilaku, hingga emosional, tidak sedikit wanita bahkan mengalami gangguan depresi setelah melahirkan, hal ini tidak lain karena mereka dihadapkan dengan perubahan yang terjadi secara signifikan paska melahirkan anak. Seorang ibu apabila tidak dapat menyesuaikan diri terhadap peran dan aktivitas barunya sebagai seorang ibu maka kemungkinan besar akan mengalami gangguan psikologis dalam berbagai gejala yang disebut dengan postpartum depression atau depresi setelah melahirklan . Dimana pengertian Postpartum depression merupakan kondisi dimana seorang ibu yang baru saja melahirkan mengalami perubahan mood sehingga bisa menyebabkan gangguan psikologikal yang merupakan manifestasi dari depresi mayor yang terjadi selama 7 hari bahkan sampai 1 tahun setelah kelahiran bayi. Ada 2 faktor penyebab dari postpartum depression, yaitu pengalaman pada proses melahirkan meliputi melahirkan normal dan melahirkan melalui tindakan, yang kedua adalah faktor demografi meliputi usia, status paritas, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, dan status kehamilan .
Namun, ada beberapa ibu yang setelah melahirkan akan mengalami depresi yang lebih parah dan berkepanjangan . Itulah yang dikenal sebagai depresi postpartum atau depresi pasca persalinan, depresi paska melahirkan bukanlah bentuk cacat karakter atau kelemahan seorang ibu, terkadang itu hanya komplikasi melahirkan. Jika ibu mengalami depresi postpartum, maka perlu tindakan segera untuk mengatasi gejala dan membantu ibu terikat dengan bayi baru lahir.
A. Kenali Macam – macam Bentuk Depresi Pasca Melahirkan
1. Baby Blues
Baby blues bisa dialami hingga 80 persen oleh wanita, dimana gejala baby blues dengan depresi pasca melahirkan yang lain memang mirip, tetapi baby blues merupakan kondisi yang jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan depresi pasca melahirkan yang lainnya. Baby blues terjadi dalam waktu yang lebih singkat yaitu 2 minggu pertama setelah melahirkan.
2. Post Partum Major Depression
Post Partum Major Depression bisa dikatakan merupakan salah satu jenis depresi yang cukup berat dialami oleh ibu setelah melahirkan. Biasanya, kondisi ini terjadi pada 10 persen wanita yang baru melahirkan. Pada umumnya gejala yang dialami hampir sama dengan baby blues, yang membedakan adalah waktu terjadinya depresi. Jika baby blues bisa disembuhkan dalam waktu minimal 2 minggu setelah melahirkan, post partum major depression akan cenderung berlangsung lebih lama.
3. Post Partum Psychosis Depression
Pada kondisi post partum psychosis depression, kondisi ibu akan bertambah parah, karena pada fase ini ibu memiliki halusinasi dan sering cemas . Banyak kondisi halusinasi yang dialami, misalnya seperti perasaan bisikan yang bisa mencelakakan bayi atau ibu sendiri
B. Penyebab Depresi Postpartum
1. Permasalahan psikis
Mempunyai bayi apalagi bayi pertama, sering kali menyebabkan ibu menjadi cemas dan tidak percaya diri dengan kemampuannya merawat bayi baru lahir. Sehingga gangguan psikologis pada ibu akan terjadi
2. Faktor biologis
Perubahan hormonal seperti estrogen, progesteron, prolaktin, dan estriol yang terlalu berlebihanatau terlalu rendah dalam masa melahirkan atau mungkin perubahan hormon tersebut terlalu cepat atau terlalu lambat. Dengan penurunan hormone tersebut wanita akan lebih sensitif dan mengalami perubahan suasan hati
Faktor dukungan sosial dari suami dan keluarga yang membantu pada saat kehamilan, persalinan, dan pascasalin, beban seorang ibu sedikit banyak
Faktor selama proses melahirkan hal ini mencakup lamanya persalinan serta tindakan medis yang digunakan selama proses persalinan. Semakin besar trauma fisik yang ditimbulkan pada saat persalinan, maka akan semakin besar pula trauma psikis yang muncul sehingga klien tersebut akan depresi .
C. Gejala Depresi Pasca melahirkan
Berikut ini adalah beberapa gejala derpesi pascamelahirkan yang patut diwaspadai:
Perasaan sedih dan tidak memiliki rasa semangat
Kesulitan dalam merawat dan berinteraksi dengan bayi
Sering merasa sedih yang berkepanjangan tanpa alasan yang jelas
Merasa khawatir dan berpikir bahwa ada sesuatu yang salah pada bayi
Mudah merasa gelisah dan tersinggung
Kurang tidur
Mulai timbul adanya pemikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri
Mudah panic
Merasa tak berharga dan tak memiliki harapan
D. Cara Mengatasi Depresi Postpartum
1. Jauhi hal-hal yang mengerikan
Bila mengalami depresi postpartum, maka anda akan menjadi sangat emosional. Dengan apa yang dilihat dan dirasakan maka akan timbul rasa emosional. Untuk sementara jangan menonton film horor, novel misteri, cerita-cerita menegangkan, dan sementara hindari baca atau tonton berita kriminal untuk sementara waktu.
2.Abaikan komentar yang negative
Mengabaikan komentar negatif merupakan salah satu cara yang sangat penting untuk mengatasi depresi postpartum yang Anda alami.
3.Jangan membebani diri sendiri dengan tugas yang menumpuk
Setelah melahirkan, tugas ibu tentunya akan semakin bertambah. Tugas tersebut mulai dari mengurus bayi yang baru lahir, suami, pekerjaan di rumah, tugas kantor, dan sebagainya. Hindari bebani diri sendiri dengan seluruh pekerjaan tersebut jika kondisi fisik dan psikologis anda di masa nifas ini memang tidak memungkinkan. Hentikan dulu pekerjaan yang mungkin sulit untuk Anda kerjakan.
4.Minta dukungan dari orang-orang yang menyayangi
Ketika anda telah melahirkan anda butuh seseorang yang bisa mendukung dan menghadapi semua ini dengan sendirian. Memendam masalah seorang diri hanya akan membuat ibu semakin merasa terpuruk.
E.Peran ayah membantu ibu dengan depresi postpartum
1.Dengarkan keluh kesah istri
2.Membantu menyelesaikan pekerjaan rumah
3.Membantu mengurus bayi
Peran ayah dalam membantu ibu mengatasi depresi postpartum sangat penting karena dapat membuat perbedaan besar dalam proses pemulihannya. Hal ini dikarenakan proses pemulihan mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan Anda harus rela melewati ini bersama-sama.
DAFTAR PUSTAKA
Diakses Pada 12 September 2018. https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-3-jenis-depresi-pasca-melahirkan
Diakses Pada 16 Desember 2021. https://hellosehat.com/kehamilan/perawatan-ibu/kesehatan-mental-ibu/mengenal-gejala-depresi-postpartum-usai-melahirkan/
Diakses Pada Februari 2022. https://hellosehat.com/kehamilan/perawatan-ibu/kesehatan-mental-ibu/cara-mengatasi-depresi-postpartum/
Penulis
MELFA GULTOM,S.Kep.,Ns.