Memiliki sebuah hubungan asmara yang baik dan sehat tentunya menjadi dambaan semua manusia dan juga bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Secara tidak langsung, dengan memiliki hubungan asamara yang baik, hal ini juga dapat meningkatkan kualitas hidup pada pasangan tersebut. Akan tetapi, apabila kondisi ini cenderung sulit untuk diciptakan. Maka tak jarang banyak pasangan justru terlibat dalam hubungan toxic atau hubungan yang kurang baik. Hubungan ini bisa membuat orang tersebut akan merasa tertekan karena beban fisik dan emosional yang diterima. Pasalnya, toxic relationship identik dengan adanya perilaku kekerasan fisik, perselingkuhan yang dilakukan secara berulang, perilaku seksual yang tidak pantas, serta hal-hal lain yang merugikan pada salah satu pihak. A. Ciri-Ciri Toxic Relationship 1. Sulit untuk menjadi diri sendiri 2. Selalu dalam pengawasan pasangan 3. Selalu dicurigai dan adanya pengekangan 4. Adanya kekerasan fisik 5. Sering dibihongi B. Jenis Toxic Relationship 1. Ketika ada perilaku negative Keluhan yang terjadi secara terus menerus serta komentar kritis, dan kenegatifan yang terjadi secara keseluruhan, menciptakan lingkungan yang toxix. Sifat beracun lainnya mungkin termasuk melakukan sebuah aktivitas harus dengan sempurna tanpa adanya kesalahan, daya saing yang tidak sehat, dan sering berbohong.  2. Ketika salah satu atau beberapa pihak kurang kesadaran diri Terkadang orang yang tidak menyadari efek negatif terhadap orang lain. Mereka mungkin tidak tahu bagaimana cara melakukan berkomunikasi yang sehat. Selain itu, kemungkinan besar beberapa pihak tidak mengetahui bagaimana cara membaca isyarat sosial dengan cukup baik untuk mengetahui kapan mereka membuat orang lain frustrasi atau membuat mereka merasa terabaikan.  3. Ketika seseorang dengan sengaja menyakiti orang lain Ketika kamu dengan sengaja bersifat kasar dan menyakiti pasanganmu. Dalam situasi ini, kamu mungkin merasa terasingkan dan ditargetkan melalui kata-kata dan tindakan mereka yang keras. Sehinggan orang tersebut mungkin juga mencoba mengendalikan atau memanipulasi kamu, yang merupakan perilaku beracun.  4. Ketika pasangan terus-menerus selingkuh Jika pasanganmu berbohong dan sering melakukan perselingkuhan tanpa berusaha mengubah perilakunya, hal itu menambah unsur toxix dalam hubungan.  5. Saat seseorang melakukan kekerasan Tindakan kekerasan yang berulang kali pada diri kamu dan dengan sengaja menyakitimu, perilakunya dapat dianggap kasar. Termasuk pelecehan yang tidak pernah diperbolehkan. Untuk mengakhiri toxic relationship ini  bisa jadi sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tapi itu sepadan dengan harga diri dan keberlangsungan hidupmu pasangan anda. C. Cara Mengatasi Toxic Relationship 1. Jangan lakukan silent treatment.  2. Menhargai diri sendiri dan pasangan 3. Membuat planing untuk Langkah selanjtnya 4. Batasi waktu dengan orang-orang yang menyebabkan stres dan tidak membawa kebahagiaan ke dalam hidup 5. Bergaulah dengan orang-orang dengan vibe positif yang bisa menjadi support system dirimu agar kamu bisa keluar dari hubungan tidak sehat ini         Daftar Pustaka https://www.halodoc.com/artikel/kata-psikolog-langkah-tepat-mengatasi-da... https://stekom.ac.id/artikel/cara-menghindari-dan-mengatasi-toxic-relati... https://www.liputan6.com/health/read/5620401/7-tips-cegah-toxic-relation...