NAPZA dan penggunaanya serta bahanya yang ditimbulkanya kini bukan menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat zaman sekarang. Baik dari kalangan anak-anak, remaja dan orang tua, baik tinggal di perkotaan maupun di pedesaan sudah terpapar dengan NAPZA. Maraknya penyalahgunaan NAPZA menjadikan Pemerintahan untuk mengenalkan kepada masyarakat, tentang apa itu NAPZA dan bahaya yang ditimbulkan. Dengan adanya pemaparan tentang NAPZA diharapkan masyarakat tidak mendekati bahkan menyalahgunakan NAPZA, terutama untuk kalangan remaja. Remaja merupakan cikal bakal penerus para tetua di suatu daerah atau sebuah Negara. Bila sebuah Negara generasi mudanya hancur maka tinggal ditunggu kehancuran Negara tersebut.  Kita semua tahu bahwa dampak dari penyalahgunaan sangat buruk baik kelangsungan hidup manusia. Untuk diri penyalahgunaan NAPZA yang sering terjadi adalah kematian, cacat seumur hidup dan gangguan jiwa. Hal ini belum dampak yang lain terkait penyalahgunaan NAPZA diantara perilaku kekerasan, pencurian, pembunuhan dan masih banyak lagi dampak buruk yang di timbulkan oleh penyalahgunaan NAPZA. Sementara itu kita juga memahami bahwa generasi muda merupakan sebuah tunas baru bagi kelangsungan sebuah Negara. Pertumbuhan generasi muda Bangsa menentukan kemajuan bangsa tersebut, semakin baik pertumbuhanya semakin maju Bangsa nya dan berlaku sebaliknya akan terjadi kemunduran bahkan kehancuran sebuah Bangsa dikarenakan generasi mudanya mengalami kendala dalam pertumbuhanya. Salah satu kendala pertumbuhan remaja adalah penyalahgunaan NAPZA oleh generasi muda. Namaun apa yang terjadi pada saat ini justru para remaja banyak yang menyalahgunakan NAPZA. Generasi muda pengguna NAPZA bukan tidak tahu dari dampak buruk penggunaan NAPZA, bahkan para pengguna lebih tahu resiko apa yang akan mereka hadapi ketika menggunakan NAPZA. Maraknya pemaparan atau penjelasan tentang bahaya NAPZA menjadi bukti bahwa pengetahuan mereka akan bahaya dari NAPZA tinggi. Terlebih pengguna NAPZA merupakan pemuda yang sedang menjalani pendidikan atau yang sudah menyelesaikan pendidikan. Kita juga tahu untuk saat ini informasi bahaya NAPZA bukan hal sulit untuk ditemukan. “Pertanyaanya mengapa mereka tetap menggunakan NAPZA?”, pertanyaan ini seharusnya menjadi sebuah ungkapan bagi setiap orang. Sehingga diharapkan muncul kepedulian untuk mencari tahu penyebab apa yang menjadikan mereka tetap menggunakan NAPZA. Dan memang benar dengan muculnya pertanyaan ini maka terdapat beberapa asumsi terkait dengan permasalah yang terjadi. Diantara asumsi yang muncul ialah remaja menjadikan NAPZA sebagai standar kualitas pergaulan dan menjadikan NAPZA sebagai tren kemajuan zaman. Bahkan bagi sebagian remaja kalau tidak menggunakan NAPZA diagnggap tidak gaul atau tidak keren dan dianggap ketinggalan zaman. Ungkapan yang di paparkan oleh para remaja ini bagi sebagian orang tidak terlalu penting dan tidak dianggap penting, namun sesungguhnya ungkapan seperti ini ancaman yang serius bagi generasi muda. Gimana tidak, bila penggunaan NAPZA menjadi tolak ukur kemajuan bagi remaja, maka bukan kemajuan yang didapat namun kehancuran yang nyata bagi generasi muda. Hal ini seharusnya segera di sadari oleh semua pihak, terutama bagi orang tua yang sedang pada fase memiliki anak remaja, peranan orang tua sanget menentukan akan masa depan anak remajanya. Selain peran orang tua peranan masyarakat sekitar remaja berkembang sangat menentukan perkembangan remaja tersebut. Kepedulian dari orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan bagi anak remaja. Mereka masih dalam fase kebinggungan dalam mencari jati diri mereka, maka mereka sangat butuh pengawasan dan kepedulian, baik orang tua dan masyarakat terutamanya masyarakat di sekitaran remaja berada. Ketika para orang tua peduli kepada kehidupan anak remajanya, maka hal ini akan berdampak pada lingkunagan sekitar. Para orang tua tentunya akan ikut berperan dalam pergaulan anak yang ada di sekitaran mereka. Kehadiran orang tua diharapkan menjadi pengingat atau Rem bagi anak-anak remaja dalam bertindak dan menggambil keputusan. Namun hal ini akan sulit terjadi bila para orang tua, masyarakat sekitar remaja bahkan penegak hukum ikut berperan dalam penyalahgunaan NAPZA. Mengingat butuh pengorbanan dan perjuangan bersama dalam menjaga generasi muda untuk tidak menyalahgunakan NAPZA, maka dibutuhkan kerja sama yang baik. Semua pihak untuk dapat saling menjaga dan mewawas diri agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA atau menjadi pasilitator bagi remaja untuk menggunakan NAPZA. Sehingga dapat mengawasi, menjaga, melindungi bahkan membantu remaja untuk menuju kemajuan dan kegemilangan. . Dengan saling bekerjasama diharapkan para remaja terselamatkan dari jurang kehancuran yang disebabkan oleh NAPZA. Sumber: Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesi Nomor 3 Tahun 2012 tentang Standar Lembaga Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif Lainya. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Tentang Narkotika. Jakarta.