PANGKALPINANG – Persoalan kesehatan pada lanjut usia tidak selalu terlihat dalam bentuk keluhan fisik. Ada persoalan lain yang sering luput diperhatikan, yakni ketika lansia semakin jarang berinteraksi dengan keluarga, teman, maupun lingkungan sekitarnya.
Kondisi tersebut dapat mengarah pada isolasi sosial. Pada lansia, situasi ini dapat terjadi karena berbagai perubahan dalam kehidupan, seperti berkurangnya aktivitas, keterbatasan mobilitas, kehilangan pasangan atau teman sebaya, hingga anggota keluarga yang semakin sibuk dengan aktivitas masing-masing. Persoalan isolasi sosial ini menjadi salah satu perhatian dalam pelayanan lanjut usia di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Melihat kebutuhan tersebut, RSJD dr. Samsi Jacobalis mengembangkan SAPA NEK KEK (Sambang dan Peduli Nenek-Kakek) sebagai pendekatan pelayanan yang mendekatkan tim geriatri kepada lansia sekaligus memperkuat perhatian terhadap aspek sosial dan psikologis mereka.
Program ini tidak hanya diarahkan pada pemeriksaan kesehatan. Dalam kunjungan, tim geriatri RSJD dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga berinteraksi langsung dengan lansia untuk mengetahui kondisi, aktivitas, hubungan dengan keluarga, serta kebutuhan sosial yang mereka hadapi.
Mendatangi Lansia
Salah satu pendekatan yang dilakukan melalui SAPA NEK KEK adalah mendatangi lansia di lingkungan mereka.
Dengan turun langsung ke lapangan, tim geriatric RSJD dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat melihat kondisi lansia secara lebih dekat. Interaksi yang terjadi selama kunjungan juga menjadi kesempatan untuk mengenali lansia yang mungkin mulai mengalami keterbatasan hubungan sosial atau membutuhkan dukungan lebih lanjut.
Kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi, komunikasi dan penggalian kondisi lansia, serta pemberian dukungan sesuai kebutuhan.
Bagi tim, komunikasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dari percakapan dengan lansia, dapat diketahui bagaimana keseharian mereka, aktivitas yang masih dilakukan, dukungan keluarga yang dimiliki, serta hubungan mereka dengan lingkungan.
Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk dukungan yang diperlukan.
Isolasi Sosial Perlu Dicegah Bersama
Pencegahan isolasi sosial pada lansia tidak dapat dibebankan kepada fasilitas kesehatan saja.
Keluarga menjadi salah satu sumber dukungan utama bagi lansia. Perhatian sederhana seperti mengajak berbicara, mengunjungi secara rutin, mengikutsertakan lansia dalam kegiatan keluarga, maupun membantu mereka tetap terhubung dengan lingkungan dapat memberikan manfaat.
Lingkungan masyarakat juga memiliki peran dalam memberikan ruang bagi lansia untuk tetap beraktivitas dan berinteraksi.
Sementara itu, fasilitas kesehatan dapat membantu melalui deteksi dini, edukasi, pelayanan, serta menghubungkan lansia dengan sumber dukungan yang tersedia.
Karena itu, SAPA NEK KEK dikembangkan dengan semangat kolaborasi. RSJD dr. Samsi Jacobalis tidak bekerja sendiri, tetapi berupaya membangun keterhubungan dengan pihak-pihak yang memiliki peran dalam pelayanan dan pendampingan lansia.
Pelayanan yang Lebih Dekat
Melalui SAPA NEK KEK, RSJD dr. Samsi Jacobalis berupaya memperluas pendekatan pelayanan lansia agar tidak hanya berfokus pada pelayanan ketika masyarakat datang ke rumah sakit. Pelayanan juga dapat dilakukan dengan mendekatkan tenaga dan sumber daya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi lansia yang berisiko mengalami isolasi sosial, kehadiran dan interaksi menjadi bagian penting dari dukungan yang diberikan. Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan jiwa dan kesejahteraan sosial lansia merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan semakin banyak pihak yang peduli dan terlibat, diharapkan lansia di Bangka Belitung dapat tetap memiliki hubungan sosial, aktivitas, serta dukungan yang mereka perlukan untuk menjalani masa lanjut usia dengan lebih baik.
SAPA NEK KEK – Hadir Menyapa, Peduli Sepenuh Hati.