Untuk mendapatkan efek obat yang optimal, obat harus diminum pada waktu yang tepat. Tepat bisa terkait dengan sebelum atau sesudah makan, atau terkait dengan waktu pagi, siang, atau malam. Beberapa obat mungkin bisa diminum setiap saat tanpa mempengaruhi efeknya, sedangkan obat lain sebaiknya diminum pada saat-saat tertentu. Mengapa ada obat yang harus diminum sebelum atau sesudah makan? Obat adalah suatu senyawa kimia yang memiliki aneka sifat dan efek. Ketika obat diminum, tentu akan melewati lambung dan masuk ke dalam usus. Sebagian kecil obat diserap di lambung, dan sebagian besar adalah di usus halus yang permukaannya sangat luas. Pada dasarnya obat-obat dapat diserap dengan baik dan cepat jika tidak ada gangguan di lambung maupun usus, misalnya berupa makanan. Obat dapat berinteraksi dengan makanan. Aturan Waktu Minum Obat yang Tepat dan Benar Pada artikel ini akan membahas secara rinci maksud jelas dari istilah diatas, untuk meluruskan persepsi masyarakat tentang waktu terbaik minum obat. Waktu Tepat Minum obat sebelum makan ada banyak range atau jarak waktu sebelum makan. jika hanya berpatokan pada petunjuk diatas, maka: 1 menit akan sama artinya dengan 5 jam sebelum makan. Semua mempunyai arti waktu sebelum makan. Sehingga hilangkan persepsi ini pada petunjuk penggunaan obat yang sedang dijalani saat ini. Minum obat sebelum makan hendaknya dilakukan pada waktu tertentu yang spesifik menunjuk waktunya. Maksud sebenarnya dari minum obat sebelum makan adalah 1 – 2 jam sebelum makan. Alasan utama kenapa petunjuk ini harus dilaksanakan karena: Beberapa obat dapat menurun efeknya ketika bercampur dengan makanan. ada yang menurunkan efek obat, dan ada pula yang meningkatkan aktivitas obat. Ada obat yang diperlambat penyerapannya ketika diminum bersama dengan makanan. Waktu 1,5 – 2 jam adalah waktu ideal untuk aktifitas lambung dalam mencerna sebagian besar makanan. Sehingga waktu ini digunakan untuk proses kerja lambung sebelum obat masuk untuk kembali diproses. Sehingga petunjuk yang tepat adalah Minum obat 1 – 2 Jam Sebelum Makan. Waktu Tepat Minum obat sewaktu makan Waktu tepat minum obat sewaktu makan. Saat makan ada benarnya anda meminum obat jika petunjuknya seperti diatas. Namun aturan sebenarnya masih belum terlalu tepat jika digunakan pada saat sedang makan. Tujuan utama dari petunjuk ini yaitu: Memaksimalkan kerja obat tertentu yang apabila diminum pada saat perut terisi makanan Mencegah reaksi obat yang merugikan terhadap tubuh saat obat tersebut diminum dalam kondisi lambung kosong. Aturan yang paling tepat minum obat saat makan yaitu 10 – 15 menit setelah makan. Meskipun seseorang meminum obat beberapa saat setelah makan, namun makanan yang ada didalam lambung tidak langsung dicerna secara keseluruhan. sehingga dalam jangka waktu diatas, lambung masih terisi dengan makanan. Sehingga petunjuk yang tepat adalah Minum obat 10 – 15 menit setelah makan. Minum obat sesudah makan Kebanyakan orang salah anggapan pada petunjuk ini. Minum obat sesudah makan kebanyakan terjadi beberapa menit setelah makan. umumnya mereka minum 10 menit setelah makan. Jika menunjuk waktu yang paling tepat, kesalahan tersebut masuk pada waktu minum obat sewaktu makan. Tujuan utama petunjuk minum obat ini yaitu: Beberapa obat jika dikonsumsi dalam keadaan perut masih terisi makanan, maka akan mengganggu penyerapan obat. Ada obat yang saling mempengaruhi antara makanan dengan obat. ada yang menurunkan efek obat, ada juga yang meningkatkan aktivitas obat. Petunjuk minum obat setelah makan harus dilakukan 1 – 2 jam sesudah anda makan. Sehingga persepsi terdahulu yang menyebutkan “asal sudah makan sudah bisa minum obat” HARUS diganti menjadi Minum obat 1 – 2 jam setelah makan Petunjuk waktu penggunaan obat lainnya yang paling sering salah pemahaman yaitu petunjuk berdasarkan bagian dalam 1 hari yaitu Pagi, Siang, Malam. Tiga waktu tersebut mempunyai range yang sangat panjang. jadi ketika pemahaman ini digunakan, contoh: pagi, maka jam 10 masih termasuk pagi, dan siang jam 12 sudah masuk siang. Ketika cara tersebut dilakukan, maka jarak antara minum obat pertama ke obat kedua hanya selisih 2 jam. Sehingga ini adalah 1 kesalahan terbesar dalam minum obat. Minum obat pagi siang malam Ketika mendapatkan petujuk penggunaan obat 3×1 sehari, maka obat harus diminum 3 kali sehari. Obat yang diminum 3x sehari adalah obat yang diminum dengan jarak waktu 24 jam dibagi 3 = 8 jam. Artinya setiap pasien yang selesai minum obat pertama, maka pasien tersebut harus menunggu waktu 8 jam untuk minum obat kedua, dan menunggu 8 jam lagi untuk minum obat ketiga. kegiatan ini selalu berulang setiap harinya sampai pengobatan selesai. Dengan adanya pengaturan waktu tepat minum obat tersebut, sangat penting menentukan waktu pertama minum obat. Tujuannya agar waktu minum obat berikutnya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Pertimbangan utama dalam menentukan waktu yang tepat untuk minum obat yaitu waktu tidur dimalam hari. Tentu setiap orang tidak ingin merasa terganggu tidurnya hanya karena dibangunkan tengah malam untuk minum obat. sehingga mulailah minum obat dari jam 6 atau 7 pagi. jangan memulai diatas jam tersebut. Petunjuk perhitungan minum obat Ketika anda memulai minum obat pertama pada jam 6 pagi, maka anda akan minum obat kedua 8 jam berikutnya yaitu pada jam 14.00 atau jam 2 siang (jam 6 pagi + 8 jam = 14.00). Dan melanjutkan minum obat ketiga 8 jam berikutnya yaitu jam 10 malam (jam 14.00 + 8 jam = 22.00). dan minum obat pertama diesok harinya yaitu pada jam 6 kembali (jam 22.00 + 8 jam = jam 6 pagi). Waktu penggunaan obat lainnya seperti 2x sehari mempunyai arti 24 jam dibagi 2 yaitu pasien harus meminum obat setiap 12 jam. Artinya pasien harus menunggu 12 jam setelah minum obat pertama agar bisa meminum obat kedua. lalu obat yang diminum 1x sehari artinya pasien harus meminum obat kedua setelah menunggu 24 jam sejak minum obat pertama. Aturan penggunaan obat ini sangat sering dianggap hal sepele namun dampaknya sangat besar untuk kesembuhan suatu penyakit. Sebab tidak semua obat mempunyai waktu kerja yang sama panjang atau sama singkat. Obat yang diminum lebih cepat sebelum waktunya akan menimbulkan peningkatan jumlah dosis obat didalam tubuh. Sebaliknya obat yang diminum lebih lambat setelah waktunya akan menyebabkan kehilangan efek obat sementara waktu didalam tubuh sehingga sebagian pengobatan harus dimulai dari awal lagi.