Dewasa ini Mental Illness bukan lagi hal yang tabu dalam masyarakat Indonesia terutama di kalangan remaja. Mental Ilness atau yang biasa kita sebut dengan gangguan kesehatan mental. Mental Illness adalah kondisi kesehatan yang melibatkan perubahan emosi, pemikiran atau perilaku (atau kombinasi dari semuanya). Penyakit mental berhubungan dengan distres dan/atau masalah yang berfungsi dalam aktivitas social, pekerjaan atau keluarga (source: psychiatry.org). Terdapat berbagai jenis Mental Illness diantaranya depresi, gangguan kecemasan, halusinasi, bipolar, skizofrenia, anorexia, dan masih banyak lagi. Sebelumnya Mental Illness seringkali mendapat stigma negative dalam masyarakat sehingga pengidapnya seringkali dikucilkan, dipasung, dikurung, diasingkan, dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak manusiawi lainnya. Namun, saat ini Mental Illness sering dijadikan alasan bagi para remaja untuk membenarkan perilakunya, meminta perhatian, atau hanya sekedar mencari sensasi dan menjadikannya lelucon semata. Bagi mereka Mental Ilness adalah sesuatu hal yang biasa sehingga dengan hanya bermodalkan pencarian di google atau media-media online lainnya mereka bisa mendeklarasikan bahwa mereka menderita Mental Illness atau gangguan kesehatan mental (self diagnose). Dan yang sangat popular di kalangan remaja saat ini adalah bipolar. Gangguan bipolar sendiri adalah perubahan suasana hati secara drastis dari posisi terendah depresif, serta tertinggi hingga ke maniak. Atau lebih sering kita sebut dengan mood swing yang ekstrim. Padahal untuk menentukan sebuah diagnosa yang valid mengenai kesehatan mental diperlukan berbagai macam pemeriksaan yang tentunya dilakukan oleh orang-orang yang ahli di bidangnya, seperti psikiater dan psikolog. Diantaranya Dokter ahli jiwa atau psikiater akan mendiagnosis suatu gangguan mental dengan diawali suatu wawancara medis dan wawancara psikiatri lengkap mengenai riwayat perjalanan gejala pada pengidap serta riwayat penyakit pada keluarga pengidap. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang menyeluruh untuk mengeliminasi kemungkinan adanya penyakit lain. Jika diperlukan, dokter akan meminta untuk dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan fungsi tiroid, skrining alkohol dan obat-obatan, serta CT scan untuk mengetahui adanya kelainan pada otak pengidap. Jika kemungkinan adanya penyakit lain sudah dieliminasi, dokter akan memberikan obat dan rencana terapi untuk membantu mengelola emosi pengidap. Jadi penting bagi seseorang untuk menjaga kesehatan mentalnya. Maka dari itu jika kamu merasa mengalami gangguan kesehatan mental sebaiknya segera memeriksakan diri ke psikiater atau psikolog untuk mendapatkan solusi terbaik. Bukan dengan self diagnose.