Obat merupakan unsur penunjang dalam sistem pelayanan kesehatan  dan kedudukannya sangatlah penting dalam upaya pengobatan karena sebagian besar intervensi medik menggunakan obat. Oleh karena itu, obat harus selalu tersedia pada saat diperlukan baik jenis dan jumlahnya serta pemberian obat harus rasional. Obat rasional yaitu : Tepat diagnosis, jika diagnosis tidak ditegakkan dengan benar maka pemilihan obat tidak sesuai dengan diagnosis dan akhirnya obat yang diberikan juka tidak sesuai. Tepat pasien, tepat pemilihan obat keputusan pemilihan obat sesuai diagnosis yangsehingga obat yang dipilih memiliki efek terapi sesuai dengan penyakit. Tepat dosis, obat sangat dipengaruhi oleh dosis jika pemberian dosis berlebih khususnya obat yang indeks terapinya sempint akan sangat beresiko timbulnya efek samping. Tepat cara pemberian, sesuai bentuk sediaan terutama dengan cara pemberian khusus seperti untuk inhealer dan suppositoria harus dijelaskan agar tidak salah dalam pemakaian. Tepat interval waktu pemberian, setiap berapa kali sehari jika berlebih dapat menimbulkan efek samping serta interval yang terlalu banyak akan berpotensi ketidakpatuhan pasien. Tepat informasi, harus tepat dalam penggunaan obat untuk menunjang keberhasilan terapi serta tepat penyerahan obat pada saat  pasien membawa resep kemudian dikaji dan disiapkan harus tepat jika tidak sesuai dapat teradi efek yang tidak diinginkan. Dalam praktek kefarmasian, apoteker memiliki tugas untuk pengendalian sediaan farmasi, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian obat hingga obat sampai kepada pasien yaitu saat pelayanan obat atas resep dokter serta pelayanan informasi obat. Namun dalam prakteknya masih banyak terjadi kesalahan dalam pengobatan dan terdapat laporan kasus setiap tahun bahkan setiap bulannya. Laporan kasus merupakan dokumentasi ilmiah pasien perorangan, Laporan ini sering ditulis untuk mendokumentasikan presentasi klinis yang tidak biasa, pendekatan pengobatan, efek samping, atau respons terhadap pengobatan. Kebanyakan ahli melihat laporan kasus sebagai bukti pertama dalam perawatan kesehatan, yang terkadang dapat mengarah pada studi tingkat tinggi di masa depan. Dari data jurnal di negara-negara maju, penulisan resep dokter yang masih manual dan sering kali sulit dibaca merupakan faktor yang sangat sering terjadi diperkirakan setiap tahunnya dapat menyebabkan kematian 7000 kematian per tahun. Laporan kasus dapat menjadi kesempatan belajar yang hebat bagi apoteker dan mahasiswa farmasi untuk memahami perkembangan kasus dan respons dan efek obat yang tidak konvensional. Referensi: 1. Modul Penggunaan Obat Rasional 2011 2. Permenkes No 73 tahun 2016 tentang apotek Penulis: Eran Doharma Siringoringo,S.Farm.,Apt