Skizofrenia pada anak berhubungan dengan perilaku yang berhubungan dengan prestasi sekolah dan juga menimbulkan masalah perilaku dalam kehidupan sosial. Skizofrenia yang lebih awal terjadi,semakin buruk prognosisnya. Gejala awal seringkali tidak terlihat dan perkembangan gejala secara bertahap sehingga sangat sulit untuk mendiagnosis skizofrenia pada anak. Kesulitan diagnosis ini adalah juga karena anak-anak sering tidak bisa menceritakan gangguan yang menimpa orang lain, sehingga sering dianggap sebagai gangguan perkembangan perilaku. Setelah menunjukkan perubahan perilaku, diagnosis skizofrenia pada anak baru dapat ditegakkan beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. Hal ini juga disebabkan karena orang tua seringkali tidak mempercayai gangguan psikotiknya pada anak. Namun, upaya dapat dilakukan untuk dapat mengetahui deteksi dini dan penegakan diagnosis yang tepat, misalnya dengan melakukan pemeriksaan umum pada skizofrenia dan pemeriksaan tambahan sering dilakukan pada pasien dengan anak skizofrenia, misalnya menggambar, bermain dan menceritakan mimpi. Dimana semua ini sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil pengobatan.
Gangguan psikotik / Gangguan skizofrenia adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang paling kompleks. Ini adalah gangguan otak yang parah, kronis, dan melumpuhkan yang menyebabkan pikiran terdistorsi, perasaan aneh, perilaku, dan penggunaan bahasa dan kata-kata yang tidak biasa. Tidak ada penyebab tunggal yang diketahui untuk skizofrenia. Namun, banyak faktor genetika, perilaku, dan lingkungan mungkin berperan dalam perkembangan kondisi ini. Skizofrenia dianggap diwariskan secara multifaktorial. Warisan multifaktorial berarti "banyak faktor" yang terlibat. Faktor biasanya genetik dan lingkungan, di mana kombinasi gen dari kedua orang tua, selain faktor lingkungan yang tidak diketahui, menghasilkan sifat atau kondisi.
Setelah seseorang didiagnosis menderita skizofrenia dalam sebuah keluarga, kemungkinan saudara kandungnya juga akan didiagnosis menderita skizofrenia adalah 10%. Jika orang tua menderita skizofrenia, kemungkinan anak mengalami gangguan ini adalah 10%. Risiko meningkat dengan beberapa kerabat yang terkena dampak. Pada anak dengan skizofrenia, perubahan perilaku dapat terjadi secara perlahan seiring berjalannya waktu atau muncul secara tiba-tiba, anak secara bertahap menjadi lebih pemalu dan menyendiri. Dia mungkin mulai berbicara tentang ide-ide aneh atau ketakutan dan menjadi lebih dekat dengan orang tuanya. Beberapa ciri skizofrenia yang paling mengganggu dan membingungkan adalah timbulnya gejala psikotik secara tiba-tiba. Psikotik mengacu pada ide, persepsi, atau perasaan yang sangat menyimpang dari kenyataan. Berikut ini adalah gejala skizofrenia yang paling umum. Tetapi , setiap anak mungkin mengalami gejala yang berbeda.
A. Tanda-tanda yang perlu diketahui sejak dini skizofrenia pada anak-anak adalah sebagai berikut :
Persepsi yang terdistorsi tentang kenyataan (kesulitan membedakan mimpi dari kenyataan)
Pemikiran kabur atau kacau
Pikiran dan ide yang mendetail dan aneh
Ketidakpercayaan dan berprasangka buruk terhadap orang lain ( waham curiga )
Halusinasi (melihat, mendengar atau merasakan hal-hal yang tidak nyata seperti suara yang menyuruh melakukan sesuatu)
Delusi / gagasan yang tampak nyata tetapi tidak berdasarkan kenyataan.
Perubahan suasana hati yang ekstrem
Anxietas
Kesulitan mengerjakan tugas sekolah dan penurunan tingkat prestasi akademik dari sebelumnya.
Isolasi sosial
Skizofrenia pada anak dan remaja biasanya didiagnosis oleh psikiater anak dan remaja. Profesional kesehatan mental lainnya biasanya dilibatkan untuk menyelesaikan penilaian kesehatan mental yang komprehensif dan untuk menentukan kebutuhan individu akan perawatan.
Skizofrenia adalah penyakit mental yang serius dan cukup butuh waktu untuk melakukan perawatan pada klien yang mengalami skizofrenia, terapi kombinasi sering diperlukan untuk memenuhi kebutuhan individu anak-anak atau remaja dengan skizofrenia. Pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala yang berhubungan dengan gangguan tersebut
B. Penyebab skizofrenia pada anak
1. Faktor Keturunan
Genetik yang diturunkan dari keluarga bisa menjadi salah satu factor penyebab terjadinyaskizofrenia pada anak. Risiko skizofrenia pada anak dapat meningkat 5 sampai 20 kali lebih besar jika ayah atau ibunya juga punya skizofrenia. Selain itu, jika salah satu anak kembar didiagnosis mengidap skizofrenia, maka saudara kembar lainnya pun berisiko mengidap skizofrenia hingga lebih dari 40 persen.
2. Faktor lingkungan
Risiko skizofrenia pada anak dapat meningkat jika ibu terkena infeksi saat hamil atau mengalami komplikasi saat melahirkan. Terlebih jika disertai dengan pengaruh genetik atau bawaan dari orangtuanya yang ternyata juga mengidap skizofrenia.
C. Metode psikoterapi yang diberikan pada anak yang mengalami gangguan psikotik
1. Terapi Remidiasi Kognitif
Merupakan bentuk terapi yang diberikan pada pasien yang mengalami gangguan psikotik, bentuk terapi ini adalah seperti latihan memori,latihan kelancaran verbal
2. Terapi Aktivitas Kelompok
Suatu bentuk jenis terapi yang diberikan pada pasien dengan cara berkelompok, seperti terapi aktivitas dengan cara bermain peran, terapi aktivitas persepsi sensori,atau juga terapi aktivitas menggambar dan mewarnai bentuk gambar dll
3. Tarapi Keluarga atau Bentuk Peran keluarga
Pasien yang mengalami gangguan psikotikmembutuhkan bentuk kasih sayang dan perhatian dari keluarganya untuk membantunya mengatasi gejala dan masalah yang sedang dihadapinya. Namun, keluarga pasien tentu juga membutuhkan dukungan informasi maupun emosional untuk menghadapi psikotik. Terapi keluarga bertujuan untuk membantu keluarga mengetahui pilihan pengobatan psikotik, mengerti bagaimana cara mendukung pasien,mengerti bagaimana cara pencegahan ketika pasien sedang kambuhdan memahami cara menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh psikosis ketika gejalanya kambuh.
D. Pengobatan pada anak yang mengalami gangguan psikotik
Bentuk pengobatan untuk menangani pasien dengan gangguan psikotik yang terjadi pada anakdiberikansesuai dengan kondisi anak tersebut dan juga berdasarkan penyebabnya. Bentuk pengobatan ini dilakukan dan akan dirawat oleh dokter serta tim penunjang lainya. Selain itu, ada jenis obat yang khusus untuk menangani psikosis atau gangguan psikotik. Obat ini lah yang disebut dengan antipsikotik Obat antipsikotik terbagi atas dua jenis, yakni antipsikotik tipikal dan antipsikotik atipikal. Antipsikotik tipikal cenderung menimbulkan efek samping yang lebih tidak mengenakkan, dibandingkan antipsikotik atipikal, dosis yang diberikan ke pasien sesuai dengan kebutuhan pasien tersebut dan sesuai dengan resep dokter.
DAFTAR PUSTAKA
Ministry of Health Republic of Indonesia. (2013). Riset kesehatan dasar tahun 2013. Jakarta: National Agency of Health Research and Development, Ministry of Health Republic of Indonesia.
Diakses pada 27 Agustus 2019 https://www.sehatq.com/artikel/gangguan-mental-yang-berkaitan-dengan-psi...
Diakses pada 21 April 2021 https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/penyakit-pada-anak/gejal...
Penulis
Ns. Mahmudah AMK, S. Kep.