Taukah kamu apakah itu eating disorders ? kategori apa saja yang dapat dikatakan sebagai eating disorders ? apa saja penyebab yang dapat memicu seseorang mengalami eating disorders ? atau kamu pernah mengalaminya ?
Eating disorders atau gangguan makan merupakan salah satu gangguan dengan prevelensi yang tinggi terutama pada remaja pada usia rentan. Gangguan ini berbahaya pada remaja karena dampaknya dapat menyebabkan kegagalan remaja pada tugas perkembangannya. Mengapa eating disorders lebih sering dialami oleh remaja yang rentan pada usianya ? hal ini disebabkan karena pada tahapan perkembangan remaja yang mengalami pubertas yang menyebabkan berbagai perubahan fisik dan kognitif yang membuat remaja terus memperhatikan tubuhnya.
Eating disorders merupakan gangguan makan menetap atau perilaku lain yang berhubungan dengan makan serta menyebabkan perubahan konsumsi atau penyerapan makanan yang dapat mempengaruhi kesehatan dan fungsi psikososial individu. Eating disorders dapat terjadi pada seluruh kelompok usia, namun masa remaja adalah masa paling rentan untuk mulai terjadinya eating disorders.
1.Anorexsia Nervosa
Berdasarkan DSM-IV ada beberapa tanda atau ciri yang dapat dikategorikan individu mengalami anorexsia nervosa apabila :
a.Menolak untuk memelihara berat badannya diatas berat badan normal minimalnya untuk tinggi dan usianya.
b.Memiliki ketakutan yang intense terhadap pertambahan berat badan walaupun dalam kondisi underweight.
c.Memiliki gangguan terhadap persepsi tubuh, terkait perngaruh evaluasi diri tentang berat badan dan tinggi badan, atau penolakan terhadap berat badan yang dimiliki rendah.
d.Terjadi pada perempuan yang mengalami postmenarcheal dan amenorhea atau berhentinya siklus menstruasi.
Faktanya seserorang yang mengalami anorexsia nervosa mereka akan cenderung untuk menmabatasi untuk mengkonsumsi makanan manis dan juga berlemak yang dapat memicu kenaikan berat badannya. Namun tidak hanya dengan berhenti mengkonsumsi makanan yang manis dan juga berlemak, mereka juga akan melakukan diet ekstrem dengan memaksa dirinya untuk muntah setelah makan.
Beberapa tahapan yang biasanya dialami oleh penderita anorexsia nervosa umumnya dialami oleh seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau normal yang melakukan diet dan peningkatan terjadinya anorexsia nervosa biasanya diikuti oleh kejadian yang stressfull.
2.Bulimia Nervosa
Individu yang mengalami bulimia nervosa juga dikenal dengan sebutan binge-purge syndrome yang artinya mengalami episode yang berulang terhadap makanan yang berlebihan. Mereka secara berulang menampilkan perilaku kompennsasi yang tidak sesuai seperti memaksa untuk muntah, penyalahgunaan obat pencahar, diuretik atau penggunaan enema, puasa atau berolahraga yang sengat berlebihan.
Beberapa case individu yang mengalami bulimia nervosa ialah sebagai berikut.
a.Mengalami kecemasan terhadap bentuk tubuh dan membandingkan tubuhnya dengan orang disekitarnya.
b.Mereka biasanya sudah menyusun rencana makannya, namun sulit untuk mereka melakukannya terutama ketika merasa cemas.
c.Lebih banyak menyalakan dirinya, merasa buruk, dll.
d.Setelah makan mereka mengingat apa yang telah dikonsumsi dan mengukur berat badannya secara berulang.
e.Lebih sering untuk bercermin dan menganggap dirinya buruk dan badannya tidak bagus dan mereka terjebak pada pikiran tersebut yang dapat membuatnya frustrasi.
3.Binges Eating
Binges Eating juga dapat dikategorikan sebagai eating disorder. Binges merupakan individu dengan bulimia yang mengalami perilaku makan yang berlebihan sebanyak 1-30 episode tiap minggunya. Kebanyakan penderita binges melakukannya secara diam-diam. Mereka akan makan dalam jumlah yang sangar besar dengan sangat cepat namun mengunyah yang sangat sedikit. Makanan yang dikonsumsi biasanya yang berkalori tinggi dan manis.
Salah satu penyebab binges dikarenakan adanya ketegangan yang tidak mampu untuk menahan diri, powerless untuk mengontrol keinginan yang luar biasa dalam makan. Selama mengalami fase binges seseorang tidak bisa berhenti untuk makan meskipun ini menyenangkan namun perasaan ini diikuti rasa bersalah yang sangat ekstream, malu, depresi dan bersamaan juga dengan ketakutan bertambahkan berat badan.
4.Avoidant / Restrictive Food Intake Disorder
Gangguan makan ini disebut juga sebagai ARFID dengan kurang minat pada makanan dengan menghindari atau membatasi makanan karena rasa, bau dan tekstur. Perasaan ini muncul bukan didorong oleh ketakutan memiliki badan yang tidak ideal, melainkan karena khawatir jika mengkonsumsi makanan tersebut akan tersedak atau bahkan muntah. Gejala atau tanda penderitanya ialah sebagai berikut.
a.Pembatasan dramatis jenis atau jumlah makanan yang dimakan
b.Kurang nafsu makan atau minat pada makanan
c.Penurunan berat badan yang dramatis
d.Sakit perut, sakit perut, atau masalah pencernaan lainnya tanpa penyebab lain yang diketahui
e.Pilihan makanan yang menjadi semakin terbatas (“pilih-pilih makan” yang semakin memburuk).
5.Pica Disorder
Pica disorder merupakan jenis gangguan mental dengan gejala mengkonsumsi makanan yang tidak memiliki nilai gizi. Misalnya es, tanah, kapur hingga memakan rambut. Meslipun gangguan makan ini sering terjadi pada anak, orang dewasa juga ada yang mengalami eating disorder jenis ini. Gejala atau tanda penderita Pica ialah sebagai berikut.
a.Makan terus-menerus, selama ≥ satu bulan, zat-zat bukan makanan dan tidak memberikan nilai gizi
b.Menelan zat tersebut bukan sebagai bagian dari praktik yang didukung budaya atau norma sosial.
6.Rumination Disorder
Rumination disorder adalah regurgitasi (gumoh) makanan secara teratur yang terjadi ≥ satu bulan. Makanan yang diregurgitasi dapat dikunyah kembali, ditelan kembali, atau dimuntahkan. Biasanya, ketika seseorang memuntahkan makanannya, mereka tidak tampak berusaha, juga tidak tampak stres, kesal, atau jijik. Gejala/ Tanda
a.Regurgitasi makanan berulang ≥ satu bulan
b.Regurgitasi berulang bukan karena kondisi pengobatan.
Sumber :
https://rsudsleman.slemankab.go.id/uploads/files/GANGGUAN%20MAKAN.pdf
https://www.dkonsul.com/artikel/pencernaan/gangguan-makan-eating-disorde...
https://repository.unair.ac.id/117206/
Penulis
Fahri Setiawan,S.Kep.,Ners