Menurut : Mehmet.C.Oz,M.D. (Dr Oz) Setiap orang umumnya akan menikah dan memiliki anak. Anak adalah titipan Tuhan yang harus kita jaga dan kita didik sedemikian rupa agar setelah mereka besar dapat menjadi orang yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara serta dapar membahagiakan dan membanggakan orang tua yang telah susah payah membesarkannya dengan cinta dan kasih sayang. Sebagai orang tua, pola asuh yang diterapkan akan berpengaruh pada pembentukan karakter anak. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dan ajarkan pada anak supaya memiliki kepercayaan diri dan pengendalian diri untuk menghadapi dan mengatasi masalah, tanpa perlu tertekan, tanpa kepanikan, dan tanpa memarahi orang lain yang tidak bisa memenuhi hasrat anak. Jika kita ingin membantu membentuk seorang anak yang bisa berlayar sendiri mengarungi sungai kehidupan suatu hari kelak. Apakah ini berarti tugas kita adalah menghilangkan setiap dan semua kekecewaan, tantangan juga rintangan? Tentu saja tidak. Adapun hal yang dapat membantu memelihara kesehatan jiwa yang patut diajarkan yaitu : 1. Kebahagiaan. Ingatlah bahwa kepuasan sesungguhnya datang dari keberhasilan menghadapi tantangan yang tepat dalam situasi yang tidak menekan. Pencapaian nyata dari apa yang diraihnya, adalah kebahagiaan. 2. Kepercayaan diri/Kemandirian Cara terbaik adalah menempatkannya dalam situasi yang sesuai dengan usianya, dan mendukungnya untuk mengikuti isyarat nalurinya untuk menjelalah. Tugas Anda; berikan peta sebagai bekal jika ia tersesat. 3. Ketabahan Biarkan anak mengalami kegagalan sekarang ketika taruhannya masih rendah. Biarkan ia mencoba menyelesaikan masalah. Pujilah ia dengan spesifik terhadap usahanya dan bukan tentang kesempurnaan. 4. Empati dan kasih sayang Tanamkan bahwa ia bukan satu-satunya orang yang harus diperhatikan, didunia ini. Berikan batasan prinsip terkait hubungan dengan orang lain yang tidak boleh dilakukannya. Ingatkan bahwa perasaan orang lain juga penting. 5. Bermain-main Luangkanlah selalu waktu untuk bermain bersama anak. ajak ia menjelajah alam, bermain diluar memudahkan anak merasakan kekaguman dan keajaiban dengan dunia yang luar biasa. 6. Kepuasan yang Tertunda Berikan keterampilan untuk tidak mudah menyerah untuk mengejar keinginan dengan cara yang baik. Yakni melatihnya menahan diri, menunda kepuasan, tidak memberi semua yang diinginkannya saat itu juga. 7. Spiritualitas Salah satu pengaruh terbesar dalam perkembangan kejiwaan anak adalah seberapa baik sisi spiritualnya. Hal ini juga berarti memaknai kedudukan diri di alam semesta, menjadi bagian dari komunitas dan lingkungan sosial. Bagaimana dengan Pola asuh orang tua? Disamping itu, pemeliharaan kesehatan perlu dikaitkan dengan pola asuh orang tua yang menerapkan pola asuh otoritatif, yaitu pola asuh orangtua pada anak yang memberi kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak dengan sensor batasan dan pengawasan yang baik dari orangtua. Pola asuh ini adalah pola asuh yang cocok dan baik untuk diterapkan para orangtua kepada anak-anaknya. Anak yang diasuh dengan tehnik asuhan otoritatif akan hidup ceria, menyenangkan, kreatif, cerdas, percaya diri, terbuka pada orangtua, menghargai dan menghormati orangtua, tidak mudah stres dan depresi, berprestasi baik, disukai lingkungan dan masyarakat dan lain-lain. Sesuaikan pola asuh dengan situasi, kondisi, kemampuan dan kebutuhan anak. Polas asuh anak balita tentu akan berbeda dengan pola asuh anak remaja. Jangan mendidik anak dengan biaya yang tidak mampu ditalangi orangtuanya. Usahakan anak mudah paham dengan apa yang kita inginkan tanpa merasa ada paksaan, namun atas dasar kesadaran diri sendiri. Demikian yang dapat disampaikan, pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Daftar Pustaka : http://www.tamanmain.co.id/artikel/detail/7-kekuatan-memelihara-kesehata... http://www.organisasi.org/1970/01/jenis-macam-tipe-pola-asuh-orangtua-pa... Penulis :