WASPADAI PENGGUNAAN LEM AIBON OLEH ANAK ANAK REMAJA

Lem aibon adalah bahan perekat yang digunakan untuk berbagai keperluan dan biasa dijual bebas di toko-toko atau toko bangunan. Lem  ini sangat banyak manfaatnya jika digunakan dengan tepat dapat digunakan merekatkan kayu, plastik, dan berbagai bahan lainnya. Namun banyak orang salah menggunakan bahan tersebut, khususnya kalangan remaja bahkan anak-anak yang masih duduk di bangku SD.

Biasanya anak mulai melakukan atau mencoba menghirup lem aibon karena faktor eksternal dan internal, Faktor eksternal bisa disebabkan oleh karena pengaruh teman, yaitu ajakan teman yang sudah pernah mencoba menghirup lem aibon, bisa juga karena kurangnya perhatian keluarga terhadap anak yang disebabkan kesibukan orang tua bekerja, bisa juga karena ada konflik perselisihan diantara orang tua sehingga anak mencari cara sendiri untuk menghilangkan rasa stress yang dialaminya. Faktor internalnya adalah disebabkan kurangnya pengetahuan anak tentang bahaya  atau efek mematikan yang dapat ditimbulkan oleh zat yang ada pada lem aibon tersebut.

Dengan menghirup lem aibon atau yang biasa disebut ngaibon, maka seseorang akan merasakan sensasi melayang atau biasa disebut “nge-fly”  atau mabuk lem, dan jika di hirup agak lama bisa membuat pelaku merasa mengantuk, sakit kepala yang cukup lama. Pada beberapa kasus pelaku bisa kehilangan kesadaran bahkan dapat mengakibatkan kematian. Ngaibon adalah cara alternatif untuk mabuk yang tergolong murah dan mudah karena bisa didapatkan dengan legal dan banyak dijual. Biasanya sering dilakukan oleh anak jalanan. Sangat berbeda bila dibandingkan dengan membeli obat terlarang seperti sabu, ganja atau heroin yang harganya mahal dan dilarang.

Lem aibon mengandung zat Halusinogen, atau zat yang dapat membuat pelaku mengalami halusinasi Dalam lem Aibon terkandung zat Lysergic Acid Diethyilamide atau LSD. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 LSD merupakan Narkotika Golongan I. Zat tersebut sejenis zat hirup yang sangat mudah ditemui di produk lem perekat. Pengaruhnya sangat luar biasa bagi penggunanya. Ketika mengisap aromanya, zat kimia tersebut memengaruhi sistem saraf dan melumpuhkan.

Penggunaan jangka panjang juga dapat mengakibatkan sorot balik dan halusinasi yang dapat terjadi berhari-hari, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan. Namun, dari beberapa literatur belum dijumpai bukti ketergantungan fisik dari gejala putus zat, meski dipakai secara berkesinambungan. Namun, diduga dapat terjadi ketergantungan kejiwaan bagi penggunanya. Efeknya mungkin sama dengan pengguna narkoba, seperti hilangnya kendali emosi, disorientasi, depresi, kepeningan, perasaan panik yang akut dan perasaan tak terkalahkan. Bahkan, dapat mengakibatkan pengguna menempatkan diri dalam bahaya fisik.

Ketika seseorang ngaibon, zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya akan masuk ke dalam aliran darah melalui paru-paru  Kemudian zat itu dialirkan dengan cepat ke otak dan organ-organ lewat pembuluh darah. Hasilnya, sekilas si pengguna akan mendapatkan efek seperti seseorang yang mabuk minuman beralkohol. Misalnya, kesulitan bergerak, bicara tidak jelas, euforia (selama 15-45 menit), halusinasi, delusi, dan pusing. Namun, di saat yang sama ia sedang keracunan zat kimia berbahaya tadi. Sayangnya, pelaku ngaibon seringkali ketagihan sehingga memperpanjang durasi menghirup lem berulang kali, dalam waktu beberapa jam untuk mendapatkan sensasi “terbang” yang lebih lama. Jika terlalu banyak menghirup lem, pelaku akan mengantuk selama beberapa jam dan mengalami sakit kepala yang cukup lama. Pada beberapa kasus yang parah, pelaku bisa saja kehilangan kesadaran, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Seseorang bisa dicurigai “ngaibon” bila ada tanda tanda dibawah ini

1.Napas pelaku bau bahan kimia atau bau lem, mungkinada juga menempel pada bajunya

2.Perilaku mabuka atau linglung

3.Bicara tidak jelas

4.Kehilangan nafsu makan

5.Emosi labil, mudah marah

6.Ruam di sekitar mulut yang dapat menyebar ke bagian tengah wajah

7.Menyembunyikan benda-benda yang mungkin dapat disalah gunakan sperti pakaian, tas, wadah produk tertentu.

Penyalahgunaan lem aibon

Ngaibon merupakan kegiatan yang sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal. Di samping itu, dalam kasus yang tidak merenggut nyawa, para pelakunya bisa mengalami kerusakan otak dan masalah pernapasan berat. Berikut adalah risiko kondisi kesehatan yang dapat terjadi akibat menghirup lem:

1. Gagal pernapasan akut

Gagal pernapasan akut adalah salah satu kondisi fatal yang dapat terjadi akibat ngelem. Zat kimia yang terhirup tertinggal di paru-paru dan menghalangi organ pernapasan ini mengambil oksigen yang cukup dari darah. Tubuhpun menjadi lemas karena kekurangan oksigen.Pada kasus yang lebih serius, tubuh dapat mengalami koma akibat kekurangan oksigen di luar batas normal.

2. Kerusakan otak

Menghirup lem dan zat inhalansi lainnya, yang mengandung toluena dan naftalena, dapat merusak selubung mielin. Mielin adalah selubung tipis di sekitar serabut saraf otak dan sistem saraf Anda.Kerusakan tersebut dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada fungsi otak, serta menyebabkan masalah saraf yang mirip dengan kondisi multiple sclerosis.

3. Aritmia

Kandungan bahan kimia dalam lem aibon yang apabila dihirup kuat-kuat bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah aritmia. Aritmia mengakibatkan jantung tidak dapat mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh dengan optimal.

4. Kondisi kesehatan lainnya

Selain gagal pernapasan akut, kerusakan otak, dan aritmia, beberapa kondisi kesehatan lain yang dapat terjadi akibat mabuk lem, di antaranya termasuk:

  • Tersedak (karena sering muntah).
  • Kerusakan Hati / liver
  • Kerusakan ginjal.
  • Cedera, seperti jatuh atau kecelakaan

Selain lem aibon, beberapa contoh bahan yang mengandung zat halusinogen atau bahan yg bisa menimbulkan seseorang berhalusinasi jika di hirup dengan waktu yg lama. Bahan tersebut ada disekitar kita, diantaranya:

  • Penghapus cat kuku.
  • Produk pembersih rumah tangga.
  • Cairan pengencer cat (thinner).
  • Cairan penghapus tinta pulpen.
  • Cat semprot.
  • Semir sepatu.

Kebiasaan Ngaibon dan jenis penggunaan bahan inhalasi lainnya dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berbahaya, bahkan kematian. Jika ada orang-orang di sekitar kita yang kecanduan ngaibon, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes neurologis, hingga terapi tertentu untuk mencegah kebiasaan mabuk lem aibon terjadi di kemudian hari.

 Bagi para orangtua, penting untuk mengawasi anak-anak, apa yang dilakukan sehari harinya dan bagaimana lingkungan pergaulan anak agar dapat menghindari perilaku menimpang seperti ngaibon yang sangat membahayakan masa depan anak.

 

 

 

Sumber:

https://www.kompasiana.com/unnu/5650652cd17e612109870520/faktor-pendorong-anak-melakukan-aktivitas-ngelem

https://www.sehatq.com/artikel/efek-mabuk-lem-aibon-bikin-halusinasi-hingga-koma

https://hot.liputan6.com/read/4100533/bahaya-lem-aibon-bagi-kesehatan-jangan-disalahgunakan

 

https://maluku.bnn.go.id/ada-apa-dalam-lem-aibon-dan-sejenisnya/

 

 

 

Penulis: 
Ns. Merlin Situmorang, S. Kep.
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

27/11/2021 | Ns. Monalisa, AMK, S.Kep
27/11/2021 | Septia lianti, S.Kep, Ners
27/11/2021 | Tri Nurul Hidayati, S.Kep
27/11/2021 | Boifrida Butar-Butar, S.Kep,Ners
27/11/2021 | Ns.Kristianus Triaspodo, M.Kep, Sp.Kep.J
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori