TRIASE KESEHATAN MENTAL

Kesehatan manusia harus dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh dimana indikator sehat tidak sekedar dari fisik yang sehat melainkan sehat dari mental, spiritual maupun sosial. Kesehatan jiwa merupakan suatu keadaan jiwa yang tenang sehingga menciptakan hidup harmonis dan produktif, sebagai bagian kualitas hidup manusia yang untuh dengan melibatkan semua segi kehidupan seseorang (Riset Kesehatan Daerah, 2013).

Di Rumah Sakit, tahap pertama yang harus dilalui saat masuk rumah sakit yaitu penilaian dari perawat yaitu triase. Perawat ini lalu melakukan evaluasi keadaan pasien, perubahan-perubahan yang terjadi, dan menentukan prioritas urutan untuk masuk ke IGD dan prioritas dalam menerima penanganan. Setelah penanganan dan pemeriksaan darurat selesai, pasien bisa masuk ke dalam sistem kategori triase rumah sakit

Pernahkah anda sakit dan harus masuk ruang IGD (Instalasi gawat darurat), dan kemudian anda tidak langsung mendapatkan penanganan? atau pernahkah anda merasa kenapa orang lain yang dilayani duluan?. nah jika pernah Kemungkinan salah satu alasan anda tidak langsung mendapatkan perawatan kesehatan karena mungkin ada pasien lain yang mengalami penyakit yang lebih serius dan membutuhkan pertolongan segera selain anda

Ini merupakan salah satu prinsip Triase dan salah satu metode perawatan gawat darurat (PPGD) yang mana mereka mendahulukan pelayanan untuk pasien yang terancam jiwa atau beresiko kecacatan

Triage adalah suatu konsep pengkajian yang cepat dan terfokus dengan suatu cara yang memungkinkan pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan serta fasilitas yang paling efisien dengan tujuan untuk memilih atau menggolongkan semua pasien yang memerlukan pertolongan dan menetapkan prioritas penanganannya (Kathleen dkk, 2008)

 Triage adalah usaha pemilahan korban sebelum ditangani, berdasarkan tingkat kegawatdaruratan trauma atau penyakit dengan mempertimbangkan prioritas penanganan dan sumber daya yang ada.

Triage adalah suatu sistem pembagian/klasifikasi prioritas klien berdasarkan berat ringannya kondisi klien/kegawatannya yang memerlukan tindakan segera. Dalam triage, perawat dan dokter mempunyai batasan waktu (respon time) untuk mengkaji keadaan dan memberikan intervensi secepatnya yaitu ≤ 10 menit. Untuk di rsjd babel emergency respon time (waktu tanggap pelayanan gawat darurat  ≤ 5 menit

Triase berasal dari bahasa prancis trier bahasa inggris triage dan diturunkan dalam bahasa Indonesia triase yang berarti sortir. Yaitu proses khusus memilah pasien berdasar beratnya cedera atau penyakit untuk menentukan jenis perawatan gawat darurat. Kiniistilah tersebut lazim digunakan untuk menggambarkan suatu konsep pengkajian yang cepat dan berfokus dengan suatu cara yang memungkinkan pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan sertafasilitas yang paling efisien terhadap 100 juta orang yang memerlukanperawatan di UGD setiap tahunnya.(Pusponegoro, 2010)

Triase merupakan langkah penggolongan kondisi pasien berdasarkan kegawatan melalui kategori pasien. Tahap ini sangat penting untuk menentukan jenis tindakan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam perawatan pasien gangguan jiwa selanjutnya.

Triase adalah proses pemilihan pasien guna menentukan skala prioritas pelayanan, sebelum dilaksanakan pelayanan anamnesa dan pemeriksaan fisik yang lebih komprehensif

Triase kesehatan mental adalah fungsi klinis yang dilakukan dititik masuk kelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menilai dan mengelompokan urgensi masalah terkait kesehatan mental. Layanan triase kesehatan mental dapatditempatkan di dapertemen darurat, layanan kesehatan mental masyarakat, pusat panggilan atau bersama dengan layanan kesehatan mental spesialis lainnya seperti krisis assesment dan tim perawatan

Fungsi layanan triase kesehatan mental adalah untuk menentukan sifat dan tingkat keparahan masalah kesehatan mental. Inti dari fungsi triase tersebut adalah untuk menentukan apakah pasien berisiko merugikan diri sendiri atau orang lain sebagai akibat dari kondisi mental mereka, dan untuk menilai risiko lainnya yang terkait dengan penyakit mental. Seperti model triase lainnya, petugas triase kesehatan mental harus menetapkan kategori urgensi untuk kasus yang dicatat menggunakan indikator triase pada pasien gangguan jiwa dari kategori Immediate (segera) sampai Non- urgen (Vingilis & State, 2011).

Tujuan utama adalah untuk mengidentifikasi kondisi mengancam nyawa. Tujuantriage selanjutnya adalah untuk menetapkan tingkat atau drajat kegawatan yangmemerlukan pertolongan kedaruratan.

Prosedur triase di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

  1. Pasien datang dibawa ke meja triase
  2. Lakukan seleksi pasien secara cepat dan tepat oleh perawat atau dokter, kemudian pasien ditempatkan sesuai dengan level kegawatdaruratannya
  3. Tempatkan pasien sesuai dengan kasus untuk mendapatkan tindakan
  4. Pengelompokkan Sistem Triase :

a. Pasien Gawat Darurat Umum dan Psikiatri ditempatkan di Label Merah

b. Pasien Gawat Tidak Darurat

Umum : Pasien ditempatkan di Label Kuning

Psikiatri : Jika PANSS EC : total keseluruhan diatas 17 atau salah satu kriteria mendapatkan nilai 7 ditempatkan di Label Kuning

c. Pasien Darurat Tidak Gawat

Umum : pasien ditempatkan di Label Hijau

      Psikiatri : jika jumlah total keseluruhan PANSS EC < 17 ditempatkan di Label Hijau

5. Dokter dan perawat jaga melakukan assesmen awal IGD dengan lengkap

6. Bila tidak bisa diatasi atau sarana tidak mendukung segera dirujuk

 

Selama pandemic Covid-19, penerimaan pasien ODGJ di RJSD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dilakukan sesuai dengan alur penerimaan pasien yang telah di tentukan yaitu setelah petugas menerima pasien kemudian melakukan triage dan skrining awal covid-19 ( bila hasil skrining mengarah ke covid-19 maka pasien diperlakukan sesuai alur masuk pasien ODGJ dengan Covid-19.

Sumber:

http://eprints.ums.ac.id/44692/13/HALAMAN%20DEPAN.pdf

http://eprints.ums.ac.id/44692/3/BAB%20I.pdf

RSJD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

https://www.scribd.com/document/415461025/Triage-Kesehatan-Mental

 

Penulis: 
Enser Rovido, S. Kep, Ners
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

27/11/2021 | Ns. Monalisa, AMK, S.Kep
27/11/2021 | Septia lianti, S.Kep, Ners
27/11/2021 | Tri Nurul Hidayati, S.Kep
27/11/2021 | Boifrida Butar-Butar, S.Kep,Ners
27/11/2021 | Ns.Kristianus Triaspodo, M.Kep, Sp.Kep.J
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori