SUHU UDARA

Suhu tubuh manusia yang dapat kita raba/rasakan tidak hanya didapat dari metabolisme, tetapi juga dipengaruhi oleh panas lingkungan. Makin tinggi panas lingkungan, semakin besar pula pengaruhnya terhadap suhu tubuh. Sebaliknya semakin rendah suhu lingkungan, makin banyak pula pans tubuh akan hilang. Dengan kata lain, terjadi pertukaran panas antara tubuh manusia yang didapat dari metabolisme dengan tekanan panas yang dirasakan sebagai kondisi panas lingkungan. Selama pertukaran ini serasi dan seimbang, tidak akan menimbulkan gangguan, baik penampilan kerja maupun kesehatan kerja.

Tekanan panas yang berlebihan akan merupakan beban tambahan yang harus diperhatikan dan diperhitungkan. Beban tambahan berupa panas lingkungan dapat menyebabkan beban fisiologis misalnya kerja jantung menjadi bertambah. Nilai ambang batas untuk cuaca (iklim) kerja adalah 21º-30ºC suhu basah. Suhu efektif bagi pekerja di daerah tropis adalah 22º - 27ºC. Yang dimaksud dengan tempertur efektif adalah suatu beban panas yang dapat diterima oleh tubuh dalam ruangan. Temperatur efektif akan memberikan efek yang nyaman bagi orang yang berada diluar ruagan. Cuaca kerja yang diusahakan dapat mendorong produktifitas antara lain dengan air conditioning di tempat kerja. Kesalahan kesalahan sering dibuat dengan membuat suhu terlalu rendah yang berakibat keluhan-keluhan dan kadang diikuti meningkatnya penyakit pernafasan. Sebaiknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Suhu distel pada 25º-26ºC.
  2. Penggunaan AC di tempat kerja perlu disertai pemikiran tentang keadaan pengaturan suhu di rumah.
  3. Bila perbedaan suhu di dalam dan luar lebih 5ºC, perlu adanya suatu kamar adaptasi.

Contoh: suhu panas dari kompor, preheating furnace, porcelain furnace, pengecoran logam, dan lain-lain.

2.2.1.5. Kelembaban Udara

Kelembaban adalah: banyaknya air yang terkandung dalam udara, biasa dinyatakan dalam persentase. Kelembaban ini berhubungan atau dipengaruhi oleh temperatur udara, dan secara bersama-sama antara temperatur, kelembaban, kecepatan udara bergerak dan radiasi panas dari udara tersebut akan mempengaruhi keadaan tubuh manusia pada saat menerima atau melepaskan panas dari tubunya. Suatu keadaan dengan temperatur udara sangat panas dan kelembaban tinggi, akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar-besaran karena sistem peguapan. Pengaruh lain adalah makin cepatnya denyut jantung karena makin aktifnya peredaran darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen, dan tubuh manusia selalu berusaha untuk mencapai keseimbangan antara panas tubuh dengan suhu disekitarnya.

 2.2.1.6. Pencahayaan

Pada umumnya pekerjaan memerlukan upaya penglihatan. Untuk melihat manusia membutuhkan pencahayaan. Oleh sebab itu salah satu masalah lingkungan di tempat kerja yang harus diperhatikan adalah pencahayaan. Pencahayaan yang kurang memadai merupakan beban tambahan bagi pekerja, sehingga dapat menimbulkan gangguan performance (penampilan) kerja yang akhirnya dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Hal ini sangat erat kaitannya dan mutlak harus ada karena berhubungan dengan fungsi indera penglihatan, yang dapat mempengaruhi produktifitas bagi tenaga kerja. Berdasarkan baku mutu lingkungan kerja, standar pencahayaan untuk ruangan yang dipakai untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan ketelitian adalah 500- 1000 Lux.

2.2.1.7. Radiasi

Sumber radiasi dapat berasal dari alam dan buatan. Dampak radiasi terhadap kesehatan tergantung pada: lamanya terpapar, jumlah yang diserap, tipe dan lebih spesifik lagi adalah panjang gelombang. Pancaran yang paling berbahaya adalah gelombang pendek, termasuk ionisasi dan radiasi sinar ultraviolet. Akibat radiasi ultraviolet pada umumnya mengenai mata dan kulit, bila mengenai mata dapat menyebabkan conjuctivitis.

2.2.2. Biological agent

Faktor biologi dapat berupa bakteri, jamur dan mikroorganisme lain yang dibutuhkan atau dihasilkan dari bahan baku, proses produksi dan proses penyimpanan hasil produksi. Contoh paparan biologi di Laboratorium Program Studi Keperawatan Mitra Adiguna Palembang adalah:

  1. Sumber infeksi: terpapar mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, dan lain-lain.
  2. Bahan iritan: paparan bahan yang bisa menimbulkan iritasi pada kulit.,

2.2.3. Psycological agent

Psycological agent meliputi: tanggung jawab pekerjaan terhadap orang lain, beban kerja, ketrampilan, dan lain-lain. Contoh: perasaan was-was saat menunggu hasil setelah proses praktikum, dan lain-lain.

2.2.4. Ergonomical agent

Ergonomi adalah penerapan ilmu-ilmu biologis tentang manusia bersama-sama dengan ilmu-ilmu teknik dan teknologi untuk mencapai penyesuaian satu sama lain secara optimal dari menusia terhadap pekerjaannya, yang manfaat dari padanya diukur dengan efisiensi dan kesejahteraan kerja. Ergonomi merupakan pertemuan dari berbagai lapangan ilmu seperti antropologi, biometrika, faal kerja, higeine perusahaan dan kesehatan kerja, perencanaan kerja, riset terpakai, dan cybernetika. Namun kekhususan utamanya adalah perencanaan dari cara bekerja yang lebih baik meliputi tata kerja dan peralatannya. Ergonomi dapat mengurangi beban kerja. Dengan evaluasi fisiologis, psikologis atau cara-cara tak langsung, beban kerja dapat diukur dan dinjurkan modifikasi yang sesuai antara kapasitas kerja dengan beban kerja dan beban tambahan. Tujuan utamanya adalah untuk menjamin kesehatan kerja dan meningkatkan produktivitas.

  1. Disain tempat kerja: gambaran dasar untuk kenyamanan, produktifitas dan keamanan.
    1. Rancangan dan arus lalulintas.
    2. Pencahayaan.
    3. Temperatur, kelembaban dan ventilasi
    4. Mobilisasi (aktifitas kerja).
    5. Fasilitas sanitasi dan drainase (tempat pembuangan limbah cair dan padat).
  2. Proses dan disain perlengkapan: untuk fungsi dan keamanan.

Disain tempat dan alat kerja akan mempengaruhi kenyamanan, keamanan dan produktifitas dalam bekerja.

  1. Fungsi dan tugas: fungsi dan tugas orang dengan pekerjaan yang pantas.

2.3. Alat Pelindung Diri (APD)

Menurut hirarki upaya pengendalian diri (controling), alat pelindung diri sesungguhnya merupakan hirarki terakhir dalam melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dari potensi bahaya yang kemungkinan terjadi pada saat melakukan pekerjaan, setelah pengendalian teknik dan administratif tidak mungkin lagi diterapkan. Ada beberapa jenis alat pelindung diri yang mutlak digunakan oleh tenaga kerja pada waktu melakukan pekerjaan dan saat menghadapi potensi bahaya karena pekerjaanya, antara lain seperti topi keselamatan, safety shoes, sarung tangan, pelindung pernafasan, pakaian pelindung, dan sabuk keselamatan. Jenis alat pelindung diri yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi serta sesuai denga bagian tubuh yang perlu dilindungi.

Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, pasal 12 mengatur mengenai hak dan kewajiban tenaga kerja untuk mamakai alat pelindung diri. Pada pasal 14 menyebutkan bahwa pengusaha wajib menyediakan secara cuma-cuma sesuai alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai dengan petunjuk yag diperlukan. Potensi bahaya yang kemugkinan terjadi di tempat kerja, dan yang bisa dikendalikan dengan alat pelindung diri adalah:

  1. Terjatuh, terpeleset, kejatuhan benda, terantuk.
  2. Terpapar sinar dan gelombang elektromaknetik.
  3. Kontak dengan bahan kimia baik padat maupun cair.
  4. Ter papar kebisingan dan getaran.
  5. Terhirup gas, uap, debu, mist, fume, partikel cair.
  6. Kemasukan benda asing, kaki tertusuk, terinjak benda tajam.

Bagian badan yang perlu dilindungi adalah kepala, alat pernafasan, alat pendengaran, alat penglihatan, kulit, kaki maupun tubuh pada umumnya.

2.3.1. Alat Pelindung Mata (kaca mata pengaman) dan Muka

  1. Fungsi

Fungsi kaca mata pengaman adalah untuk melindungi mata dari:

  1. Percikan bahan bahan korosif.
  2. Kemasukan debu atau partikel-partikel yang melayang di udara.
  3. Lemparan benda-benda kecil.
  4. Panas dan pancaran cahaya
  5. Pancaran gas atau uap kimia yang dapat menyebabkan iritasi mata.
  6. Radiasi gelombang elekromaknetik yang mengion maupun yang tidak mengion
  7. Benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam.
  1. Jenis

Menurut jenis atau bentuknya alat pelindung mata dibedakan menjadi:

  1. Kaca mata (Spectacles/Goggles).
  2. Tameng muka (Face Shield).
  1. Spesifikasi
  1. Alat pelindung mata mempunyai ketentuan sebagai berikut:
  1. Tahan terhadap api.
  2. Tahan terhadap lemparan atau percikan benda kecil.
  3. Lensa tidak boleh mempunyai efek destorsi.
  4. Mampu menahan radiasi gelombang elektromagnetik pada panjang gelombang tertentu.
  1. Alat pelindung muka mempunyai ketentuan sebagai berikut:
  1. Tahan api
  2. Terbuat dari bahan :
  • Gelas atau gelas yang dicampur dengan laminasi alumunium, yang bila pecah tidak menimbulkan bagian-bagian yang tajam.
  • Plastik, dengan bahan dasar selulosa asetat, akrilik, policarbonat atau alil diglikol karbonat.
  1. Cara Pemakaian
    1. Kaca mata pengaman
  • Pilihan kaca mata yang sesuai, small, medium, atau large.
  • Buka tangkai kaca mata lekatkan bagian tengah kacamata pada punggung hidung.
  • Tempelkan lensa kaca mata.
  • Kaitkan tangkai kaca mata pada daun telinga.
  • Usahakan agar mata dan sekitar betul-betul tertutup oleh kacamata.

b.    Penutup muka (Face Shield)

Penutup muka yang benar adalah yang dapat dikenakan tanpa dipegang dengan tangan pekerja. Biasanya penutup muka ini dirancang menjadi satu dengan topi pengaman atau penutup rambut.

  • Pilih ukuran penutup muka, sesuai dengan besarnya lingkar kepala (kecil/small, sedang/medium,atau besar/large).
  • Periksa bagian luar dan dalam penutup muka, apakah sesuai dengan spesifikasinya, apakah tudung dalam keadaaan baik, tidak rusak dan bersih.
  • Kendorkan klep pengatur untuk mempererat kedudukan topi pengaman tudung atau penutup rambut.
  • Pakai topi pengaman (tudung atau penutup rambut), eratkan di kepala sehingga terasa pas dengan cara mengatur klep pengatur.
  • Atur posisi penutup muka sehingga menutupi seluruh permukaan wajah.
  • Kencangkan kembali klep pengatur.

2.3.2. Pelindung pendengaran

  1. Fungsi

Untuk melindungi alat pendengaran (telinga) akibat kebisingan, dan melindungi telinga dari percikan api atau logam-logam yang panas.

  1. Jenis

Secara umum pelindungi telinga 2 (dua) jenis, yaitu:

  1. Sumbat telinga atau ear plug, yaitu alat pelindung telinga yang cara penggunaannya dimasukkan pada liang telinga
  2. Tutup telinga atau ear muff, yaitu alat pelindung telinga yang penggunaanya ditutupkan pada seluruh daun telinga.
  1. Spesifikasi
    1. Sumbat Telinga atau ear plug
    2. Sumbatan telinga yang baik adalah yang bisa menahan atau mengabsorbsi bunyi atau suara dengan frekuensi tertentu saja, sedangkan bunyi atau suara dengan frekuensi untuk pembicaraan (komunikasi) tetap tidak terganggu.
    3. Biasanya terbuat dari karet, platik ,lilin atau kapas.
    4. Harus bisa mereduksi suara frekuensi tinggi (4000 dba) yang masuk lubang telinga, minimal sebesar x-85 dba, dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tanaga kerja.
    5. Penutup Telinga atau Ear Muff
  • Terdiri dari sepasang (2 buah, kiri dan kanan) cawan atau cup, dan sebuah`sabuk kepala (head band)
  • Cawan atau cup berisi cairan atau busa (foam) yang berfungsi untuk menyerap suara yang frekuensinya tinggi
  • Pada umumnya tutup telinga bisa meriduksi suara frekuensi 2800-4000 hz sebesar 35-45 dba
  • Tutup teling harus mereduksi suara yang masuk ke lubang telinga minimal sebesar x- 85 dba, dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tenaga kerja.
  1. Cara Pemakaian
    1. Sumbat Telinga atau Ear Plug
    2. Pilih ear plug yang terbuat dari bahan yang bisa menyesuaikan dengan bentuk telinga. Biasanya terbuat dari karet atau plastik lunak.
    3. Pilih bentuk dan ukuran yang sesuai dengan bentuk dan ukuran dari seluruh telinga si pemakai
    4. Cek sumbat telinga, apakah secara fisik dalam keadaan baik (tidak rusak) dan bersih.
    5. Tarik daun telinga ke belakang, kemudian masukkan sumbat telinga ke dalam lubang telinga hingga benar-benar menutup semua lubang telinga.
    6. Gerak-gerakkan kepala ke atas, ke bawah, ke samping, ke kiri dan ke samping kanan, buka dan tutup mulut, untuk memastikan bahwa sumbat telinga terpakai secara sempurna.
    7. Penutup Telinga atau Ear Muff
  • Pilih penutup telinga yang ukurannya sesuai dengan diameter/lebar daun telinga
  • Pastikan ahwa posisi cawan atau mangkuk penutup benar benar melingkupi daun telinga, baik kiri maupun kanan. Bola belum pas (masih ada bagian yang terbuka), sesuaikan dengan pengatur panjang dan pendeknya pengikat kepala (head band)
  • Gerak-gerakkan kepala, ke atas, ke bawah, ke samping kiri dan ke samping kanan, buka dan tutup mulut untuk memastikan bahwa sumbat telinga terpakai secara sempurna.
  1. Pemeliharaan
    1. Sumbat telinga yang telah di selesai digunakan dibersihkan dengan kain lap yang bersih, basah dan hangat.
    2. Kemudian keringkan dengan kain lap yang bersih dan kering.
    3. Setelah bersih dan kering simpan alam kotaknya.
    4. Simpan kotak tersebut di atas di almari atau tempat penyimpanan yang lain.
    5. Penutup telinga yang telah selesai digunakan dibersihkan dengan cara diseka dengan kain lap yang bersih.
    6. Setelah bersih simpan kembali di dalam kotaknya.
    7. Simpan kotak di almari atau tempat penyimpanan yang lain.

2.3.3. Pelindung Pernafasan (Respirator)

  1. Fungsi

Alat pelindung pernafasan berfungsi memberikan perlindungan organ pernafasan akibat pencemaran udara oleh faktor kimia seperti debu, uap, gas, fume, asap, mist, kabut, kekurangan oksigen, dan sebagainya.

  1. Jenis

Berdasarkan fungsinya, dibedakan menjadi :

  1. Respirator yang berfungsi memurnikan udara (air purifying respirator).
  2. Respirator yang berfungsi memasok oksigen atau udara (air supplying respirator).
  1. Spesifikasi
    1. Respirator Yang Memurnikan Udara

Respirator jenis ini dipakai bila pekerja terpajan bahan pencemar di udara (debu, gas, uap, fume, mist, asap, fog) yang kadar toksisitasnya rendah. Prinsip kerja respirator ini adalah membersihkan udara terkontaminasi dengan cara filtrasi, adsorbsi, atau absorbsi.

Menurut cara kerjanya dibedakan menjadi :

  1. Respirator yang mengandung bahan kimia (cemical respirators).
  2. Respirator dengan katrid (cartridge) bahan kimia.
    1. Prinsip cara kerjanya adalah mengadsorpsi bahan pencemar di udara pernafasan.
    2. Bahan kimia yang digunakan untuk mengadsorbsi biasanya karbon aktif atau silica gel
    3. Biasanya penutup sebagian muka dengan satu atau dua katrid yang mengandung bahan kimia tertentu.
    4. Tidak bisa digunakan untuk keadaaan darurat.
    5. Hanya mampu memurnikan satu macam atau satu golongan bahan kimia (gas, uap) saja.
  3. Respirator dengan kanister yang berisi bahan kimia.
    • Prinsip cara kerjanya adalah mengadsorbsi bahan pencemar di udara pernafasan
    • Bahan kimia yang digunakan untuk mengadsorbsi adalah yang sesuai dengan bahan-bahan kima tertentu saja. Misal kanister untuk uap asam klorida (hcl dan asam sulfat (h2so4) harus menggunakan kanister yang berisi soda
    • Bahan kimia kanister mempuyai batas waktu kedaluwarsa. Batas waktu kedaluwarsa ini tergantung pada isi kanister, konsentrasi bahan pencemar, dan akifitas pemakainya.
    • Bisa menutup sebagian muka atau seluruh muka
    • Tidak bisa digunakan dalam keadaaan udara di lingkungan kerja menggandung bahan kimia gas atau uap toksik dengan kadar yang cukup tinggi.
    • Satu tipe kanister hanya bisa digunakan untuk memurniakan udara terkontaminasi satu macam atau satu golongan bahan kimia (gas, uap) saja.
  4. Respirator mekanik (Mechanical Respirator).
    • Digunakan untuk melindungi si pemakai akibat pemajanan partikel-partikel di lingkungan kerja seperti debu, asap, fume, mist dan fog.
    • Prinsip kerja respirator ini adalah memurnikan udara terkontaminasi melalui proses filtrasi memakai bermacam tipe filter.
    • Efisiensi filter tergantung kepada ukuran partikel dan diameter pori-pori filter.
  5. Respirator kombinasi filter dan bahan kimia.
  • Respirator jenis ini dilengkapi dengan filter untuk menyaring udara terkontaminasi partikel (debu) dan aktrid (catridge) atau kanister yan mengandung bahan kimia.
  • Respirator jenis ini biasanya digunakan oleh pekerja pada waktu melakukan pengecatan dengan cara semprot (spray painting).
    1. Respirator dengan pemasok udara atau oksigen
  1. Alat pelindung pernafasan ini tidak dilengkapi dengan filter, ataupun katrid dan kanister yang mengandung bahan kimia.
  2. Pasokan udara bersih atau oksigen, melindungi pekerja dari pemajanan bahan-bahan kimia yang sangat toksit. Konsentarinya tinggi, mampu melindungi pekerja dari kekurangan oksigen.
  3. Pasokan udara ataupun oksigen dapat melalui silinder, tangki, atau kompresor yang dilengkapi dengan regulator (pengukur tekanan)
  4. Respirator dengan pasokan udara atau oksigen dibedakan menjadi :
  • Airline respirator.
  • Air hose mask respirator.
  • Self-contained brathing apparatus.
  1. Cara Pemakaian
    1. Pilih ukuran respirator yang sesuai dengan ukuran antropometri tubuh pemakai. Ukuran antropometri tubuh yang berkaitan adalah :
      • Panjang muka.
      • Panjang dagu.
      • Lebar muka.
      • Lebar mulut.
      • Panjang tulang hidung.
      • Tonjolan hidung.
    2. Periksa lebih dahulu dengan teliti, apakah respirator dalam keadaan baik, tidak rusak, dan komponen-komponennya juga dalam keadaan masih baik.
    3. Jika terdapat komponen yang sudah tidak berfungsi maka perlu diganti lebih dahulu dengan yang baru dan baik.
    4. Pilih jenis filter atau catrid atau kanister dengan seksama, agar tidak terjadi kebocoran.
    5. Singkirkan rambut yang menutupi bagian muka.
    6. Potong cambang dan jenggot sependek mungkin.
    7. Pasang atau kenakan gigi palsu, bila pekerja menggunakan gigi palsu. Pakailah respirator dengan cara sesuai dengan petunjuk operasional (instruction manual) yang harus ada pada setiap respirator.
    8. Gerak gerakkan kepala, untuk memastikan bahwa tidak akan terjadi kebocoran apabila pekerja bekerja sambil bergerak-gerak.
  2. Pemeliharaan

Agar respirator dapat berfungsi denngan baik dan benar serta dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama, maka respirator perlu pemeliharaan atau perawatan secara teratur, sebagai berikut:

  1. Setiap kali setelah dipakai, respirator harus di bersihkan (dicuci) kemudian dikeringkan.
  2. Apabila suatu respirator terpaksa digunakan oleh orang lain, maka harus dicucihamakan terlebih dahulu.
  3. Beri tanda setiap respirator dengan nama pemakainya.
  4. Setelah respirator bersih dan kering, simpan dalam loker yang bersih, kering dan tertutup.
  5. Tangki-tangki atau silinder-silender udara atau oksigen harus dicek secara berkala, untuk mengetahui bahwa persediaan udara atau oksigen masih mencukupi.
  6. Klep-klep, regulator dan komponen-komponen lainnya perlu juga dicek secara berkala. Jika tidak berfungsi harus segera diganti dengan yang baru.

 

2.3.4. Pelindung Tangan

  1. Fungsi

Untuk melindungi tangan dan jari-jari tangan dari pajanan api, panas, dingin, radiasi elektomagnetik, radiasi mengion, listrik, bahan kimia, benturan dan pukulan, tergores, terinfeksi. Alat pelindung tangan biasa disebut dengan sarung tangan.

  1. Jenis

Menurut bentuknya, alat pelindung tangan dibedakan menjadi :

  1. Sarung tangan biasa atau gloves.
  2. Mitten, yaitu sarung tangan dengan ibu jari terpisah, sedangkan empat jari lainnya menjadi satu.
  3. Hand pad, yaitu alat pelindung tangan yang hanya melindungi telapak tangan.
  4. Sleeve, yaitu alat pelindung dari pergelangan tangan sampai lengan. Biasanya digabung dengan arung tangan.
  1. Spesifikasi

Alat pelindung tangan harus sesuai antara potensi bahaya dengan bahansarung tangan yang dikenakan pekerja.Potensi bahaya dan bahan sarung tangan yang sesuai, disajikan pada tabel berikut:

 

Potensi Bahaya

Jenis Bahan Sarung Tangan

Listrik

Karet

Radiasi mengion

Karet atau kulit yang dilapisi dengan timbal (Pb)

Benda-benda tajam atau kasar

Kulit atau PVC, kulit yang dilapisi dengan logam

Asam dan alkali yang korosif

Karet

Pelarut organik (solvent)

Karet sintetis

Benda-benda panas

Kulit atau asbes

  1. Cara Pemakaian
  1. Pilih jenis alat pelindung tangan yang sesuai dengan potensi bahaya
  2. Pilih ukuran sesuai dengan ukuran tangan pemakai.
  3. Masukkan tangan yang bagian pergelangan tangannya bermanset atau berkerut,ujung ujung lengen baju pekerja masuk ke dalam manset atau kerutan sarungtangan, kemudian manset dikancingkan atau kerutan dirapikan.
  4. Sarung tangan tanpa manset atau tanpa kerutan, ujung lengan baju panjang pekerja harus bermanset, dan bagian lengan sarung tangan berda di dalam manset atau di dalam kerutan. Tidak disarankan memasukkan ujung lengan baju panjang kedalam sarung tangan.
  1. Pemeliharaan
  1. Alat pelindung tangan yang telah selesai dipakai, harus dibersihkan, dicuci dengan air, bagian luar maupun dalam kemudian dikeringkan.
  2. Simpan di dalam kantong yang bersih dan letakkan di dalam loker atau rak lemari.

2.3.5 Pakaian Pelindung

  1. Fungsi

Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi sebagain atau seluruh tubuh dari kotoran, debu, bahaya percikan bahan kimia, radiasi, panas, bunga api maupun api.

  1. Jenis
    1. Apron, yang menutupi hanya sebagian tubuh pemakainya, mulai dari dada sampai lutut.
    2. Overalls, yang menutupi seluruh bagian tubuh.
  2. Spesifikasi

Macam-macam pakaian pelindung adalah:

  1. Pakaian pelindung dari kulit, untuk tenaga kerja yang mengerjakan pengelasan.
  2. Pakaian pelindung untuk pemadam kebakaran.
  3. Pakaian pelindung untuk pekerja yang terpajan radiasi tidak mengion.
  4. Pakaian pelindung untuk pekerja yang terpajan radiasi mengion.
  5. Pakaian pelindung terbuat dari plastik, untuk tenaga kerja yang bekerja kontak dengan bahan  kimia.
  1. Cara pemakaian
    1. Pilih jenis pakaian pelindung yang sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi.
    2. Pilih ukurannya yang sesuai dengan ukuran tubuh pemakainya.
    3. Cek keadaan fisiknya, apakah dalam keadaan rusak, dan lengkap komponen-komponennya.
    4. Kenakan pakaian pelindung dan kacingkan dengan seksama.
    5. Gerak-gerakkan anggota badan (kaki, tangan), untuk memastikan apakah pakaian pelindung telah terpakai dengan nyaman.

 5.      Cara pemeliharaan

  1. Pakaian pelindung yang disposable (sekali pakai dibuang), setelah habis pakai dimasukkan ke dalam kantong kertas yang semula untuk membungkus pakaian pelindung baru, kemudian dibuang di tempat yang telah disediakan.
  2. Pakaian pelindung yang tidak disposable, sehabis dikenakan dicuci, setelah dikeringkan diseterika, dilipat dan disimpan ditempat yang bersih.
Penulis: 
Ramses Lumban Tobing,SKM
Sumber: 
Pranata Humas RSJD Babel

Artikel

01/12/2025 | Achmad Zazuli Amd.Kep
01/12/2025 | Emanuel Tri Wisnu Budi, AMK
28/11/2025 | Ns. Pamela Kusuma Dewi., S.Kep
28/11/2025 | Ns.Melfa Gultom,AMK.S.Kep
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori