SOSIALISASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA PASIEN BARU MASUK DI RUANGAN MURAI UPTD RSJD PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Bangsa Indonesia dikejutkan dengan adanya pandemi yang mewabah Negri ini yaitu, virus corona atau yang lebih dikenal dengan Covid-19. Penyakit ini pertamkali ditemukan di Wuhan Negara China, kemudian penyakit ini menyebar ke Negara lain hingga ke Indonesia. Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan ada sebanyak kasus terkonfirmasi: 1,12 jt, Sembuh: 917 rb serta Meninggal: 31,001.

Dengan banyaknya kasus yang terjadi negara Indonesia mengalami kepanikan sehingga beberapa tindakan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaranya. Sifat penyebaran irus Covid-19 begitu cepat dan belum tau pasti proses penyebaranya. Maka negara mengambil tindakan melalui otoritasnya meminta rakyatnya untuk tetap di rumah, menjaga jarak baik secara fisik (physical distancing) maupun sosial (social distancing) bahkan melakukan lockdown (karantina wilayah).

Keberadaan Virus Covid-19 bisa berada di mana saja, menempel di benda-benda yang ada di sekitar kita, kemudian menginfeksi tubuh manusia. Penyebaranya bisa juga melalui manusia ke manusia, sehingga penyebaranya begitu cepat. Tubuh yang memiliki system imun yang lemah akan memudahkan virus ini menginfeksi. Tingkat keparahan penyakit tergantung ada tidaknya penyakit penyerta yang diderita oleh yang terinfeksi virus ini.

Pemerintah melakukan strategi dalam menghadapi pandemi Covid-19 yaitu melakukan Perlawanan: dengan menggunakan senjata mematikan Covid-19 seperti Sabun dan Desinfektan, Pertahanan: Melindungi diri dengan cara Meningkatan Imunitas: Iman, Gizi, Vitamin, Olahraga, Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Penghindaran: Menghindari risiko tertular, Memutus rantai transmisi yaitu dengan cara jaga hati, Jaga jarak aman (sosial dan Fisik), Menghindari kerumunan atau keramaian.

Dalam mengendalian penularan COVID-19 yang dapat dilakukan masyarakat adalah menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun yang dikenal dengan sebutan 3M. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan salah satu cara yang dapat membantu untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Berdasarkan penelitian klinis kandungan sabun mampu membunuh bakteri, virus, dan kuman penyakit. WHO juga menganjurkan untuk pencegahan Covid-19 salah satunya membiasakan mencuci tangan dengan sabun.

Kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebenarnya sudah diajarkan sejak dulu, menurut Depkes RI (2007), masyarakat harus mengetahui bagaimana mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan benar. Tangan yang merupakan anggota tubuh yang paling sering kontak langsung dengan mulut dan hidung. Tangan juga yang paling sering digunakan untuk melakukan aktivitas sehingga resiko kotor, terpapar kuman, virus dan bakteri lebih tinggi. Penggunaan sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, bakteri dan virus yang masih tertinggal di tangan. Kondisi air perlu diperhatikan, air yang tidak bersih dapat mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit, apabila digunakan maka kuman dan bakteri akan berpindah ke tangan. Ketikan makan menggunakan tangan, kuman dan bakteri dengan cepat masuk ke dalam tubuh, sehingga dapat menimbulkan penyakit. Karena itu penting kita untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir agar kita terhindar dari bakteri, kuman dan virus. Manfaat mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir yaitu untuk membersihkan tangan dari kuman penyakit; serta mencegah penularan penyakit seperti diare, kolera, disentri, typhus, kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran Pemapasan Akut (ISPA), Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman, bakteri dan virus.

UPTD RSJD Provinsi Kepulaan Bangka Belitung merupakan rumah sakit jiwa pemerintah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki tugas menyelenggarakan pelayanan pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan rehabilitasi dibidang kesehatan jiwa dan ketergantungan obat yang dilaksanakan secara terpadu dan bermutu, serta sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan bagi tenaga dibidang kesehatan jiwa.

Rungan Murai merupakan bagian dari pelayan rawat inap UPTD RSJD Provinsi Kepulaan Bangka Belitung. Ruangan ini merupakan ruang Vip/klas yang melayani pasien dengan jaminan kesehatan klas 1 dan 2, dan umum yang mengambil pelayanan rawat inap Vip/klas. Setiap pasien baru masuk di ruangan ini akan di berikan edukasi kesehatan salah satunya 6 langkah cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

Penyuluhan merupakan serangkaian kegiatan komunikasi dengan menggunakan media dalam memberikan bantuan terhadap pengembangan potensi, yaitu fisik, emosi, sosial, sikap dan pengetahuan semaksimal mungkin sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan serta memelihara kesehatan. Penyuluhan tentang mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir diberikan kepada pasien baru di ruangan Murai. sebagai upaya memberikan pemahaman tentang pentingnya perilaku mencuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari, terlebih pada saat menjalani perawatan di masa pandemi mewabahnya penyebaran virus Covid-19. Pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah. Penyuluh memberikan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada pasien baru, salah satunya yaitu bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar. Setelah penyuluh memberikan contoh cara mencuci tangan yang baik dan benar, pasien mengikuti instruksi secara perlahan 6 tahapan-tahapan cara mencuci tangan sesuai dengan WHO (World Health Organization).

ANALISIS SITUASIONAL

Perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu perilaku yang dapat menghindari kita terinfeksi dari berbagai penularan penyakit yang disebabkan kuman, bakteri dan virus termasuk virus Covid-19. Kebiasaan pasien bisa diubah tergantung kebijakan yang berlaku, sebaliknya perilaku dan budaya pasien juga dapat membuat kebijakan. Peran tenaga profesi kesehatan utamanya perawat memiliki central point. Memberikan pemahaman pada pasien yang baru masuk tentang pentingnya menjaga kesehatan terutama di masa prndemi Covid-19. Setiap pasien bisa melindungi dirinya dari serangan virus Covid-19 bila selalu melaksanakan protokol kesehatan 3M. Membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir salah satu tindakan yang dapat membantu. Budayakan untuk saling menjaga, saling melindungi, siapa pun yang ada di sekitar kita, utamanya adalah teman sesame pasien dan petugas kesehatan.

Pada umumnya diketahui bahwa mayoritas pasien baru masih belum mempunyai pemahaman yang baik mengenai pentingnya perilaku mencuci tangan dengan menggunakan sabun, cara yang benar mencuci tangan dan kapan saja diperlukan cuci tangan pakai sabun. Pasien biasanya mengentahui bahwa mencuci tangan hanya dengan menggunakan air saja menggunakan sabun bila sangat kotor. Mengingat intensitas kontak antar sesame perawat dan petugas sangat tinggi yang memungkinkan beresiko terhadap paparan virus covid-19. Pasien yang telah melakukan aktivitas diluar kantor setibanya di ruangan tidak pernah langsung melakukan cuci tangan menggunakan sabun karena menganggap tidak begitu penting dan menganggap tanganya bersih. Ada juga pasien yang melakukan cuci tangan menggunakan sabun tetapi kadang-kadang, dikarenakan tidak terbiasa dan mereka mengatakan mencuci tangan menggunakan sabun sejak di rawat di Rumah Sakit terlebih setelah adanya pandemik covid-19 yang sedang mewabah.

Sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan alasan esensial untuk menumbuhkan kesadaran agar mau dan mampu melakukan perilaku cuci tangan pakai sabun, menyadarkan paseien bahwa cuci tangan pakai sabun menjadi kebutuhan didalam hidupnya dan berbagai kepada keluarganya. Penyampaian edukasi yang dilakukan hanya sekedar memberikan ceramah saja tentunya hanya akan membentuk ingatan sementara saja apa lagi pasien dengan gangguan jiwa. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan bersamaan dengan penyampaian edukasi, diharapkan agar ingatan pasien dapat bertahan lama. Kegiatan ini merupakan kegitan rutin yang dilakukan pada pasien baru, yang dapat melibatkan seluruh petugas kesehatan yang berjaga pada saat kegiatan, dan disertakan praktek secara langsung 6 langkah cuci tangan pakai sabun dengan benar di air yang mengalir.

METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi perilaku cuci tangan pakai sabun dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang sedang mewabah. Dalam pelaksanaanya dilakukan dengan metode:

a. Ceramah, yaitu menjelaskan pengertian, cara dan pentingnya PHBS, serta menjelaskan pentingnya perilaku cuci tangan pakai sabun dilakukan ditengah pandemi wabah virus Covid 19, serta waktu-waktu yang diperlukan untu cuci tangan pakai sabun.

b. Demonstrasi, yaitu memberikan pertunjukan bagaimana cara-cara melakukan cuci tangan pakai sabun yang benar dengan 6 langkah.

c. Tanya Jawab, yaitu menanyakan bagaimana pemahaman pasien tentang perilaku cuci tangan pakai sabun, dan juga memberikan kesempatan kepada pasien bilamana masih ada hal yang belum dipahami tentang sosialisasi perilaku tersebut.

HASIL KEGIATAN

Adapun Hasil kegiatan yang sudah dilakukan adalah Advokasi merupakan upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (Stakeholders), dalam hal ini kepala Ruangan Murai yang memberikan izin dan ikun serta dalam kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan oleh kepala ruangan Murai, rekan-rekan perawat dan pramusada. Pasien sangat antusias mengikuti kegiatan ini hingga kegiatan berakhir. Saat dilakukan evaluasi kepada pasien semua semua pasien dapat melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Panduan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) ke -6, Tahun 2013 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Tanganku Bersih, hidupku sehat. Jakarta.

Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia. (2020). Panduan Praktik Pekerjaan Sosial dalam Situasi COVID-19; Khusus bagi Pekerja Sosial Indonesia. Jakarta.

Maulana Heri D.J.2009. Promosi Keseshatan, Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Nazir, dkk, 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika. Notoadmodjo, Soekidjo 2010. Promosi Kesehatan Teori Dan Aplikasinya. PT Rineka Cipta Jakarta.

Penulis: 
NS. Nurya, S. Kep.
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Dareah

Artikel

05/05/2021 | Ns. Sari Anggun Feby Royanti, S. Kep
03/05/2021 | Enser Rovido, S. Kep, Ners
03/05/2021 | Mita Octarina, M.Psi., Psikolog
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK

ArtikelPer Kategori