RENUNGAN…TAFAKUR……INTROSPEKSI…

Tanyakan dirimuApakah kamu benar-benar ingin menjadi seorang perawat? atau pertanyaannya bisa jugaApakah kamu benar-benar seorang perawat ?

Ada banyak hal yang harus disiapkan/dimiliki ketika menjadi seorang perawat. Profesi  perawat membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang cukup karena harus berhadapan dengan banyak pasien dengan berbagai keadaan. Ada pasien kecelakaan dengan kondisi luka parah dan berdarah atau pasien dengan gangguan perilaku dan emosi yang dapat berubah-ubah kondisinya sewaktu-waktu. Serta harus melakukan pekerjaan sebagai perawat secara shift, baik shift pagi, shift siang, dan juga shift malam.

Ketika sebagian besar oarng berangkat tidur, perawat harus berangkat kerja shift malam, pengabdian dan melayani adalah janji mereka yang telah tertanam di dalam hati, mengedepankan sikap lemah lenbut, baik hati, penolong. Perawat juga dikenal sebagai sosok yang pintar, berwawasan luas, bekerja dengan hati menolong sesama khususnya orang sakit. Jenjang karir yang akan selalu dibutuhkan sehingga profesi ini bisa diandalkan untuk masa depan.

Menjadi perawat memang harus lelah. Dituntut untuk menguasai ilmu manusia, mulai dari fisik, psikologis, lingkungannya kehidupannya. Ilmu yang mesti dikuasai juga luas, perawat harus bisa ilmu kebidanan, farmasi, kedokteran, rekam medis, komputer dan juga tulis menulis.

Resiko bekerja sebagai perawat adalah nyawa, Perawat bekerja menghadapi makhluk hidup, bukan benda mati. Mahluk hidup bisa untuk protes, marah, bahkan sampai menuntut di depan hukum kalau ada kesalahan yang dilakukan perawat  pada pasien.

Perawat dituntut untuk memiliki hard skill yang cukup. Kemampuan yamg harus selalu dilatih, Perawat itu harus cekatan dan serba bisa, itu wajib. Seorang perawat dituntut untuk selalu tersenyum, ramah pada pasien, walaupun hatinya sedang sedih atau sedang tertimpa masalah, dan juga walaupun pasien atau keluarga pasien tidak ramah pada perawat, tetap saja perawat harus tersenyum dan ramah. Ilmu yang mesti dikuasai juga luas, perawat harus bisa ilmu kebidanan, farmasi, kedokteran, rekam medis, komputer dan juga tulis menulis.

Dipagi hari tepat pukul 07.00 WIB bahkan kurang dari pukul tujuh pagi profesi perawat sudah harus siap di tempat kerja karena harus segera menggantikan tugas teman sejawat perawat yang  telah semalaman menghadapi para pasien, dengan ditandai  adanya timbang terima atau operan jaga, yang merupakan tehnik menyampaikan laporan/catatan  keadaan pasien. Demikian terjadi terus menerus pergantian tiap-tiap shift kerja.

Tidak ada pengecualian, perawat pria ataupun perawat wanita harus siap di tugaskan dimana saja, tidak ada diskriminasi gender. Pada saat pendidikan keperawatan sudah dibiasakan beberapa hal pekerjaan  perawat pria dikerjakan perawat wanita, pekerjaan perawat wanita biasa dikerjakan perawat pria (tentu saja pekerjaan yang berhubungan dengan keperawatan).

Cuaca panas atau hujan bukan halangan bagi perawat untuk melaksanakan tugas, baru bisa meninggalkan tugas bila sudah mendapatkan pengganti jaga. Perawat hanya bisa libur sesuai jadwal rotasi kerja mereka, tidak berdasarkan hari minggu atau libur nasional, Keluarga perawat, baik anak, istri, suami  harus terbiasa dengan jadwal kerja seorang perawat, tanpa ada protes.

Ada lagi yang harus di siapkan yaitu seragam kerja sebagai perawat, yang juga harus dilengkapi tag nama dan harus digunakan selama jam kerja dinas. Perawat bukan mahluk super, disela-sela kesibukannya perawat harus bergantian untuk istirahat. Perawat harus bisa berperan sebagai pendidik, baik bagi pasien, keluarga pasien, dan juga bagi sesama perawat.

Menjadi bagian  dari organisasi adalah suatu yang mutlak bagi seorang perawat, dalam hal ini organisasi PPNI, karena hal ini berkaitan dengan registrasi sebagai seorang perawat. Dan menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai seorang perawat untuk membesarkan PPNI. Seperti yang telah dituliskan di atas, tidak jauh berbeda hal-hal yang harus disiapkan/dimiliki oleh seorang perawat yang berkerja di rumah sakit jiwa, ada beberapa kemampuan tambahan yang harus lebih dikuasai perawat jiwa di RSJ diantaranya kemampuan berkomunikasi dengan pasien, kemampuan berempati dengan pasien, kemampuan mengontrol emosi dan kesabaran untuk menghadapi berbagai pasien dengan berbagai penyakit kejiwaan dan kondisi yang berbeda-beda yang tidak bisa kamu duga sebelumnya.

Harus tertanam keyakinan bahwa perawat merupakan pekerjaan yang mulia, dan jika kamu benar- benar ingin menjadi perawat, terkhusus perawat jiwa, maka cintailah profesi itu dengan segala resikonya. Dengan menjalani itu maka kamu akan dapat menikmati semua prosesnya.

Kepada teman sejawat perawat selamat mempersiapkan diri/memperbaiki diri dan selamat berproses untuk menjadi seorang perawat /perawat jiwa yang profesional.

Semoga bermanfaat, Terima kasih.

Daftar Pustaka ;http// www.perawat.co/art- keperawatan

Penulis: 
H.M. Isnaini,S.Kep
Sumber: 
Pranata Humas RSJD Babel

Artikel

01/12/2025 | Achmad Zazuli Amd.Kep
01/12/2025 | Emanuel Tri Wisnu Budi, AMK
28/11/2025 | Ns. Pamela Kusuma Dewi., S.Kep
28/11/2025 | Ns.Melfa Gultom,AMK.S.Kep
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori